Jakarta — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta agar harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani dapat dinaikkan sekitar 10 persen, mengikuti tren kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) global.
Menurut Mentan, arahan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden dalam komunikasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, dengan penekanan utama pada perlindungan kesejahteraan jutaan petani sawit di Indonesia.
Ia menjelaskan, kebijakan ini dinilai sejalan dengan kondisi pasar internasional, di mana harga CPO dunia mengalami penguatan, termasuk dipengaruhi juga oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Temui Arwin AS, Bupati Afni Minta Direktur Baru BSP Serap Petuah Pendiri Perusahaan
Fachri Yasin Minta Persoalan Rida K. Liamsi Diselesaikan Bermartabat, Hormati Jasa Pendiri Riau Pos Grup
“Presiden menegaskan keberpihakan pada petani. Harga TBS harus kembali normal dan bahkan bisa naik sekitar 10 persen,” ujar Amran dalam rapat koordinasi penguatan dan stabilisasi harga TBS di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Amran juga menyebutkan bahwa dari evaluasi lapangan, sekitar 70 persen harga TBS di berbagai daerah sudah mulai membaik. Namun pemerintah tetap menargetkan pemulihan penuh dalam waktu dekat.