20 Rajab 1442 H / Kamis, 4 Maret 2021
Pengambilalihan Blok Rokan Sejarah Baru Sektor Migas
politikus | Jumat, 1 Januari 2021
Editor : Putrajaya | Penulis : Rep

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto (Int)

JAKARTA - DPR menilai pengambilalihan Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina yang secara resmi bakal terjadi pada tanggal 9 Agustus 2021, merupakan tonggak sejarah baru dalam sektor migas di Tanah Air.

Dengan pengambilalihan ini, lanjutnya, tanggung jawab Pertamina ke depannya bagi pengelolaan hulu minyak nasional dinilai menjadi sangat besar sehingga perlu langkah-langkah korporasi yang cermat.

“Ini akan menjadi sejarah baru bagi pengelolaan hulu migas Indonesia, karena Pertamina menjadi dominan menguasai hampir sebesar 63 persen dari total produksi minyak nasional," kata anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (1/1).

Menurut Mulyanto, sekarang ini dari 10 KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama), kontribusi Pertamina terhadap total lifting nasional hanya sebesar 37 persen. Dengan pengambilalihan ini, lanjutnya, tanggung jawab Pertamina ke depannya bagi pengelolaan hulu minyak nasional dinilai menjadi sangat besar sehingga perlu langkah-langkah korporasi yang cermat.

Anggota Fraksi PKS ini juga meminta pemerintah realistis serta objektif dalam menentukan target lifting Blok ini berdasarkan potensi dan kemampuan yang dimiliki. Hal itu, masih menurut dia, karena kesalahan hitung target lifting dapat berpengaruh terhadap angka-angka asumsi makro pendapatan negara.

"Jadi tolong dihitung yang benar. Jangan asal-asalan atau sekedar mencari sensasi," ujar Mulyanto.

Mulyanto menyatakan dirinya tidak bermaksud mengecilkan kemampuan Pertamina mengeksplorasi kilang minyak di Blok Rokan. Dirinya bahkan senang jika Pertamina benar-benar dapat merealisasikan target lifting yang sudah dihitung secara cermat.

Namun, lanjutnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, target lifting terus menurun, begitu pula realisasi capaiannya. "Apalagi untuk alih kelola sumur-sumur tua, sementara saat ini masih dalam kondisi pandemi COVID 19 sehingga menimbulkan masalah dalam mobilisasi tenaga kerja dan alat kerja," paparnya.

Sebelumnya pihak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), RP Yudantoro, menyebutkan kepada media siap melakukan 44 pengeboran sumur pengembangan di tahun 2021 serta 182 pengeboran sumur pengembangan, injeksi uap, injeksi air dan injeksi kimia di tahun 2022 dalam rangka mengejar target 300 ribu barel per hari (bph).

Sumber: Republika



Artikel Terbaru
pasar | Rabu, 3 Maret 2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta para wajib pajak tidak menyuap pegawainya termasuk yang.


pasar | Rabu, 3 Maret 2021

Pertamina berkomitmen akan memaksimalkan potensi Blok Migas Rokan bukan saja untuk menyuplai.


riau | Selasa, 2 Maret 2021

Bagi orang yang telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 Sinovac, memang ada efek samping yang di.


pekanbaru | Selasa, 2 Maret 2021

Praka Dedy Irawan yang meningggal dalam \kontak senjata dengan terduga teroris dari kelompok.


inspiratif | Selasa, 2 Maret 2021

Septian Bramandita, content creator berhasil memeroleh pendapatan sekitar Rp 1 miliar di usianya.


wajah | Selasa, 2 Maret 2021

Kabar duka datang dari industri hiburan Tanah Air. Rina Gunawan menghembuskan napas terakhir.


nusantara | Selasa, 2 Maret 2021

Presiden Jokowi hari ini resmi mencabut lampiran tiga Peraturan Presiden Nomor 10/2021 tentang.


pasar | Minggu, 28 Februari 2021

Program vaksin gotong royong mendapat sambutan positif dari pengusaha. Tercatat sebanyak 7 ribu.


riau | Minggu, 28 Februari 2021

Di Riau, Ahad  (28/2/2021) jumlah kasus positif baru bertambah sebanyak 63 orang.sedangkan.


riau | Minggu, 28 Februari 2021

Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Kota Pekanbaru dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto (Int)

Pengambilalihan Blok Rokan Sejarah Baru Sektor Migas

politikus | Jumat, 1 Januari 2021
Editor : Putrajaya | Penulis : Rep

JAKARTA - DPR menilai pengambilalihan Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina yang secara resmi bakal terjadi pada tanggal 9 Agustus 2021, merupakan tonggak sejarah baru dalam sektor migas di Tanah Air.

