13 Syawwal 1441 H / Jumat, 5 Juni 2020
Kaki Petani Robek Diserang Beruang Madu Saat Menyadap Karet
rohul | Senin , 00 0000
Editor : | Penulis : Hendra
ilustrasi

PASIR PANGARAIAN - Beruang madu serang warga di kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Kali ini korbannya petani karet warga Desa Sungai Salak, Kecamatan Rambah Samo.

Konflik beruang dengan masyarakat, sebelumnya juga sudah pernah terjadi, bahkan sudah memakan korban jiwa seorang wanita petani karet warga Dusun Sungai Deras Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah merengang nyawa setelah bagian kepalanya terkena cakaran beruang madu.

Motif penyerangan beruang Kali ini  sama dengan korban Kali ini, dimana saat petani tengah menyadap Karet di kebunnya.

Diakui Kepala desa Sungai Salak, Haryanto, seorang warganya diserang hewan buas jenis Beruang Madu, mengakibatkan kakinya luka robek dan mendapatkan jahitan dari tim medis.

Haryanto juga mengatakan, saat ini warganya yang bernama Sapri sudah mendapatkan penanganan dari tim medis.

"Awl kejadian beruang madu yang menyerang Sapri, disaat dirinya sedang  menyandap karet di kebunnya,  Kamis (27/6/19).

"Ketika Sapri tengah menyadap getah karet dengan membawa anak dan‎ istrinya Rika," jelasnya, Minggu (30/6/2019) malam.

Namun disaat tengah menyadap pohon karet, tiba-tiba istri dan anaknya berteriak teriak minta tolong ke sang suami, karena dikejar seekor beruang.

Seketika itu, Sapri yang mendengat serta mengetahui istri dan anaknya dikejar oleh beruang, Sapri bergegas menuju istri dan anaknya yang dikejar beruang. Ketika itu Sapri menggantikan posisi istri yang dikejar beruang hingga ia mengalami luka dibagian kaki.

"Dari keterangan Sapri ke saya, disaat anak dan istrinya yang dikejar beruang, Sapri mendatangi dan mengejar beruang, sehingga kakinya sempat terkena serangan beruang, namun disaat itu beruang kabur.

Kades menyatakan, anak dan istri Sapri tidak mengalami luka, namun masih takut untuk pergi ke ladang menyadap karet pasalnya hingga saat ini beruang tersebut belum berhasil ditangkap.

‎Kini warga ucap Kades masih takut untuk melaksanakan aktifitas di kebun, karena beruang madu masih belum bisa ditangkap oleh BKSDA Provinsi Riau hingga kini.

"Saya imbau ke warganya untuk berhati-hati dalam melaksanakan aktifitas di kebun, jangan pergi ke kebun seorang diri, kalau bisa bawa teman atau rekan karena berbahaya, beruang madunya belum ditangkap, kalau mau pergi juga bawa rekan atau keluarga, dan jangan bawa istri atau anak kecil ke ladang karena sangat berbahaya," harapnya.*

 


Komentar

Artikel Terbaru
Kamis , 04 Juni 2020 : 00:00:00

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) merilis skema penghitungan.


Kamis , 04 Juni 2020 : 00:00:00

Sikap amanah menjadi hal mutlak yang harus dilakukan Badan.


Kamis , 04 Juni 2020 : 00:00:00

Perwako Pekanbaru  persiapan menuju new normal, yang.


Rabu , 03 Juni 2020 : 00:00:00

Komisi Informasi (KI) Riau bersama Diskominfopers Kabupaten.


Rabu , 03 Juni 2020 : 00:00:00

Saat pandemi covid-19 lalu, Pemprov Riau mengalokasikan dana.


Rabu , 03 Juni 2020 : 00:00:00

Keputusan pemerintah membatalkan keberangkatan jemaah haji tahun.


Selasa , 02 Juni 2020 : 00:00:00

PWI Pusat mendorong Dewan Pers agar segera memproses secara hukum.


Selasa , 02 Juni 2020 : 00:00:00

Maskapai yang tergabung dalam Lion Air Group, yakni Batik Air,.


Selasa , 02 Juni 2020 : 00:00:00

PWI Pusat mendorong Dewan Pers agar segera memproses secara hukum.


Selasa , 02 Juni 2020 : 00:00:00

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersumpah mengerahkan.