Opini : 14 Januari 2018

Jaga Pilkada Tanpa Isu SARA

Editor : Ril - Reporter : Sulaiman Rahmat

ilustrasi

Selamat pesta demokrasi tahun 2018 kawan….

Indonesia adalah  negara yang menganut sistem demokrasi. Demokrasi dapat diartikan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dampak positif dari demokrasi adalah rakyat dapat memilih pemimpin seusuai keinginannya.

Dampak buruk dari demokrasi adalah orang jahat juga bisa menjadi pemimpin selama dia memiliki jumlah pendukung lebih banyak daripada calon yang lain. Sehingga lahirlah pemimpin yang tidak bertanggung jawab, dan hanya memberi janji manis ketika kampanye.


Kalau sudah buta jabatan, apapun akan dilakukan, yang penting menang. Seperti menjual janji omong kosong ketika kampanye. Ada juga yang menjatuhkan lawan dengan cara mendiskriminasi, menjelek-jelekkan, dan memfitnah.

Sara adalah salah satu contoh yang sering terjadi di Indonesia. Sara adalah tindakan yang menjatuhkan orang lain karena berbeda. Baik itu berbeda suku, ras, golongan, atau agama.
Dampak yang ditimbulkan dari sara begitu besar. Sara dapat membuat perpecahan antar kelompok, bahkan sampai menimbulkan permusuhan dan perperangan.

Jika sudah terjadi perperangan, maka akan sulit diberhentikan. Sebagai bangsa yang memiliki beragam perbedaan, ada baiknya kita hidup berdampingan. Walaupun berbeda, kita tetap satu.

Jangan memilih pemimpin yang ketika pemilu saja sudah menjatuhkan orang lain. Menyebarkan berita HOAX kemana-mana demi menyingkirkan saingan. Mungkin, ketika sudah menjabat, banyak rakyat akan dijatuhkan olehnya.

Pilih pemimpin yang mampu bersaing secara sehat. Itu menunjukkan bahwa pemikiran dia masih sehat. Layak dipilih menjadi pemimpin. Sebenarnya, pemimpin yang memiliki jiwa memimpin sudah dapat dilihat dari sebelum dia menjabat.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membentu Anda memilih pemimpin yang memang benar-benar berkualitas di pilkada tahun ini. Tips memilih pemimpin yang baik, pertama, kenali Pasangan calon (paslon). Tips yang pertama adalah anda harus mengenali semua paslon. Cari tau sebanyak mungkin informasi dari masing-masing pasangan calon. Yang perlu dicari tahu seperti riwayat hidup, history, keluarga, prestasi yang diraih, visi dan misi kedepan.

Maju nya teknologi saat ini tentu semakin mempermudah anda untuk mengenali setiap paslon. Ada banyak informasi yang tersebar di internet. Tetapi, sebaiknnya anda jangan hanya membaca satu sumber saja. Karena ada media yang tidak bersikap netral. Bisa jadi si paslon telah membayar media tersebut untuk mendukungnya. Baca banyak sumber. semakin banyak sumber yang anda baca, semakin mudah anda membandingkan dan menentukan yang mana yang terbaik.

Hal lain yang harus anda perhatikan anda sebagai calon perhatikan adalah dengan adanya berita yang tidak benar atau yang biasanya di sebutkan dengan berita hoax. Berita hoax ini adalah salah satu penyebar dan penyebab terjadinya unsur SARA di Indonesia pada saat-saatnya masa pemilihan umum ataupun Pilkada seperti saat sekarang ini.

Jika Anda menemukan berita yang keasliannya tidak dapat di pastikan dan tanpa memiliki nara sumber yang jelas, maka sebaiknya Anda harus terlebih dahulu memastikan apakah berita tersebut benar adanya. Selain dapat mengurangi tersebarnya berita hoax yang berpotensi memecah belahkan persatuan Indonesia,  pemerintah juga memiliki hukuman yang berat bagi para penyebar berita tidak benar atau hoax tersebut.

Kedua, pemimpin yang adil. Maksud dari adil adalah tidak berat kepada sebelah pihak. Termasuk kepada pihak yang tidak mendukungnya. Anda dapat melihat yang mana pemimpin yang benar-benar adil atau pura-pura adil dengan cara melihat jejek kepemimpinan dia sebelumnya. Baik itu ketika memimpin di tempat lain, organisasi, atau lingkungannya. Biasanya jiwa pemimpin itu memang sudah terlihat dari sejak kecil.

