Opini : 14 September 2017

Catatan : Baharuddin Saputra,SH

Brigjen Pol Drs.H. Faisal Abdul Naser, MH, Kepala BNN Provinsi Aceh

Editor : Red - Reporter : Baharuddin Saputra,S

Brigjen Pol Drs.H. Faisal Abdul Naser, MH, Kepala BNN Provinsi Aceh. [Foto:mitrakamtibmascom]

Ada rasa penasaran yang teramat dalam, ketika suatu hari bertemu dengan seorang yang pernah bekerjasama dalam satu Tim bekerja. Kurun waktu sekitar 24 tahun terasa begitu cepat berlalu. Bertahun tahun tak pernah bertemu dan tanpa komunikasi, tapi perjalanan kariernya bisa dimonitor dengan baik.

IMG-20170218-WA0043 IMG-20170218-WA0049 IMG-20170218-WA0047Siapa sangka, “Anak Medan” yang bernama Faisal Abdul Naser, biasa disingkat Faisal AN, sejumlah temannya mempelesetkan AN menjadi ”anak nakal”. Bertemu beliau masih seperti dulu, periang dan tetap optimistis.

“Hati tidak bisa dibohongi untuk mengungkapkan sesuatu dengan kejujuran dan keiklasan. Maka semua perjalanan dinas akan terasa mudah dikerjakan”, ujar sang Jenderal saat berbincang akrab di ruang kerjanya.

“ Patuh, sabar dan jangan Melawan”, adalah kata kunci yang diterapkannya dalam meniti karier di dunia Kepolisian.

Rasa syukur yang sangat dalam ia gambarkan ketika bercerita perjalanan kariernya yang cukup berliku. Menjadi seorang Polisi baginya merupakan kebanggaan yang patut dijunjung tinggi dalam melaksanakan tugas di tengah masyarakat.

Ia selalu ingin banyak tau tentang apa saja sejak masa remaja. Keberaniannya bersama sejumlah teman sekolah di SMA Khalsa Medan , melakukan unjuk rasa  memprotes kebijakan Pihak Yayasan sehingga dirasa berat oleh para pelajar. Adalah peristiwa tak terlupakan, apalagi upaya dia dan teman teman akhirnya menjdapat perhatian dari pihak Yayasan. Keberanian itu terus diasah, hingga akhirnya ia bertekad menjadi penegak hukum yang handal.

Faisal akhirnya menyelesaikan sekolah di SMA 22 Jakarta. Ia mendaftarkan diri sebagai calon Taruna AKABRI sendiri, awalnya tanpa sepengatahuan orang tuanya. Luar biasa, ia berhasil tercatat sebagai salah seorang AKABRI Kepolisian tahun 1984.

Menyandang pangkat Letnan Dua Polisi, Faisal AN seperti bermimpi. Semangat juang dan ketegarannya sebagai “Anak Medan “ ia buktikan untuk selalu berprestasi.

“Alhamdulillah, dalam usia relatif muda ketika berpangkat Kapten Polisi ( Sekarang Ajun Komisaris Polisi) saya dipercaya menjabat Kasat Serse Poltabes Medan. Ketika itu Kapoltaes Medan dijabat oleh Kolonel Polisi Drs Chairuddin Ismail. Didukung beberapa Perwira handal di jajaran Kanit Serse, dan kerjasama yang solid dengan para Kapolsek saya sangat terbantu dalam melaksanakan tugas tersebut” ujar Brigjen Pol Faisal Abdul Naser saat berbincang panjang dengan penulis didampingi adik kandungnya Fadlan yang bertugas di Perwakilan Pemprov Sumut di Ibukota Jakarta.

Beberapa kasus menonjol yang ditangani pihak Poltabes Medan ketika itu sekitar tahun 1993, antara lain Kasus Anarkis Unjukrasa Para Buruh yang membawa bendera SBSI dipimpin Amosi Telembanua yang akhirnya melibatkan Ketua SBSI Pusat Muchtar Pakpahan. Pihaknya ketika itu harus kerja keras dan secara maraton menyelesaikan berkas perkaranya untuk dikirim ke JPU.

Kasus menonjol yang membuat heboh Kota Medan hingga menjadi berita Nasional, Pembunuhan Henny br Silalahi seorang mahasiswi Universitas HKBP Nommensen Medan. Korban ditemukan mayatnya dalam sebuah sumur tua di kawasan Percut Sei Tuan. Teka teki itu akhirnya terkuak berkat kerja keras Tim Lidik Sat Serse yang di pimpinnya. Akhirnya terungkap pelakunya adalah oknum Sang Dosen yang melibatkan beberapa mahasiswa untuk melakukan eksekusi sadis itu.

Pengalaman manis itu membuat Faisal semakin matang menghadapi tugas tugas berikutnya. Hingga kesempatan menduduki jabatan Kapolres Sorong di Irian Jaya/Papua, mengantarnya menduduki jabatan Kabid TI di Polda Aceh selama 6 tahun lebih.

Dunia Tehnologi dan Informasi membawa berkah dalam perjalanan kariernya. Ketekunanan menguasai Iptek Kepolisian semakin ia dalami hingga menguasai secara detail tentang TI.

Faisal merupakan anak kedua dari enam bersaudara dari pasangan Ayah (Alm) Husin Rahim dan Ibu Karnely Lubis yang kini berdomisili di Komplex Veteran Blok B no 8 Laut Dendang Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan.

Sang istri yang bernama Witri tetap setia menemani bersama sepasang buah hati mereka Muhammad Jagra Tara dan Dita. Dikediamannya kawasan Perumahan Kota Tangerang Jalan Flamboyan 1 No. 12 Puri Beta Larangan Utara , Cileduk .

