Daerah : Jumat, 10 Maret 2017

BKKBN Libatkan Puluhan Bintara TNI AD

Editor : Putrajaya - Reporter : Reds

PEKANBARU - Sebanyak 33 Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari TNI Angkatan Darat ikut dalam pelatihan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang digelar mulai 10-13 Maret. Mereka diharapkan bisa membantu menyampaikan pada masyarakat agar menggunakan alat kontrasepsi.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Riau, Yenrizal Makmur, mengatakan,  kegiatan ini merupakan lanjutan dari yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2009 lalu. Di mana, sudah ada dukungan jajaran TNI selama ini dalam program kependudukan dan keluarga berencana.

"Jajaran TNI di lini lapangan melalui Babinsa sudah secara langsung dan proaktif melakukan penyuluhan dan penggerakan kepada keluarga sasaran. Kami berharap agar hasil dari pelatihan ini dimanfaatkan untuk mengajak serta masyarakat agar menggunakan kontrasepsi khususnya MKJP," jelasnya.

Dikatakannya, tindakan yang dilakukan Babinsa  sangat membantu BKKBN yang sedang mengalami krisis tenaga penyuluh KB di desa dan
kelurahan yang berkurang sejak otonomi daerah. Karena banyak penyuluh yang dialihtugaskan.

Ditambahkannya, tingginya komitmen TNl dalam mensukseskan program KB dilatar belakangi oleh persoalan kependudukan antara lain jumlahnya besar disertai kualitasnya yang rendah. Apabila keadaan seperti ini tidak ditangani secara serius, dikhawatirkan akan menjadi musibah bagi masyarakat dan negara.

Sementara itu, Kepala Seksi Teritorial Korem 031 Wirabima, Kol Inf Amrin Ibrahim, menilai pelatihan ini sangat penting karena menjadi ilmu baru bagi Babinsa yang ikut pelatihan. "Diharapkan kita punya ilmu untuk disosialisasikan ke masyarakat. Khususnya untuk mencapai tujuan kita mencari akseptor KB dan mensukseskan program pemerintah," kata dia.

Dijelaskannya, ada dua angkatan yang diikutsertakan dalam pelatihan ini. Tiap angkatan terdiri dari 33 orang Babinsa. Fokusnya ada di empat daerah. Yaitu, Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan dan Pekanbaru. Sejauh ini, di tiap Babinsa di Pekanbaru sudah dilakukan sosialisasi dan pendataan. Termasuk mengimbau warga agar menjadi peserta KB.

Amrin mengakui, daerah Riau yang beberapa di antaranya merupakan kawasan kepulauan sempat menjadi hambatan dalam menerapkan program ini. Ada Babinsa yang sulit menjangkau daerah terpencil tapi tak jadi hambatan. "Kita sudah bisa berkomunikasi dengan lancar melalui layanan WhatsApp dan telepon," pungkasnya. [*]

Berita Terbaru