23 Zulqaidah 1441 H / Selasa, 14 Juli 2020
Pilkada Langsung, Mendagri Tito: Memberi Ruang Masyarakat Memilih Pemimpinnya
nusantara | Sabtu, 20 Juni 2020
Editor : Pitra Jaya | Penulis : Ahmad Satryo
Tito Karnavian /Rmol

PEKANBARUEXPRESS, JAKARTA--Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 yang sempat tertunda akibat pandemi virus corona baru (Covid-19) akhirnya tetap berlangsung mulai 15 Juni kemarin.

Belakangan, muncul kekhawatiran dari masyarakat terkait penyelenggaran pilkada ini, sehingga muncul usulan agar kepala daerah dipilih kembali oleh DPRD, atau pilkada tertutup. Dalam sebuah webinar yang diselenggarakan Nagara Institute dengan tajuk "Mengapa Kita Butuh Kepala Daerah?", Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian memberikan penjelasannya terkait penyelenggaraan pilkada langsung serentak di 270 daerah ini. 

"Spiritnya sangat baik, pilkada langsung ini sebagai indikator demokrasi, memberikan ruang kepada masyarakat memilih pemimpinnya sendiri secara langsung," ujar Tito Karnavian. Mantan Kapolri ini menilai, dengan cara pilkada langsung sudah barang tentu kepala daerah yang terpilih memiliki legitimasi yang cukup kuat dalam memimoin daerahnya.

Berbeda halnya, lanjut Tito Karnavian, jika pilkada dilangsungkan secara tertutup, atau diserahkan lagi pemilihannya melalui perwakilan partai politik di DPRD wilayah pemilihan.

"Pemimpin yang terpih diharapkan mendapatkan legitimasi yang kuat, karena dipilih secara langsung. Dan berikutnya membuka calon perseorangan yang di dalam sistem sebelumnya, saat dipilih DPRD, tidak dikenal," ungkapnya. Oleh karena itu, mantan Kapolda Papua ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpikir positif dalam penyelenggaran Pilkada Serentak 2020 di masa pandemik corona ini. 

"Kita melihat ada aspek positifnya, yaitu lahirnya pemimpin-pemimpin yang kalau melalui sistem pemilihan tertutup di DPRD tidak muncul. Justru yang terjadi adalah kader-kader partai yang kemudian didominasi partai-partai tertentu, dan tdk langsung dipilih rakyat," tutur Tito Karnavian seperti dikutip Rmol.id.

"Jadi kita tidak memunculkan pemimpin-pemimpin baru atau memunculkan kepemimpinan baru itu sulit. Maka dengan adanya pemilihan langsung calon perseorang bisa munncul, dan sistem kaderisasi partai yang baik juga bisa memunculkan calon-calon baru, wajah-wajah baru," pungkasnya menambahkan.

 



Artikel Terbaru
rohil, Selasa, 14 Juli 2020

Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hilir (Rohil) laksanakan pemusnahan Barang Bukti (BB) tindak Pidana Umum.


pekanbaru, Selasa, 14 Juli 2020

Tak terima dibayar 'kencan tidur'  dengan uang palsu Rp850 ribu, RP alias Riau (33).


pekanbaru, Kamis, 9 Juli 2020

SKK Migas Perwakilan Sumbagut bersama KKKS wilayah Riau, Kamis (9/7/2020) menyerahkan ratusan paket.


pasar, Selasa, 7 Juli 2020

Pekan ini, Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 8 – 14 Juli  di tingkat.


meranti, Selasa, 7 Juli 2020

Pesisir Pulau Rangsang, Kepulaun Meranti, Provinsi Riau, terjadi karhutla lagi. Titik api berada tidak.


nusantara, Selasa, 7 Juli 2020

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) berdiri di saat dunia pers sedang risau dan galau hebat seiring.


olahraga, Senin, 6 Juli 2020

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat mengatakan penyelenggaraan Tour de Siak tahun ini.


wajah, Senin, 6 Juli 2020

Aktris Bolliwood, Priyanka Chopra terus melambungkan namanya di kancah film Hollywood. Kini, istri Nick.


hukum, Senin, 6 Juli 2020

Seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Bukit Tinggi, Sumatera Barat yang diduga mengendalikan.


hukum, Senin, 6 Juli 2020

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Yan Prana Jaya Indra Rasyid, Senin (6/7), pukul.