'
6 Jumadil Awwal 1444 H / Rabu, 30 November 2022
Wajah
wajah
politikus
politik
pasar
hukum
nusatara
otomotif
Polda Riau Bongkar Perdagangan Obat dan Kosmetik Illegal Secara Online
hukum | Rabu, 27 Januari 2021
Editor : Putra | Penulis : PE*
Ilustrasi

PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berhasil membongkar perdagangan obat dan kosmetik ilegal di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Puluhan jenis obat dan kosmetik berhasil disita. Selain itu, petugas juga menangkap satu orang pelaku berinisial TB.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Andri Sudarmadi mengatakan, penggrebekan perdagangan obat dan komestik ilega ini dilakukan Selasa (19/1/2021).
"Usaha ini beroperasi di salah satu rumah milik pelaku TB yang berlokasi di Perumahan Grand Mutiara, Jalan Mutiara, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru," ujar Andri kepada wartawan, Rabu (27/1/2021).

Ia menjelaskan, pelaku mengedarkan barang ilegal itu secara online, yakni melalui aplikasi e-commerce. Untuk mengungkap perdagangan ilegal ini, polisi melakukan penyamaran dengan cara memesan atau membeli produk kosmetik tersebut. Selanjutnya, petugas bertemu dengan kurir pengantar jasa ekspedisi yang mengantarkan kosmetik dan obat dari pelaku.

"Kita melakukan pengecekan terhadap kosmetik itu dan diketahui tidak dilengkapi dengan izin edar dari BPOM. Kita langsung melakukan pendalaman dan melakukan penggrebekan ke rumah pelaku. Benar saja kita temukan ada 27 jenis obat dan kosmetik yang diperjual belikan oleh pelaku," kata Andri.

Jenis obat dan kosmetik ilegal Obat dan kosmetik yang diperdagangkan tersangka dan berhasil disita yakni, Oestrogel 22 kotak, Oestradiol benzoate injection 25 kotak, Estradiol valerate injection usp/progynon depot 77 kotak, Reten five 17 kotak, Proluton depot 78 kotak, Diane-35 6 kotak, Duoton fort t.p. Injection 12 kotak. Ada pula Androcur 50 mg tablet 31 kotak, Zam-buk 14 kotak, Oc-35 9 kotak, Hyles 100 5 kotak, Androcur 100 mg tablet 5 kotak, Hiruscar postacne 6 kotak, Cyclo-progynova 157 kotak, Estromon 10 kotak L.D.B 4 Botol, Lamoon 18 kotak, Pherone (mask) 5 kotak, Extra white 1 kotak, Mesotherapy 5 kotak, Pherone ( capsules) 20 kotak, V-c injection 248 kotak, Luthione 1 kotak, Cindella 1 kotak, Vitamin C 1 kotak, Phenokinon “F” 920 kotak, dan Levonorgestrel and quinestrol tablets 2.120 kotak.

"Pelaku sudah kita amankan dan kini sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut," sebut Kombes Pol Andri Sudarmadi.

Menurut Andri, pelaku akan dikenai  Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat 1 dan ayat 2 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan sebagaimana telah dirubah dengan pasal 60 UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan/atau Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1 hruf i dan j UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.



Artikel Terbaru

Ekspedisi Susur Sungai Kampar II Dimulai

Pemkab Persiapkan Upload Dokumen Laporan Kinerja Pj Bupati Triwulan II

Ketua TP PKK Kampar Deswita Kamsol Hadiri Rakornas PKK Tahun 2022

ASN Diminta Jaga Integritas, Lahirkan Ide Membangun Negeri

Pj Bupati Ramah Tamah dengan 469 ASN Purna Tugas

Waketum SMSI Buka Workshop Tehnik Menulis Feature Pariwisata
×
Polda Riau Bongkar Perdagangan Obat dan Kosmetik Illegal Secara Online
hukum | Rabu, 27 Januari 2021
Editor : Putra | Penulis : PE*
Ilustrasi

PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berhasil membongkar perdagangan obat dan kosmetik ilegal di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Puluhan jenis obat dan kosmetik berhasil disita. Selain itu, petugas juga menangkap satu orang pelaku berinisial TB.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Andri Sudarmadi mengatakan, penggrebekan perdagangan obat dan komestik ilega ini dilakukan Selasa (19/1/2021).
"Usaha ini beroperasi di salah satu rumah milik pelaku TB yang berlokasi di Perumahan Grand Mutiara, Jalan Mutiara, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru," ujar Andri kepada wartawan, Rabu (27/1/2021).

