14 Rajab 1442 H / Jumat, 26 Februari 2021
Seleksi CPNS Untuk Guru Kembali Diadakan Tahun 2022 Mendatang, DPR : P3K Tidak Jelas
politik | Rabu, 6 Januari 2021
Editor : Putrajaya | Penulis : Eep

Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih

Artikel Popular

pelalawan | Rabu, 24 Februari 2021

pelalawan | Kamis, 25 Februari 2021

pasar | Senin, 22 Februari 2021

pekanbaru | Selasa, 23 Februari 2021

pasar | Jumat, 19 Februari 2021

JAKARTA - Terkait ditiadakan nya formasi guru pada seleksi Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) tahun 2021 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan pada tahun 2022 mendatang akan kembali melakukan seleksi CPNS untuk formasi guru.

Sementara di tahun 2021 ini, formasi guru difokuskan kepada rekrutmen 1 juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Demikian disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril, ditegaskanya kebijakan tersebut akan saling berjalan dan melengkapi.

"Formasi CPNS bagi guru tetap akan diadakan ke depannya, di samping perekrutan guru PPPK skala besar yang menjadi fokus pemerintah di tahun 2021. Kebijakan ini akan sejalan dan saling melengkapi," katanya dalam keterangan pers di kantor Kemendikbud.

Melalui kebijakan itu lanjutnya, Pemerintah, mendorong para guru honorer serta lulusan pendidikan profesi guru melamar menjadi guru P3K. Dipastikannya, kinerja guru sebagai P3K akan menjadi bagian dari pertimbangan penting dalam penerimaan CPNS.

 "Kemendikbud terus berupaya memperjuangkan agar para guru mendapatkan kesempatan memperjelas status dan meningkatkan kesejahteraannya," ujar Iwan.

Sementara DPR melalui Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih, menilai jika rekrutmen 1 juta guru P3K pada tahun 2021, dijadikan alasan atas hal itu oleh Pemerintah dinilai sangat tidak tepat.

Oleh karenanya Abdul Fikri Faqih, mendesak agar pemerintah memberi penjelasan soal rencana dihapusnya formasi guru dalam seleksi CPNS 2021 itu.

"Mengapa formasi guru dalam seleksi CPNS 2021 ini tidak dimasukan? jika memang benar Pemerintah menghapuskannya, apa alasannya? rekrutmen P3K? itu tidak bisa dijadikan alasan, P3K saja sampai sekarang masih tidak jelas," katanya.

Politisi PKS ini mengungkap soal rekrutmen P3K guru sebelumnya yang sudah membuat trauma para guru yang dijanjikan.

“Karena yang sudah diterima lulus tes, faktanya sudah 1 tahun lebih, belum terima SK,” ungkap dia.

Menurut Fikri, kebutuhan 960 ribu guru yang telah diumumkan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sebelumnya, dan kemudian disambut pengumuman Kemenpan RB yang hendak merekrut 1 juta ASN, harus jelas formulasinya.

“Pusat harus punya formulasi yang jelas sehingga bisa ditindaklanjuti oleh daerah, karena formasi itu juga harus diusulkan oleh Pemda sesuai kewenangannya,” imbuhnya.

Fikri menyontohkan soal rekrutmen P3K khususnya dari honorer K2, yang telah diterima 34.000 orang,  ternyata Pemda hanya mengusulkan 31.000 saja, sehingga itulah  formasi yang disediakan oleh Kemenpan RB.

“Artinya ada masalah dengan 3.000 orang yang sudah lulus tapi tidak diusulkan Pemda,” katanya.

Fikri juga mendesak adanya komunikasi intens antara Kemendikbud, Kemenpan RB, Kemenkeu dan Badan Kepegawaian Negara.

“Sehingga akan muncul formasi ideal yang realistis sesuai kemampuan keuangan negara dalam rekrutmen guru. Berapa CPNS dan berapa P3K yang dibutuhkan?” ujarnya.

Fikri mengingatkan soal rekomendasi Komisi X DPR RI untuk mengatasi problematika tentang guru sebelumnya.

“Guru harus memiliki kejelasan status, kejelasan kesejahteraan dan kejelasan jaminan sosialnya, baru kita akan berbicara tentang mutu guru ke depan harus memiliki kompetensi dan skill apa saja,” urainya.*



Artikel Terbaru
pelalawan | Kamis, 25 Februari 2021

Setelah melalui pemilihan secara alot,

akhirnya Dana Sipayung terpilih sebagai Ketua.


politik | Kamis, 25 Februari 2021

Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengungkap keterlibatan mantan anak.


politik | Kamis, 25 Februari 2021

Tiga pasangan gubernur dan wakil gubernur (wagub) untuk Provinsi Sumatra Barat, Kepulauan Riau,.


politik | Rabu, 24 Februari 2021

Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklaim tudingan.


riau | Rabu, 24 Februari 2021

Pemerintah Provinsi Riau menyatakan, pelantikan tiga kepala kepala daerah di Provinsi.


riau | Rabu, 24 Februari 2021

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri masih memproses usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.


pelalawan | Rabu, 24 Februari 2021

Tidak tinggal diam karena nama baiknya dicemarkan melalui media online, anggota Dewan Perwakilan.


pelalawan | Rabu, 24 Februari 2021

Satu unit rumah, di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, roboh hinga rata dengan tanah.


pekanbaru | Selasa, 23 Februari 2021

Bakti sosial donor darah sempena Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dan HUT ke-75 Persatuan Wartawan.


pekanbaru | Selasa, 23 Februari 2021

PWI Riau masih dalam rangkaian Hari Pers dan HUT PWI ke- 75, Selasa(23/2-2021)siang ini .


