14 Muharram 1444 H / Jumat, 12 Agustus 2022
Profesor Ying Si Penemu Rapid Test Putuskan Berhijab
wajah | Selasa, 26 Mei 2020
Editor : Repes | Penulis : Antique Putra

Profesor Ying, penemu Rapid Test. [/sahijab]

Nama Profesor Jackie Ying mencuat, seiring ditemukannya alat uji COVID-19 tercepat atau rapid test pada tahun ini. Ying adalah pimpinan Lab NanoBio, perusahaan sains, teknologi, dan penelitian yang menemukan alat rapid test tersebut.

Seperti dikutip Sahijab dari laman Republika, Ying ternyata adalah seorang mualaf. Dia lahir di Taiwan pada 1966. Pada usia tujuh tahun, ia dan keluarganya pindah ke Singapura. Ayahnya seorang dosen Sastra China, di Nanyang University.

Sejak kecil, ia sangat menyukai ilmu pengetahuan, khususnya ilmu kimia. Namun, informasi soal kehidupan pribadinya tidak tersentuh.

Namun, dalam beberapa kali, profesor Ying mengisi program inspirasi di mana ia berbagi pengalaman tentang perubahan dan prestasi. Termasuk, bagaimana ia memilih Islam. Profesor Ying mengaku awalnya, selain bekerja hanya sedikit hal yang ia lakukan. Seperti mengajak putrinya ke taman.

Seiring perjalanan waktu, ada perubahan dalam hidupnya. Ia mengenal agama melalui teman baiknya saat belajar di Raffles Girls School. Barulah, pada usia 30 tahun, dia mulai membaca soal agama Islam. Dalam kesimpulannya, menurut Profesor Ying, Islam merupakan agama yang sederhana dan masuk akal.

Ketika menjadi Muslim, Profesor Ying mengaku tak ada reaksi negatif. Namun, koleganya tidak menghiraukan perubahan itu. Yang pasti, koleganya tidak lagi melihat sosok Profesor Ying yang tidak percaya dengan adanya Sang Pencipta di balik sistematika biologis kehidupan. Namun, seorang yang meyakini ada sesuatu yang Maha Besar di balik sistem kehidupan.

Setelah menjadi Muslim, Profesor Ying akhirnya bisa melaksanakan umroh. Sepulangnya dari umroh, dia mulai mengenakan hijab.

Sejak menjadi Muslim, Profesor Ying sangat aktif berdakwah di Yayasan Mandaki. Yayasan ini memiliki tujuan membantu pengembangan sumber daya komunitas Muslim Melayu di Singapura.

Kini, ia menjadi salah satu mentor di bawah Mendaki Project. Anak didik, di mana ia menjadi mentor, atau pemuda Muslim terinspirasi dan berniat masuk ke bidang Sains, ia memberi mereka kesempatan untuk membenamkan diri dalam proyek-proyek penelitian yang dilakukan di laboratoriumnya. [hijab]



Artikel Terbaru
pelalawan | Kamis, 11 Agustus 2022

Anggota DPRD Pelalawan Komisi II H. Abdullah berusaha menyampaikan persoalan PT TUM sampai ke.


riau | Rabu, 10 Agustus 2022

Seluruh jemaah haji Riau sudah kembali ke tanah air. Adalah jemaah haji dari Kloter 12 BTH.


politik | Rabu, 10 Agustus 2022

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan 17 dari 22 partai politik yang mendaftar telah lengkap.


pelalawan | Selasa, 9 Agustus 2022

Bupati Pelalawan H. Zukri Misran menyatakan sikapnya sikap dan kebijakannya akan berpihak kepada.


pasar | Selasa, 9 Agustus 2022

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan revisi Peraturan Presiden.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Tim Khusus (Timsus) tidak menemukan fakta.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Arman Hanis selaku kuasa hukum istri mantan Kadiv Provam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri.


pekanbaru | Selasa, 9 Agustus 2022

Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah.


pasar | Selasa, 9 Agustus 2022

Harga kelapa sawit periode 10 sampai 16 Agustus 2022 mengalami kenaikan pada setiap kelompok.


