20 Zulhijjah 1441 H / Senin, 10 Agustus 2020
BNN Riau ungkap peredaran ganja dikendalikan dari Lapas
Napi Lapas Sumbar Kendalikan Pengiriman Narkoba di Pekanbaru
hukum | Senin, 6 Juli 2020
Editor : Redpes | Penulis : Anggi Romadhoni
Ilustrasi.

Pekanbaru - Seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Bukit Tinggi, Sumatera Barat yang diduga mengendalikan pengiriman Narkoba dari Pekanbaru menuju Jakarta, kini menjadi incaran Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau. Napi ini disebut terlibat setelah aparat berhasil membongkar jaringannya di Pekanbaru.
 
Kepala Bidang Berantas BNN Riau Kompol Khodirin di Pekanbaru, Senin, mengatakan napi yang masih saja aktif mengendalikan narkoba itu berinisial SI. Terpidana ini diduga mengendalikan pengiriman narkoba dari Pekanbaru dengan tujuan Jakarta hingga Bali menggunakan jasa ekspedisi.

"Dia menggunakan kaki tangannya di Pekanbaru untuk mengirim daun haram itu menggunakan jasa pengiriman JNE dan Tiki," kata Khodirin.

Sementara kaki tangan SI yang berhasil ditangkap tim BNN adalah Ferry. Penangkapannya tersangka berawal dari dua pengiriman paket berisi ganja di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada 27 dan 30 Juni. Kala itu, petugas bandara menyita 11 kilogram ganja.

"Tujuan pengirimannya yang ini adalah Bali. Pelaku teridentifikasi dari rekaman CCTV, saat itu dia menggunakan jasa ojek online," ujarnya.

Pada 2 Juli 2020, BNN Riau mendapat informasi dari pihak JNE terkait adanya paket mencurigakan. Petugas membawa paket itu dan ternyata isinya empat paket besar ganja.

"Petugas memeriksa resi pengiriman dan dari sinilah diketahui alamat pengiriman," tuturnya.

Selanjutnya pada pukul 16.00 WIB dihari yang sama, petugas menangkap Feri di Jalan Kapau Sari, Kecamatan Tenayan Raya. Dari tersangka didapatkan bukti pengiriman yang cocok dengan laporan pihak JNE.

Kepada petugas, tersangka mengaku telah enam kali mengirim ganja menggunakan jasa pengiriman. Pada 27 Juni, tersangka mengirim 2 kilogram ganja tujuan Bali. Berikutnya pada yang sama juga mengirim 4 kilogram ganja tujuan Bekasi.

"Yang kedua ini diungkap BNN Jawa Barat," kata Khodirin.

Selanjutnya, tambah Khodirin, tersangka pada 29 Juni 2020 mengirim 5 kilogram ganja tujuan Lampung. Pengiriman ini sudah diungkap BNN Lampung. Dihari yang sama, tersangka juga mengirim 4 kilogram ganja.

"Untuk yang 4 kilogram tidak termonitor. Lalu pada 2 Juli tersangka mengirim 1 kilogram dan 4 kilogram tujuan berbeda, keduanya terungkap," sebut Khodirin.

Tersangka mengaku mengambil ganja itu di semak-semak tak jauh dari sebuah kampus di daerah Panam. Pengambilan itu atas perintah IS yang merupakan penghuni Lapas Bukittinggi.

"Ada 20 kilogram yang diambil, dia mendapat upah Rp 500 ribu per kilo," kata Khodirin.

Saat ini, BNN Riau masih terus menyelidiki SI yang kini masih mendekam di balik jeruji Lapas Bukittinggi.

Sumber: Antarariau

 

 



Artikel Terbaru
nusantara, Sabtu, 8 Agustus 2020

Pemerintah memutuskan pencairan gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN)/Pegawai Sipil Negara (PNS).


politik, Sabtu, 8 Agustus 2020

Pimpinan sidang pleno Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengetuk.


hukum, Sabtu, 8 Agustus 2020

Penyidik Bareskrim Mabes Polri memutuskan melakukan penahanan terhadap pengacara Djoko Tjandra, Anita Dewi.


pekanbaru, Sabtu, 8 Agustus 2020

PEKANBARUEXPRESS(JAKARTA )--Provinsi Riau, Sabtu (8/8/2020) hari ini ditemukan 50 kasus.


nusantara, Kamis, 6 Agustus 2020

Pemerintah berencana memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) corona kepada pekerja bergaji di bawah Rp5.


hukum, Kamis, 6 Agustus 2020

Pengusutan dugaan aliran dana atau gratifikasi Djoko Tjandra kini mulai dilakukan penyidikan. Tim penyidik.


politik, Kamis, 6 Agustus 2020

Posisi Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Gerindra dipastikan bakal tidak tergeser menyusul rencana.


inhu, Kamis, 6 Agustus 2020

Satu orang yang masuk kategori suspek covid-19 di Indragiri Hulu menjalani isolasi mandiri di rumah sakit..


inhu, Kamis, 6 Agustus 2020

 Keceriaan Abdal Gultom hanya bisa sesaat dirasakan oleh kedua orangtuanya. Pasalnya, anak berusia.


siak, Rabu, 5 Agustus 2020

Hari ini, Rabu (5/8-2020), Siak berada diperingkat terbanyak kasus penambahan pasien positif Covid-19,.