16 Zulqaidah 1441 H / Selasa, 7 Juli 2020
Dampak Virus Corona
Ramayana Catatkan Kinerja Negatif
pasar | Kamis, 28 Mei 2020
Editor : Des Jamran | Penulis : Ahmad Nabhani
Ramayana Panam, Pekanbaru imbas Covid-19 yang akhirnya ditutup/net

PEKANBARUEXPRESS, JAKARTA – Imbas ditutupnya beberapa gerai akibat pandemi Covid-19, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) catatkan kinerja negatif. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, emiten ritel ini memprediksi pendapatan di kuartal pertama 2020 bisa turun 25% hingga 50% ketimbang periode yang sama tahun 2019 dengan potensi kemerosotan laba bersih lebih dari 75%.

 Meski demikian, pandemi Covid-19 ini tidak berdampak dalam pemenuhan kewajiban keuangan jangka pendek perusahaan tersebut. Upaya perseroan dalam mempertahankan kelangsungan usaha di tengah kondisi Pandemi Covid-19 adalah dengan mendorong penjualan secara online melalui website, WA, dan partner e-commerce serta fokus pada penjualan supermarket. Ramayana melaporkan telah memutuskan hubungan kerja dengan 421 karyawan. Sedangkan karyawan yang terdampak dengan status lain seperti pemotongan gaji mencapai 2.700 orang sejak Januari hingga saat ini.

 Hingga saat ini, jumlah karyawan tetap dan tidak tetap RALS mencapai 5.475 orang. Kendati kinerja keuangan Ramayana diperkirakan melambat pada kuartal I/2020, analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya meningkatkan rekomendasi saham untuk RALS dari trading buy atau trading beli menjadi hold atau tahan.

”Kami memperkirakan pelambatan kinerja pada kuartal I/2020 telah membuat harga sahamnya bergerak sesuai dengan valuasinya, meskipun ada risiko pandemi Covid-19 yang mungkin akan berlanjut di masa depan,” tulisnya dalam riset, Senin (13/4).

Terlepas dari perlambatan ekonomi pada kuartal IV/2019, sekuritas memperkirakan kinerja keuangan Ramayana juga akan memburuk pada tahun 2020 mengingat adanya penutupan beberapa pusat perbelanjaan yang sebagian besar berada di wilayah Jabodetabek.

Meskipun Ramayana juga memiliki toko sendiri, perseroan sendiri dilaporkan menutup sementara 15 gerainya pada bulan Maret dan bahkan menutup satu tokonya di Depok dengan mayoritas karyawan diberhentikan.

“Kami percaya dampak dari penutupan toko akan semakin mempengaruhi laba bersih perusahaan karena masih ada beban yang harus dikeluarkan. Saat ini RALS juga sedang berdiskusi dengan beberapa pemilik bangunan, termasuk Jakarta Intiland sebagai perusahan terafiliasi untuk bernegosiasi tentang biaya sewa,” ungkapnya.

 Pendapatan perseroan juga diprediksi bertumbuh tipis pada momentum Idul Fitri tahun ini sejalan dengan perpanjangan status darurat virus corona. Di sisi lain, pemerintah juga mengeluarkan stimulus sosial sebesar Rp110 triliun untuk kebutuhan pokok.

Hal ini akan membuat daya beli konsumen untuk pembelian pakaian melemah namun meningkat untuk pembelian bahan pokok dari lini supermarketnya. Terlebih karena orang yang berbelanja di ritel Ramayana adalah masyarakat menengah ke bawah yang kemungkinan masih akan berbelanja. (Neraca) 



Artikel Terbaru
pasar, Selasa, 7 Juli 2020

Pekan ini, Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 8 – 14 Juli  di tingkat.


meranti, Selasa, 7 Juli 2020

Pesisir Pulau Rangsang, Kepulaun Meranti, Provinsi Riau, terjadi karhutla lagi. Titik api berada tidak.


nusantara, Selasa, 7 Juli 2020

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) berdiri di saat dunia pers sedang risau dan galau hebat seiring.


olahraga, Senin, 6 Juli 2020

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat mengatakan penyelenggaraan Tour de Siak tahun ini.


wajah, Senin, 6 Juli 2020

Aktris Bolliwood, Priyanka Chopra terus melambungkan namanya di kancah film Hollywood. Kini, istri Nick.


hukum, Senin, 6 Juli 2020

Seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Bukit Tinggi, Sumatera Barat yang diduga mengendalikan.


hukum, Senin, 6 Juli 2020

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Yan Prana Jaya Indra Rasyid, Senin (6/7), pukul.


pekanbaru, Senin, 6 Juli 2020

Seekor bayi Gajah jantan hasil perkawinan Gajah binaan di Taman Wisata.


hukum, Minggu, 5 Juli 2020

Forum Pondok Pesantren (FPP) Priangan Timur menyesalkan pernyataan Denny Siregar yang menulis penyataan.


mancanegara, Jumat, 3 Juli 2020

Sebuah video yang beredar baru-baru ini membuat netizen sedih sekaligus marah. Video yang menggegerkan di.