Agu 2022
12


Profesor Ying, penemu Rapid Test. [/sahijab]

Profesor Ying Si Penemu Rapid Test Putuskan Berhijab

wajah | Selasa, 26 Mei 2020
Editor : Repes | Penulis : Antique Putra

Nama Profesor Jackie Ying mencuat, seiring ditemukannya alat uji COVID-19 tercepat atau rapid test pada tahun ini. Ying adalah pimpinan Lab NanoBio, perusahaan sains, teknologi, dan penelitian yang menemukan alat rapid test tersebut.

Seperti dikutip Sahijab dari laman Republika, Ying ternyata adalah seorang mualaf. Dia lahir di Taiwan pada 1966. Pada usia tujuh tahun, ia dan keluarganya pindah ke Singapura. Ayahnya seorang dosen Sastra China, di Nanyang University.

Sejak kecil, ia sangat menyukai ilmu pengetahuan, khususnya ilmu kimia. Namun, informasi soal kehidupan pribadinya tidak tersentuh.

Namun, dalam beberapa kali, profesor Ying mengisi program inspirasi di mana ia berbagi pengalaman tentang perubahan dan prestasi. Termasuk, bagaimana ia memilih Islam. Profesor Ying mengaku awalnya, selain bekerja hanya sedikit hal yang ia lakukan. Seperti mengajak putrinya ke taman.

Seiring perjalanan waktu, ada perubahan dalam hidupnya. Ia mengenal agama melalui teman baiknya saat belajar di Raffles Girls School. Barulah, pada usia 30 tahun, dia mulai membaca soal agama Islam. Dalam kesimpulannya, menurut Profesor Ying, Islam merupakan agama yang sederhana dan masuk akal.

Ketika menjadi Muslim, Profesor Ying mengaku tak ada reaksi negatif. Namun, koleganya tidak menghiraukan perubahan itu. Yang pasti, koleganya tidak lagi melihat sosok Profesor Ying yang tidak percaya dengan adanya Sang Pencipta di balik sistematika biologis kehidupan. Namun, seorang yang meyakini ada sesuatu yang Maha Besar di balik sistem kehidupan.

Setelah menjadi Muslim, Profesor Ying akhirnya bisa melaksanakan umroh. Sepulangnya dari umroh, dia mulai mengenakan hijab.

Sejak menjadi Muslim, Profesor Ying sangat aktif berdakwah di Yayasan Mandaki. Yayasan ini memiliki tujuan membantu pengembangan sumber daya komunitas Muslim Melayu di Singapura.

Kini, ia menjadi salah satu mentor di bawah Mendaki Project. Anak didik, di mana ia menjadi mentor, atau pemuda Muslim terinspirasi dan berniat masuk ke bidang Sains, ia memberi mereka kesempatan untuk membenamkan diri dalam proyek-proyek penelitian yang dilakukan di laboratoriumnya. [hijab]


Artikel Terbaru

pelalawan | Kamis, 11 Agustus 2022

Anggota DPRD Pelalawan Komisi II H. Abdullah berusaha menyampaikan persoalan PT TUM sampai ke.


riau | Rabu, 10 Agustus 2022

Seluruh jemaah haji Riau sudah kembali ke tanah air. Adalah jemaah haji dari Kloter 12 BTH.


politik | Rabu, 10 Agustus 2022

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan 17 dari 22 partai politik yang mendaftar telah lengkap.


pelalawan | Selasa, 9 Agustus 2022

Bupati Pelalawan H. Zukri Misran menyatakan sikapnya sikap dan kebijakannya akan berpihak kepada.


pasar | Selasa, 9 Agustus 2022

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan revisi Peraturan Presiden.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Tim Khusus (Timsus) tidak menemukan fakta.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Arman Hanis selaku kuasa hukum istri mantan Kadiv Provam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri.


pekanbaru | Selasa, 9 Agustus 2022

Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah.


pasar | Selasa, 9 Agustus 2022

Harga kelapa sawit periode 10 sampai 16 Agustus 2022 mengalami kenaikan pada setiap kelompok.