16 Zulqaidah 1441 H / Selasa, 7 Juli 2020
Kaget Lihat Lonjakan Tagihan di Bulan Juni, PLN Siapkan Skema Penghitungan
pasar | Kamis, 4 Juni 2020
Editor : Des Jamran | Penulis : rmol
PLN/net

PEKANBARUEXPRESS, PEKANBARU-Perusahaan Listrik Negara (PLN) merilis skema penghitungan tagihan untuk melindungi pelanggan rumah tangga yang tagihan listriknya melonjak pada bulan Juni.

Kenaikan tarif tagihan listrik PLN terjadi akibat penagihan menggunakan rata-rata tiga bulan terakhir. Dengan skema tersebut, pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan pada bulan Juni lebih dari 20 persen dari pada bulan Mei, maka kenaikannya akan dibayar sebesar 40 persen, dan sisanya dibagi rata dalam tagihan 3 bulan ke depan.

Dikatakan Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN Bob Saril, skema tersebut dapat mengurangi keterkejutan sebagian pelanggan yang tagihannya meningkat tajam

“Dengan skema perlindungan terhadap lonjakan tersebut, PLN harus melakukan pemeriksaan data setiap pelanggan satu per satu, untuk memastikan supaya kebijakan tersebut tepat sasaran pada pelanggan yang mengalami lonjakan tidak normal,” ujar Bob Saril, Kamis (4/6) seperti dilansir Rmol.id

“Oleh karena itu, tagihan pelanggan yang biasanya sudah bisa dilihat pada tanggal 2 atau 3 pada tiap awal bulan, baru bisa diterbitkan dan bisa diakses pada tanggal 6 Juni,” tambahnya. Pada dua bulan terakhir, kata Bob, sebagian pelanggan PLN yang jumlah totalnya sekitar 75 juta, rekening bulanannya dihitung dari rata-rata 3 bulan terakhir pemakaian.

Hal tersevut akibat pemberlakuan PSBB di beberapa wilayah sebagai dampak dari pandemik Covid-19. Pada tagihan listrik bulan April dan Mei, sebagian pelanggan ditagih pembayarannya menggunakan rata-rata. “PLN berusaha mencari jalan keluar atas keluhan pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan hingga berlipat-lipat sehingga membebani pelanggan akibat adanya pandemi Covid-19,” jelasnya.

Dengan skema perlindungan terhadap lonjakan tersebut, lanjutnya, PLN mengatur kenaikan lonjakan tagihan pada bulan Juni maksimum naiknya adalah 40 persen dari tagihan bulan sebelumnya. “Sisa tagihan yang belum terbayar di bulan Juni atau 60 persen dari lonjakan tagihan akan dibagi rata dalam 3 bulan ke depan,” tandasnya.

 



Artikel Terbaru
meranti, Selasa, 7 Juli 2020

Pesisir Pulau Rangsang, Kepulaun Meranti, Provinsi Riau, terjadi karhutla lagi. Titik api berada tidak.


nusantara, Selasa, 7 Juli 2020
.

olahraga, Senin, 6 Juli 2020

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat mengatakan penyelenggaraan Tour de Siak tahun ini.


wajah, Senin, 6 Juli 2020

Aktris Bolliwood, Priyanka Chopra terus melambungkan namanya di kancah film Hollywood. Kini, istri Nick.


hukum, Senin, 6 Juli 2020

Seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Bukit Tinggi, Sumatera Barat yang diduga mengendalikan.


hukum, Senin, 6 Juli 2020

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Yan Prana Jaya Indra Rasyid, Senin (6/7), pukul.


pekanbaru, Senin, 6 Juli 2020

Seekor bayi Gajah jantan hasil perkawinan Gajah binaan di Taman Wisata.


hukum, Minggu, 5 Juli 2020

Forum Pondok Pesantren (FPP) Priangan Timur menyesalkan pernyataan Denny Siregar yang menulis penyataan.


mancanegara, Jumat, 3 Juli 2020

Sebuah video yang beredar baru-baru ini membuat netizen sedih sekaligus marah. Video yang menggegerkan di.


hukum, Jumat, 3 Juli 2020

Kepala Daerah di Kalimantan Timur bersama sejumlah lainnya ikut terjaring dalam operasi tangkap.