17 Safar 1443 H / Sabtu, 25 September 2021
Guru Pemilik Gading Gajah Ditangkap Saat Bertransaksi
hukum | Kamis, 12 November 2020
Editor : Red | Penulis : Med

Kapolda Riau menunjukkan sepasang gading gajah Sumatera yang disita dari kasus perdagangan satwa dilindungi, di Pekanbaru, Kamis (12/11). (Foto: ANTARA/FB Anggoro).

Pekanbaru - Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berhasil membongkar jaringan perdagangan organ satwa di lindungi. Tiga orang tersangka berhasil diamankan. Salah satunya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Riau.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi mengungkapkan, tiga tersangka yang saat ini sudah ditahan tersebut yakni YP (52), YS (52) dan WG (68). Sedangkan YP merupakan seorang guru di sebuah SMK Negeri di Bangko, Provinsi Jambi.

Menurut Andri, ketiga tersangka memiliki peran berbeda. "YP berperan sebagai pemilik (organ satwa dilindungi), dan menjadi perantara. Sedangkan WG merupakan calon pembeli," ucap Andri, Kamis (12/11/2020).

Pengungkapan kasus perdagangan satwa dilindungi ini terjadi di pinggir Jalan Lintas Pekanbaru-Kuansing, tepatnya di salah satu bengkel motor di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, pada Rabu (11/11/2020) sekitar pukul 11.00 WIB. 

Sebelum ketiganya ditangkap, petugas sempat membuntuti tersangka sejak dua hari sebelum transaksi. WG selaku calon pembeli sudah berada di rumah pemilik, YP.

"Kami sudah monitoring sejak beberapa bulan lalu. Sehari sebelum transaksi, polisi akhirnya mendapat kepastian akan kegiatan ilegal tersebut.

Menurut Andri, para tersangka menyepakati transaksi dilakukan pada 11 November, sehingga tim langsung bergerak dan melakukan penangkapan.  "Saat mereka melakukan transaksi, kita melakukan penangkapan," kata Andri.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan dua buah gading sepanjang 80 cm dalam sebuah karung goni, dan STNK di dalam 
mobil Toyota Avanza warna hitam. Mobil  dengan plat polisi BA 1486 BM itu ditumpangi para tersangka. 

Menurut para tersangka, gading gajah itu dibawa dari Jambi dan akan dijual di Pekanbaru. Sebelum dijual, gading disimpan pemiliknya di Kuansing.

Andri memperkirakan, gading gajah itu sudah berusian lama. Apalagi gading ini juga sudah diberi ukiran dengan gambar tertentu. "Kami libatkan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk penelitian," kata Andri.

Pengakuan tersangka, kegiatan ilegal itu merupakan yang pertama dilakukan. Namun, polisi tidak bisa percaya begitu saja dan masih melakukan pendalaman.

"Kemungkinan-kemungkinan mereka sudah bermain lama itu pasti ada. Rencananya, gading gajah ini akan dijual seharga Rp100 juta," tutur Andri. (*/Ap)



Artikel Terbaru
kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


pekanbaru | Senin, 20 September 2021

Akibat pasokan vaksin Covid-19 yang tak mencukupi, sekitar 60 ribu warga Kota Pekanbaru terpaksa.


Sep 2021
25

Demokrat Riau: KLB Deli Serdang Ilegal | Tokoh Ini Bisa Dijadikan Sumber Inspirasi Kesuksesanmu | Kurang Percaya Diri, Coba Atasi dengan Cara Ini | Dispersip Kampar MoU dengan SMAN 1 Bangkinang Kota | Pangdam Jaya offside, Hormati Hukum Negara Bukan Hukum Rimba | 7 Jenis Usaha Rumahan yang Menguntungkan | Murid SDN 18 Tualang Terima Perlengkapan Sekolah |

Kapolda Riau menunjukkan sepasang gading gajah Sumatera yang disita dari kasus perdagangan satwa dilindungi, di Pekanbaru, Kamis (12/11). (Foto: ANTARA/FB Anggoro).

Guru Pemilik Gading Gajah Ditangkap Saat Bertransaksi

hukum | Kamis, 12 November 2020
Editor : Red | Penulis : Med

Pekanbaru - Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berhasil membongkar jaringan perdagangan organ satwa di lindungi. Tiga orang tersangka berhasil diamankan. Salah satunya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Riau.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi mengungkapkan, tiga tersangka yang saat ini sudah ditahan tersebut yakni YP (52), YS (52) dan WG (68). Sedangkan YP merupakan seorang guru di sebuah SMK Negeri di Bangko, Provinsi Jambi.

Menurut Andri, ketiga tersangka memiliki peran berbeda. "YP berperan sebagai pemilik (organ satwa dilindungi), dan menjadi perantara. Sedangkan WG merupakan calon pembeli," ucap Andri, Kamis (12/11/2020).

Pengungkapan kasus perdagangan satwa dilindungi ini terjadi di pinggir Jalan Lintas Pekanbaru-Kuansing, tepatnya di salah satu bengkel motor di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, pada Rabu (11/11/2020) sekitar pukul 11.00 WIB. 

Sebelum ketiganya ditangkap, petugas sempat membuntuti tersangka sejak dua hari sebelum transaksi. WG selaku calon pembeli sudah berada di rumah pemilik, YP.

"Kami sudah monitoring sejak beberapa bulan lalu. Sehari sebelum transaksi, polisi akhirnya mendapat kepastian akan kegiatan ilegal tersebut.

Menurut Andri, para tersangka menyepakati transaksi dilakukan pada 11 November, sehingga tim langsung bergerak dan melakukan penangkapan.  "Saat mereka melakukan transaksi, kita melakukan penangkapan," kata Andri.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan dua buah gading sepanjang 80 cm dalam sebuah karung goni, dan STNK di dalam 
mobil Toyota Avanza warna hitam. Mobil  dengan plat polisi BA 1486 BM itu ditumpangi para tersangka. 

Menurut para tersangka, gading gajah itu dibawa dari Jambi dan akan dijual di Pekanbaru. Sebelum dijual, gading disimpan pemiliknya di Kuansing.

Andri memperkirakan, gading gajah itu sudah berusian lama. Apalagi gading ini juga sudah diberi ukiran dengan gambar tertentu. "Kami libatkan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk penelitian," kata Andri.

Pengakuan tersangka, kegiatan ilegal itu merupakan yang pertama dilakukan. Namun, polisi tidak bisa percaya begitu saja dan masih melakukan pendalaman.

"Kemungkinan-kemungkinan mereka sudah bermain lama itu pasti ada. Rencananya, gading gajah ini akan dijual seharga Rp100 juta," tutur Andri. (*/Ap)


Artikel Terbaru

kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


pekanbaru | Senin, 20 September 2021

Akibat pasokan vaksin Covid-19 yang tak mencukupi, sekitar 60 ribu warga Kota Pekanbaru terpaksa.