Jakarta - Pemanfaatan AI yang semakin luas turut meningkatkan ancaman penipuan siber dan deepfake yang kian canggih. Karena itu, literasi digital menjadi kunci utama melindungi masyarakat dari berbagai kejahatan digital.
Deputi Direktur Departemen Perlindungan Konsumen OJK sekaligus Sekretariat Satgas PASTI, Daniel Apriandi, mengingatkan bahwa masyarakat harus semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang memanfaatkan teknologi AI dan deepfake.
"Rendahnya tingkat literasi digital masih menjadi celah utama yang dimanfaatkan pelaku kejahatan," kata Daniel.
Dewan Pers dan KPPU Bahas Dominasi Platform Digital, 80 Persen Iklan Dikuasai Tiga Raksasa Teknologi
Dahlan Iskan Siap Jadi Saksi untuk Rida K Liamsi di Persidangan
Menurutnya, kemampuan pelaku kejahatan dalam memanipulasi identitas digital kini semakin sulit dikenali.
"Scam dengan modus phishing dan social engineering terus meningkat, diperparah dengan penggunaan AI dan deep fake yang kini mampu meniru wajah, suara, dan bahasa tubuh korban secara sempurna," ujar Daniel.