Dengan pengambilalihan ini, lanjutnya, tanggung jawab Pertamina ke depannya bagi pengelolaan hulu minyak nasional dinilai menjadi sangat besar sehingga perlu langkah-langkah korporasi yang cermat.

“Ini akan menjadi sejarah baru bagi pengelolaan hulu migas Indonesia, karena Pertamina menjadi dominan menguasai hampir sebesar 63 persen dari total produksi minyak nasional," kata anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (1/1).

Menurut Mulyanto, sekarang ini dari 10 KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama), kontribusi Pertamina terhadap total lifting nasional hanya sebesar 37 persen. Dengan pengambilalihan ini, lanjutnya, tanggung jawab Pertamina ke depannya bagi pengelolaan hulu minyak nasional dinilai menjadi sangat besar sehingga perlu langkah-langkah korporasi yang cermat.

Anggota Fraksi PKS ini juga meminta pemerintah realistis serta objektif dalam menentukan target lifting Blok ini berdasarkan potensi dan kemampuan yang dimiliki. Hal itu, masih menurut dia, karena kesalahan hitung target lifting dapat berpengaruh terhadap angka-angka asumsi makro pendapatan negara.

"Jadi tolong dihitung yang benar. Jangan asal-asalan atau sekedar mencari sensasi," ujar Mulyanto.

Mulyanto menyatakan dirinya tidak bermaksud mengecilkan kemampuan Pertamina mengeksplorasi kilang minyak di Blok Rokan. Dirinya bahkan senang jika Pertamina benar-benar dapat merealisasikan target lifting yang sudah dihitung secara cermat.

Namun, lanjutnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, target lifting terus menurun, begitu pula realisasi capaiannya. "Apalagi untuk alih kelola sumur-sumur tua, sementara saat ini masih dalam kondisi pandemi COVID 19 sehingga menimbulkan masalah dalam mobilisasi tenaga kerja dan alat kerja," paparnya.

Sebelumnya pihak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), RP Yudantoro, menyebutkan kepada media siap melakukan 44 pengeboran sumur pengembangan di tahun 2021 serta 182 pengeboran sumur pengembangan, injeksi uap, injeksi air dan injeksi kimia di tahun 2022 dalam rangka mengejar target 300 ribu barel per hari (bph).

Sumber: Republika


Artikel Terbaru

pasar | Rabu, 3 Maret 2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta para wajib pajak tidak menyuap pegawainya termasuk yang.


pasar | Rabu, 3 Maret 2021

Pertamina berkomitmen akan memaksimalkan potensi Blok Migas Rokan bukan saja untuk menyuplai.


riau | Selasa, 2 Maret 2021

Bagi orang yang telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 Sinovac, memang ada efek samping yang di.


pekanbaru | Selasa, 2 Maret 2021

Praka Dedy Irawan yang meningggal dalam \kontak senjata dengan terduga teroris dari kelompok.


inspiratif | Selasa, 2 Maret 2021

Septian Bramandita, content creator berhasil memeroleh pendapatan sekitar Rp 1 miliar di usianya.


wajah | Selasa, 2 Maret 2021

Kabar duka datang dari industri hiburan Tanah Air. Rina Gunawan menghembuskan napas terakhir.


nusantara | Selasa, 2 Maret 2021

Presiden Jokowi hari ini resmi mencabut lampiran tiga Peraturan Presiden Nomor 10/2021 tentang.


pasar | Minggu, 28 Februari 2021

Program vaksin gotong royong mendapat sambutan positif dari pengusaha. Tercatat sebanyak 7 ribu.


riau | Minggu, 28 Februari 2021

Di Riau, Ahad  (28/2/2021) jumlah kasus positif baru bertambah sebanyak 63 orang.sedangkan.


riau | Minggu, 28 Februari 2021

Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Kota Pekanbaru dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi.