Nasional : 22 September 2017

Pers Berperan Jaga Kedaulatan NKRI

Editor : Ril - Reporter : rilis

MEDAN - Pers memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NK­RI). Selain bagian dari kontrol sosial, pers juga memiliki fungsi untuk menyampaikan paham-paham nasio­nalisme untuk menumbuhkan sema­ngat patriotisme di tengah masyara­kat.
 
Hal itu mengemuka dalam semi­nar Peranan Pers dan Generasi Muda dalam Menjaga Kedaulatan dan Ek­sistensi NKRI yang digelar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Su­matera Utara (USU) bekerja sama dengan Lembaga Studi Informasi Strategis (LSIS) Indonesia dalam rangka Dies Natalis ke-52 FIB USU, Jumat (22/9).
 
Sejarawan yang juga staf pengajar di FIB USU Wara Sinuhaji, mengata­kan, perkembangan pers saat ini jauh berkembang bila dibandingkan de­ngan era pemerintahan Orde Baru. Pa­da masa itu, pers masih mendapat kon­trol yang ketat. Namun berubah sete­lah gerakan 1998 yang digagas oleh mahasiswa, iklim demokrasi yang kemudian muncul membawa angin segar bagi perkembangan pers.
 
"Fungsi pers saat ini memiliki peranan yang sangat penting. Selain kontrol sosial juga menjadi sumber informasi untuk mengungkap fakta-fakta. Namun sayangnya, banyak sekarang pers yang tidak me­ngung­­kap­kan fakta secara utuh, sehingga kesannya malah menjadi alat penga­du domba," ujar Wara.
 
Ia menjelaskan, hal inilah yang perlu menjadi perhatian bersama, baik lembaga pers, akademisi dan mahasiswa sebagai generasi muda. Masyarakat berharap pers bisa lebih jernih dalam memberitakan secara adil dan 
berimbang agar fungsinya sebagai penjaga kedaulatan NKRI bisa dimaksimalkan dengan baik.
 
Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, Rizal R Surya mengakui, kualitas pers harus terus ditingkatkan. Akhir-akhir ini, ia mengakui kepercayaan masyarakat terhadap media main­stream me­nurun.
 
"Itu kenapa media sosial saat ini banyak digunakan sebagai alat untuk menyebarkan arus informasi. Walau­pun sebenarnya, informasi yang disebarkan itu harus melalui verifi­kasi karena keakuratannya masih diragukan," ujarnya.
 
Redaktur Kota Medan Harian Analisa ini menjelaskan, keperca­yaan masyarakat terhadap media bisa ditingkatkan lagi dengan cara me­ningkatkan profesionalisme pers. Kun­cinya sederhana, yakni jurnalis da­lam membuat berita harus berpe­doman pada kode etik dan undang-undang pers.
 
Turut hadir sebagai pembicara Presiden Mahasiswa USU Wira Putra yang mengulas terkait peran pemuda dalam pembangunan. Dekan FIB USU, Dr Budi Agustono didampingi Ketua Panitia Nina Karina MSP mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Dies Natalis ke 52 FIB USU.
 
Seminar tersebut dihadiri 130 orang peserta dari mahasiswa, akademisi atau dosen dan insan jurnalis. "Seminar ini sangat berman­faat, terutama bagi mahasiswa untuk menambah wawasannya. Semoga, apa yang diperoleh menjadi sesuatu yang berharga ke depannya," imbuh Nina.(rls)
Berita Terbaru