Opini : 8 September 2017

Kesalahan yang Mempererat Persatuan

Editor : Ril - Reporter : Bento Ahmadi

“Pembukaan #SEAgame2017 yg bagus tapi mencederai dg keteledoran fatal yang amat menyakitkan. Bendera kita.....Merah Putih. Astagfirullah...”.

Berikut adalah tweet dari Pak Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga) pada saat pembukaan SEA Games 2017 di Malaysia. Ternyata Pak Imam Nahrawi kesal dikarenakan pemuatan bendera Indonesia secara terbalik pada buku panduan pesta olahraga SEA Games 2017 di Malaysia.

Kesalahan pemuatan bendera Merah Putih pun memicu kekesalan masyarakat Indonesia, hal ini terlihat dari Hashtag #ShameonYou yang sudah ribuan kali digunakan di twitter. Berbagai kecaman dilakukan oleh masyarakat Indonesia melalui tulisan, nyanyian, bahkan turut memasang bendera Malaysia dengan terbalik.

Masyarakat menilai bahwa pemuatan bendera Merah Putih secara terbalik merupakan tindakan yang sengaja dilakukan oleh panitia pelaksana. Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin mengungkapkan permohonan maaf atas kesalahan tersebut di kolom komentar Menteri Imam Nahrawi.

"Bapak Imam, please Accept my sincere apologies for this. Sesunguhnya tiada niat jahat. Saya amat kesal dengan kesilapan ini. Mohon maaf". Selain itu, pemerintah Malaysia akhirnya mengeluarkan dua surat permintaan maaf secara resmi yang masing-masing ditulis dalam bahasa Malaysia dan bahasa Inggris.

Permohonan maaf Malaysia tersebut tentu menunjukkan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahan teknis bukanlah suatu kesengajaan serta menunjukkan adanya penyesalandari panitia penyelenggara atas kejadian tersebut.

Panitia pelaksana tentu akan berupaya meningkatkan kontrol di masing-masing bidang agar tidak ada lagi kesalahan krusial hingga pelaksanaan SEA Games berakhir. Apakah kita harus menarik atlet kembali ke Indonesia? Tentuhal tersebut kurang bijak.

Sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk mempersiapkan perhelatan ini. Akan jauh lebih berarti jika kita mendukung negara kita agar mendapat prestasi yang gemilang pada pesta SEA Games kali ini. ***

*) Oleh: Bento Ahmadi, Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Politik Universitas Pakuan

Berita Terbaru