PIMPRO MPTI POLRI
Ternyata Faisal adalah salah seorang yang bekerja mengonsep Mater Plan Teknologi Informasi (MPTI) Polri tahun 2015-2019 yang kini sudah tersusun sebagai sebuah konsep penyelenggaraan teknologi informasi yang berkaitan dengan Kepolisian RI. Bahkan menjadi sarana penguatan profesionalisme polisi.

Tak gampang menyusun konsep menjadi sebuah master plan. Dibutuhkan pemikiran hebat dari orang-orang profesional yang terlatih berpikir cermat, spesifik dan memiliki pandangan luas, sesuai perencanaan yang disiapkan untuk beberapa tahun ke depan. Di sana sudah dipertimbangkan kemungkinan babak baru perkembangan teknologi.

Beruntunglah Polri karena memiliki beberapa anggota yang hebat di bidang ini. Satu di anta-ranya sebut saja Drs. Faisal Abdul Naser, MH, ketika itu berpangkat Kombes menduduki jabatan Kabag Renmin Divisi TI Polri yang dipercaya sebagai Pimpro penyusunan Master Plan. Perwira ini sangat berpengalaman di bidang teknologi, karena 6 tahun menjabat Direktur Telematika di Polda Aceh.

Berawal di bulan April 2015, perwira lulusan Akpol 1984 ini pun mengawali pekerjaan dengan merumuskan arahan pimpinan dalam menyusun MPTI ini. Ia menjadi nakhoda sekaligus manajer untuk mengendalikan tim penyusunan.

Ia pun memulai pekerjaannya dengan mengadakan rapat-rapat yang cukup melelahkan bagi anggotanya. Bagaimana tidak. Nyaris tak mengenal waktu, rapat selalu dilanjutkan dengan rumusan-rumusan serta ide-ide yang sangat brillian darinya, demi mensukseskan MPTI.

MASTER CHEF TI Hasilnya, buku MPTI itupun kelar sesuai harapan dan bisa dilaunching di acara Rapim Polri dan TNI yang diselenggarakan pada 26-29 Januri 2015. “Semua ini tentu saja karena saya didukung penuh oleh pimpinan,” tukas alumni Akpol 84 ini.

Ia juga beruntung karena memiliki tim yang tangguh yang siap diajak bekerja keras. “Tanpa mereka saya ini apalah.” ujarnya, mencoba merendah.

Penyusunan MPTI Polri 2015-2019 yang sulit itu, melibatkan paling sedikit 20 konsultan. Mereka terdiri dari beberapa domain, dengan tim yang dibentuk sesuai dengan bagian masing-masing.

Didampingi oleh tim konsultan penyusun MPTI, semangatnya kian terlecut, memiliki kemauan yang tingi tanpa mengenal lelah, sering konsep-konsep awal dapat terumus dalam langkah strategis mulai satu persatu dijalankan.

Serangkaian sosialisasi dilaksanakan dan dipimpin oleh dia sendiri dengan mengandeng seluruh satker yang terlibat dan masuk dalam tim FGD (Focus Group Discussion).

Untuk melengkapi dokumen MPTI maka ide briliannya pun muncul untuk melaksanakan assasment ke satker Mabes Polri maupun ke sejumlah wilayah.

Tidak berhenti disitu saja, sepulang dari melaksanakan assestment, Faisal mengkoordinir lagi untuk pelaksanaan FGD sebagai wujud laporan hasil pelaksanaan assestment untuk melengkapi draft.

Selama 7 bulan sudah dilalui, maka tersusunlah draft MDTI dan dilaporkan hasil penyusunannya kepada Kapolri untuk mendapatkan saran masukan penyempurnaan. Itulah sekelumit proses pembuatan MPTI.

Diyakini, dengan implementasi MPTI tersebut menjadi penguatan Polri dalam menghadapi berbagai persoalan yang menjadi tugas dan wewenang kepolisian, baik berkaitan dengan pelayanan maupun fungsi-fungsi kepolisian yang lain.

Faisal adalah sosok Perwira Tinggi yang rendah hati, berbincang tebuka dan “gaya anak medan”nya membuat dia cepat akrab dengan berbagai kalangan.

Kini jabatan Kapuslidatin BNN Pusat mengantarnya meraih Bintang. Merasakan suasana baru di lingkungan Badan Narkotika Nasional, Faisal segera beradaptasi dengan lingkungan kerja bersama sejumlah unsur Pimpinan di BNN dan staf yang profesional.

Degan keceptan tinggi, untuk berpikir keras, Ia segera memberdayakan sumber daya manusia yang ada di bawah pimpinanannya sebagai Pusat Penelitian dan Data Informasi. Untuk eksis melakukan terobosan baru agar , BNN lebih banyak menghimpun data akurat yang dapat disuguhkan kepada Pimpinan BNN sebgai bahan pertibangan untuk menentukan kebijakan kebijakan ke depan.

“Saya berharap kedepan, peran Puslitdatin dapat menjadi salah satu sumber informasi tentang data mutahir perkembangan BNN, untuk bisa di akses secara luas”, ujar Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser,MH.

Mantan Kasat Serse Poltabes Medan dan juga Pjs Kapolsek Percut Sei Tuan ini masih seperti dulu, suka bercanda ditengah bincang serius. Joke segarnya gaya Medan membuat suasana teras cair. Tanpa terasa mengalir perbincangan dengan “Sang Jenderal” berjam jam di kantor dan di sambung kekediamannya di Kawasan Tangerang Kota, hingga menjelang malam.

Saat ini menjabat Kepala BNN Provinsi Aceh. Dia dilantik Kepala BNN Komjen Pol. Budi Waseso bersamaan dengan 14 pejabat eselon II, III, dan IV di Gedung BNN Pusat, Selasa, 29 Agustus 2017 lalu. [*]
 

Berita Terbaru