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih

Seleksi CPNS Untuk Guru Kembali Diadakan Tahun 2022 Mendatang, DPR : P3K Tidak Jelas

politik | Rabu, 6 Januari 2021
Editor : Putrajaya | Penulis : Eep

JAKARTA - Terkait ditiadakan nya formasi guru pada seleksi Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) tahun 2021 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan pada tahun 2022 mendatang akan kembali melakukan seleksi CPNS untuk formasi guru.

Sementara di tahun 2021 ini, formasi guru difokuskan kepada rekrutmen 1 juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Demikian disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril, ditegaskanya kebijakan tersebut akan saling berjalan dan melengkapi.

"Formasi CPNS bagi guru tetap akan diadakan ke depannya, di samping perekrutan guru PPPK skala besar yang menjadi fokus pemerintah di tahun 2021. Kebijakan ini akan sejalan dan saling melengkapi," katanya dalam keterangan pers di kantor Kemendikbud.

Melalui kebijakan itu lanjutnya, Pemerintah, mendorong para guru honorer serta lulusan pendidikan profesi guru melamar menjadi guru P3K. Dipastikannya, kinerja guru sebagai P3K akan menjadi bagian dari pertimbangan penting dalam penerimaan CPNS.

 "Kemendikbud terus berupaya memperjuangkan agar para guru mendapatkan kesempatan memperjelas status dan meningkatkan kesejahteraannya," ujar Iwan.

Sementara DPR melalui Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih, menilai jika rekrutmen 1 juta guru P3K pada tahun 2021, dijadikan alasan atas hal itu oleh Pemerintah dinilai sangat tidak tepat.

Oleh karenanya Abdul Fikri Faqih, mendesak agar pemerintah memberi penjelasan soal rencana dihapusnya formasi guru dalam seleksi CPNS 2021 itu.

"Mengapa formasi guru dalam seleksi CPNS 2021 ini tidak dimasukan? jika memang benar Pemerintah menghapuskannya, apa alasannya? rekrutmen P3K? itu tidak bisa dijadikan alasan, P3K saja sampai sekarang masih tidak jelas," katanya.

Politisi PKS ini mengungkap soal rekrutmen P3K guru sebelumnya yang sudah membuat trauma para guru yang dijanjikan.

“Karena yang sudah diterima lulus tes, faktanya sudah 1 tahun lebih, belum terima SK,” ungkap dia.

Menurut Fikri, kebutuhan 960 ribu guru yang telah diumumkan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sebelumnya, dan kemudian disambut pengumuman Kemenpan RB yang hendak merekrut 1 juta ASN, harus jelas formulasinya.

“Pusat harus punya formulasi yang jelas sehingga bisa ditindaklanjuti oleh daerah, karena formasi itu juga harus diusulkan oleh Pemda sesuai kewenangannya,” imbuhnya.

Fikri menyontohkan soal rekrutmen P3K khususnya dari honorer K2, yang telah diterima 34.000 orang,  ternyata Pemda hanya mengusulkan 31.000 saja, sehingga itulah  formasi yang disediakan oleh Kemenpan RB.

“Artinya ada masalah dengan 3.000 orang yang sudah lulus tapi tidak diusulkan Pemda,” katanya.

Fikri juga mendesak adanya komunikasi intens antara Kemendikbud, Kemenpan RB, Kemenkeu dan Badan Kepegawaian Negara.

“Sehingga akan muncul formasi ideal yang realistis sesuai kemampuan keuangan negara dalam rekrutmen guru. Berapa CPNS dan berapa P3K yang dibutuhkan?” ujarnya.

Fikri mengingatkan soal rekomendasi Komisi X DPR RI untuk mengatasi problematika tentang guru sebelumnya.

“Guru harus memiliki kejelasan status, kejelasan kesejahteraan dan kejelasan jaminan sosialnya, baru kita akan berbicara tentang mutu guru ke depan harus memiliki kompetensi dan skill apa saja,” urainya.*


Artikel Terbaru

pelalawan | Kamis, 25 Februari 2021

Setelah melalui pemilihan secara alot,

akhirnya Dana Sipayung terpilih sebagai Ketua.


politik | Kamis, 25 Februari 2021

Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengungkap keterlibatan mantan anak.


politik | Kamis, 25 Februari 2021

Tiga pasangan gubernur dan wakil gubernur (wagub) untuk Provinsi Sumatra Barat, Kepulauan Riau,.


politik | Rabu, 24 Februari 2021

Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklaim tudingan.


riau | Rabu, 24 Februari 2021

Pemerintah Provinsi Riau menyatakan, pelantikan tiga kepala kepala daerah di Provinsi.


riau | Rabu, 24 Februari 2021

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri masih memproses usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.


pelalawan | Rabu, 24 Februari 2021

Tidak tinggal diam karena nama baiknya dicemarkan melalui media online, anggota Dewan Perwakilan.


pelalawan | Rabu, 24 Februari 2021

Satu unit rumah, di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, roboh hinga rata dengan tanah.


pekanbaru | Selasa, 23 Februari 2021

Bakti sosial donor darah sempena Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dan HUT ke-75 Persatuan Wartawan.


pekanbaru | Selasa, 23 Februari 2021

PWI Riau masih dalam rangkaian Hari Pers dan HUT PWI ke- 75, Selasa(23/2-2021)siang ini .