26 Zulhijjah 1442 H / Kamis, 5 Agustus 2021
Covid-19 Bikin Harga Minyak Turun
pasar | Sabtu, 26 September 2020
Editor : Putrajaya | Penulis : Whisnu

Ilustrasi

New York - Harga minyak mengalami penurunan pada akhir perdagangan Jumat (25/9/2020) bersamaan dengan melonjaknya kasus Covid-19 secara global dan meningkatnya pasokan minyak dalam beberapa minggu mendatang, setelah sehari sebelumnya membukukan kenaikan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan November turun 2 sen, menjadi US$ 41,92 per barel. Sementara minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) melemah 6 sen, menjadi US$ 40,25 per barel. Untuk minggu ini, minyak mentah WTI merosot 2,6 persen berdasarkan kontrak bulan depan, sementara patokan global Brent berkurang hampir 2,9 persen.

“Ada gelombang kedua Covid-19 yang menjangkiti pasar minyak pada saat ini dan itu menahan kami,” kata analis Price Futures Group Phil Flynn di Chicago.

Di konsumen minyak utama dunia, Amerika Serikat, infeksi meningkat di Midwest, sementara New York City, terpukul paling parah pada musim semi. Wilayah itu sedang mempertimbangkan penutupan. Lebih dari 200.000 orang telah meninggal karena virus di negara itu.

Konsumsi bahan bakar AS tetap lesu karena pandemi membatasi perjalanan dan menghambat pemulihan ekonomi. Rata-rata permintaan bensin selama empat minggu minggu lalu berada 9 persen di bawah tahun sebelumnya.

Di bagian lain dunia, peningkatan infeksi virus corona setiap hari mencapai rekor dan pembatasan baru diberlakukan untuk membatasi perjalanan.

Di India, produksi penyulingan minyak mentah pada Agustus turun 26 persen dari tahun lalu karena penurunan permintaan akibat pandemi menghambat aktivitas industri dan transportasi.

Libia baru-baru ini meningkatkan produksi.

Adapun ekspor minyak Iran telah meningkat tajam pada September yang bertentangan dengan sanksi AS.

Sumber:Reuters



Artikel Terbaru
pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.


Agu 2021
05


Ilustrasi

Covid-19 Bikin Harga Minyak Turun

pasar | Sabtu, 26 September 2020
Editor : Putrajaya | Penulis : Whisnu

New York - Harga minyak mengalami penurunan pada akhir perdagangan Jumat (25/9/2020) bersamaan dengan melonjaknya kasus Covid-19 secara global dan meningkatnya pasokan minyak dalam beberapa minggu mendatang, setelah sehari sebelumnya membukukan kenaikan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan November turun 2 sen, menjadi US$ 41,92 per barel. Sementara minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) melemah 6 sen, menjadi US$ 40,25 per barel. Untuk minggu ini, minyak mentah WTI merosot 2,6 persen berdasarkan kontrak bulan depan, sementara patokan global Brent berkurang hampir 2,9 persen.

“Ada gelombang kedua Covid-19 yang menjangkiti pasar minyak pada saat ini dan itu menahan kami,” kata analis Price Futures Group Phil Flynn di Chicago.

Di konsumen minyak utama dunia, Amerika Serikat, infeksi meningkat di Midwest, sementara New York City, terpukul paling parah pada musim semi. Wilayah itu sedang mempertimbangkan penutupan. Lebih dari 200.000 orang telah meninggal karena virus di negara itu.

Konsumsi bahan bakar AS tetap lesu karena pandemi membatasi perjalanan dan menghambat pemulihan ekonomi. Rata-rata permintaan bensin selama empat minggu minggu lalu berada 9 persen di bawah tahun sebelumnya.

Di bagian lain dunia, peningkatan infeksi virus corona setiap hari mencapai rekor dan pembatasan baru diberlakukan untuk membatasi perjalanan.

Di India, produksi penyulingan minyak mentah pada Agustus turun 26 persen dari tahun lalu karena penurunan permintaan akibat pandemi menghambat aktivitas industri dan transportasi.

Libia baru-baru ini meningkatkan produksi.

Adapun ekspor minyak Iran telah meningkat tajam pada September yang bertentangan dengan sanksi AS.

Sumber:Reuters


Artikel Terbaru

pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.