Jika paslon tersebut memang belum pernah punya pengalaman memimpin, anda dapat melihat jejak record dia didalam keluarga. Apalagi jika paslon seorang pria, otomatis dia adalah pemimpin bagi keluarganya. Ketiga, Amanah. Adil  saja tidak cukup. Selain adil, juga harus amanah. Apa itu amanah? Amanah adalah dapat dipercaya. Tidak melakukan korupsi. Jika ada pemimpin yang namanya sudah pernah tersorot kasus korupsi maka dapat dipastikan dia sudah tidak amanah dalam menjalankan tugas ketika sebelumnya menjabat.

Coba pikirkan dua kali jika memilih yang seperti itu. Memang, tidak tertutup kemungkinan dia sudah bertaubat. Tetapi, duduk di kursi pemerintahan dan memimpin bukanlah urusan main-main. Tanggungjawabnya besar, karena berurusan dengan kesejahteraan rakyat.
Manusia hanya dapat menilai dari luar. Urusan hati, Tuhan lebih tahu. 

Tips keempat adalah mempunyai visi dan misi yang baik. Coba perhatikan visi misi calon. Pemimpin yang bervisi adalah memiliki pemikiran jauh kedepan dan dapat membawa orang untuk menggapai tujuannya. Karena ketika salah seorang terpilih, visi dia telah manjadi visi seluruh rakyat.

Jika paslon pernah menjabat di pemerintahan atau pernah memimpin pemerintahan, coba cari tahu visi dia saat itu dan perhatikan apakah sesuai dengan yang dilakukan atau tidak. Bisa jadi itu hanya pemanis buatan ketika kampanye saja.

Sudah begitu banyak pemimpin yang memiliki visi yang sama, yang intinya adalah memajukan. Tetapi yang ternyata didapatkan adalah jalan di tempat. Bahkan lebih buruknya lagi, mengalami kemunduran. Sebagai pemilih kita harus terlebih dahulu menyelidiki dan mempelajari visi dan misi sang pasangan calon. Selain visi dan misi, hal lain yang harus di pelajari adalah apakah janji-janji yang mereka tawarkan dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat membawa indonesia untuk menjadi lebih maju.

Kelima, berdoa. Setelah menyelidiki semua pasangan calon. Tiba saatnya anda berdoa kepada Tuhan agar diberikan petunjuk yang mana pemimpin yang pantas untuk memajukan bangsa ini. Pemimpin yang dapat melanjutkan semangat juang bung karno dan bung hatta. Serta semua pahlawan kemerdekaan lainnya. Keenam, memilih. Dapat dikatakan bahwa rakyat adalah juri. Tugas juri adalah menilai dan memilih. Setelah memberikan penilaian terhadap paslon, tiba saatnya untuk memilih yang mana menutut anda yang terbaik dari yang terbaik.
Pilih sesuai hati nurani. Bukan berdasarkan suruhan dari orang lain. Apalagi anda dibayar untuk memilih paslon tersebut. Begitu rendah martabat bangsa jika rakyatnya saja dapat disuap. 

Ingat, pilih sesuai hati nurani. Tidak boleh ada diskriminasi dari siapapun.
Jangan sampai salah memilih pemimpin. Pilkada tahun ini, Indonesia harus terbebas dari unsur Sara yang menjatuhkan. Pilihkan sesuai hati . Jangan pilih sesuai hati pacar, atau bahkan sesuai hati mantan.

Sudah sangat banyak Pilkada yang telah terlaksana, sudah begitu banyak pemimpin daerah yang terpilih, berganti dan terus berganti setiap masa jabatannya habis, tetapi Indonesia belum sejahtera secara optimal.

Masa depan Indonesia ada ditangankan kita. Cerdiklah dalam memilih. Sukseskan pilkada tahun ini dengan damai. Sudah saatnya kita sebagai rakyat dari bangsa besar seperti Indonesia, menggunakan politik sebagai salah unsur yang dapat mempersatukan kita semua. Bukan menjadikan politik sebagai salah satu sarana untuk memecah belahkan bangsa Indonesia. Kemudian katakan, INDONESIA BEBAS SARA!!! ***

*) Sulaiman Rahmat, penulis adalah Mahasiswa Universitas Lancang Kuning Pekanbaru

Berita Terbaru