Daerah : Jumat, 07 Oktober 2016

Kantong Berisi 4 Ton Air Dijatuhkan

Pilot Heli Water Bombing Dihadang Angin Kencang

Editor : Putra - Reporter : Cha Tjg

Para petugas Lanud Roesmin Nurjadin mengevakuasi kantong air di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar. [Foto: Cht

Pekanbaru - Pilot helikopter Sikorsky asal Rusia yang membantu memadamkan api yang membakar hutan di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar menjatuhkan Bambi Bucket atau kantong air raksasa berkapasitas 4 ton air. Tindakan dilakukan lantaran helikopter tersebut dihantam angin kencang.

Komandan Satgas Udara Karhutla, Marsma Henri Alfiandi, Jumat [7/10/2016] mengungkapkan, water bombing di Desa Rimbo Panjang, Kampar, Provinsi Riau tersebut sudah berlangsung sejak pagi hari.

Namun, sekitar pukul 10.07 WIB, atau pada water bombing yang ke 51 kali, pilot memutuskan untuk melepaskan kantong berisi air tersebut.
 
"Bambi Bucket terpaksa dilepas pilot heli Sikorsky karena saat itu ada angin kencang. Sedangkan bambi bucket berisikan 4 ton air. Keputusan pilot sudah tepat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Komandan Lanud Roesmin Nurjadin itu.
 
Setelah pilot mengetahui letak jatuhnya bambi bucket, pilot asal Rusia itu memutuskan untuk mendarat guna memastikan tidak ada korban di sekitar jatuhnya bambi bucket.
 
"Setelah mendapat info dari tim darat yang ada di lokasi pemadaman, bambi bucket dalam keadaan aman dan tidak ada korban di lokasi," kata Henri.

Selanjutnya, pilot memutuskan kembali ke home base di Lanud Roesmin Nurjadin untuk melaksanakan evaluasi bersama tim Satgas. "Bersamaan dengan waktu kembalinya heli ke Lanud, satu tim evakuasi darat dari Lanud Roesmin Nurjadin berangkat menuju ke lokasi jatuhnya bambi bucket untuk recovery di lokasi. Dan saat ini tim kita masih di lokasi," kata Henri seperti dilansir detikcom.
 
"Sementara misi water bombing heli hari ini kita hentikan untuk lanjut pengecekan secara keseluruhan sesuai prosedur keselamatan terbang dan kerja yang berlaku di Satgas Udara," tutup Henri. [*]

Berita Terbaru