6 Syawwal 1441 H / Jumat, 29 Mei 2020
Masjid Kena Semprotan Meriam Air Saat Bentrokan, Pemimpin Hong Kong Minta Maaf
mancanegara | Senin , 21 Oktober 2019
Editor : | Penulis : vivanews
Aparat kepolisian menembak gas air mata saat unjukrasa di Hongkong. [int]

HONG KONG - Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam mengunjungi masjid terbesar kota itu untuk meminta maaf setelah masjid tersebut terkena tembakan meriam air berwarna biru.

"Lam menyampaikan permintaan maaf atas penyemprotan secara tidak sengaja terhadap pintu masuk utama dan gerbang masjid," demikian pernyataan yang dikeluarkan kantornya seperti diberitakan kantor berita AFP.

Polisi untuk pertama kalinya sejak unjuk rasa terjadi pada permulaan bulan Juni, juga mengeluarkan permintaan maaf secara terbuka.

"Tidak lama setelah kejadian, wakil polisi kami menyampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya kepada imam utama dan pimpinan masyarakat Muslim," kata Cheuk Hau-yip, Komandan Kawasan Kowloon West kepada wartawan.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu (20/10) ketika para petugas bentrok dengan pengunjuk rasa pendukung demokrasi.

Petugas menembakkan gas air mata, peluru karet dan meriam air berwarna biru dalam upaya meredam demonstrasi yang diwarnai kekerasan.

Meriam air mengenai pintu masuk dan tangga Masjid Kowloon, sehingga meninggalkan noda.

Imam masjid mengatakan permintaan maaf Lam telah diterima. Dewan Muslim Hong Kong menegaskan masjid bukanlah sasaran polisi.

Bahkan, sejumlah perwira polisi datang meminta maaf dan membantu membersihkan daerah masjid yang terkena tembakan meriam air.

Aparat sudah melarang demonstrasi digelar pada Minggu (20/10), namun masyarakat Hong Kong mengabaikan larangan itu. Puluhan ribu orang datang berunjuk rasa.

Sebagian di antara mereka, yang memakai baju dan masker hitam, melemparkan bom molotov ke kantor polisi di Tsim Sha Tsui. Api kemudian membakar gerbang bangunan itu.

Kepolisian kemudian menanggapinya dengan melepaskan tembakan gas air mata.

Rangkaian demonstrasi di Hong Kong dipicu oleh rancangan undang-undang yang membuat tersangka kriminal bisa diekstradisi ke China.

Warga Hong Kong khawatir hak-hak mereka secara perlahan-lahan dikikis oleh pemerintah China.

Karenanya, walau rancangan undang-undang kontroversial itu telah dicabut, warga Hong Kong tetap turun ke jalan.*


Komentar

Artikel Terbaru
Kamis , 28 Mei 2020 : 00:00:00

Pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko.


Kamis , 28 Mei 2020 : 00:00:00
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberlakukan pembatasan sosial.

Kamis , 28 Mei 2020 : 00:00:00

Update terakhir hari ini, 28 Mei 2020, Riau termasuk 8 provinsi.


Kamis , 28 Mei 2020 : 00:00:00

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah.


Kamis , 28 Mei 2020 : 00:00:00

Imbas ditutupnya beberapa gerai akibat pandemi Covid-19, PT.


Rabu , 27 Mei 2020 : 00:00:00

Anggota Ombudsman Laode Ida mengungkapkan alasan mengapa harga.


Rabu , 27 Mei 2020 : 00:00:00

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan meminta.


Rabu , 27 Mei 2020 : 00:00:00

Satu lagi ecommerce yang digandrungi perempuan, juga datang dari.


Rabu , 27 Mei 2020 : 00:00:00

Sudah hampir 2 bulan, desainer kondang Anne Avantie memproduksi.


Rabu , 27 Mei 2020 : 00:00:00

Bagi seorang pekerja kreatif yang workaholic, alias pekerja keras.