Ia menjelaskan, pelaku mengedarkan barang ilegal itu secara online, yakni melalui aplikasi e-commerce. Untuk mengungkap perdagangan ilegal ini, polisi melakukan penyamaran dengan cara memesan atau membeli produk kosmetik tersebut. Selanjutnya, petugas bertemu dengan kurir pengantar jasa ekspedisi yang mengantarkan kosmetik dan obat dari pelaku.

"Kita melakukan pengecekan terhadap kosmetik itu dan diketahui tidak dilengkapi dengan izin edar dari BPOM. Kita langsung melakukan pendalaman dan melakukan penggrebekan ke rumah pelaku. Benar saja kita temukan ada 27 jenis obat dan kosmetik yang diperjual belikan oleh pelaku," kata Andri.

Jenis obat dan kosmetik ilegal Obat dan kosmetik yang diperdagangkan tersangka dan berhasil disita yakni, Oestrogel 22 kotak, Oestradiol benzoate injection 25 kotak, Estradiol valerate injection usp/progynon depot 77 kotak, Reten five 17 kotak, Proluton depot 78 kotak, Diane-35 6 kotak, Duoton fort t.p. Injection 12 kotak. Ada pula Androcur 50 mg tablet 31 kotak, Zam-buk 14 kotak, Oc-35 9 kotak, Hyles 100 5 kotak, Androcur 100 mg tablet 5 kotak, Hiruscar postacne 6 kotak, Cyclo-progynova 157 kotak, Estromon 10 kotak L.D.B 4 Botol, Lamoon 18 kotak, Pherone (mask) 5 kotak, Extra white 1 kotak, Mesotherapy 5 kotak, Pherone ( capsules) 20 kotak, V-c injection 248 kotak, Luthione 1 kotak, Cindella 1 kotak, Vitamin C 1 kotak, Phenokinon “F” 920 kotak, dan Levonorgestrel and quinestrol tablets 2.120 kotak.

"Pelaku sudah kita amankan dan kini sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut," sebut Kombes Pol Andri Sudarmadi.

Menurut Andri, pelaku akan dikenai  Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat 1 dan ayat 2 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan sebagaimana telah dirubah dengan pasal 60 UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan/atau Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1 hruf i dan j UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

kampar | Selasa, 29 November 2022
Ekspedisi Susur Sungai Kampar II Dimulai
kampar | Selasa, 29 November 2022
Pj Bupati Ramah Tamah dengan 469 ASN Purna Tugas
kampar | Senin, 28 November 2022
Pemkab Gelar Rapat Evaluasi Pembangunan Kampar
kampar | Senin, 28 November 2022
Bersempena Hari Guru, PGRI Gelar Temu Ramah
kampar | Senin, 28 November 2022
PGRI Sukses Gelar Serangkaian Lomba Hari Guru
Inspiratif
inspiratif | Jumat, 4 November 2022
Anak Kecanduan Game Online? Ini Solusinya
inspiratif | Sabtu, 17 September 2022
Cara Atasi Ketiak Bau, walau Sudah Pakai Deodoran
inspiratif | Sabtu, 17 September 2022
Ini Makanan Enak, tapi Berpotensi Sebabkan Usus Buntu

Wajah
wajah | Senin, 7 November 2022
Ketika Ada Masalah, Mari Cari Solusi
wajah | Selasa, 18 Oktober 2022
Polri Pasti Bisa Seperti Emas 24 Karat
Wanita
wanita | Sabtu, 29 Oktober 2022
Skrining Kanker Payudara Bagi Wanita Itu Penting
wanita | Jumat, 5 Agustus 2022
Istiqomah Bersama dan Bermanfaat buat Umat
wanita | Sabtu, 18 Juni 2022
Penyebab Bibir Merah Warnanya
wanita | Minggu, 24 April 2022
Tampil Cantik di Hari Idul Fitri
Berita Unggulan
olahraga | Rabu, 23 November 2022
Tim PWI Riau Memimpin Cabor Catur Porwanas di Malang
Berita Pilihan


HOME


INDEX


POPULAR

×