19 Rabiul Awwal 1443 H / Selasa, 26 Oktober 2021
Politisi Demokrat Sebut Akun Twitternya Diretas 'Kakak Pembina'
politikus | Sabtu, 6 Maret 2021
Editor : Putrajaya | Penulis : Carlos KY Paath / CAR

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat (PD), Andi Arief

Jakarta – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat (PD), Andi Arief mengklaim Akun twitter miliknya telah diretas. Andi menyebut peretasan dilakukan oleh “Kakak Pembina”. Siapakah Kakak Pembina yang dimaksud Andi tersebut?

“Sejak malam ini bahwa akun twitter saya dikuasai oleh 'Kakak Pembina',” kata Andi dalam video yang dibagikan kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).
 
Andi tak menjabarkan secara spesifik pihak yang dimaksud sebagai “Kakak Pembina” tersebut. Menurut Andi, akunnya sudah berpindah tangan.
 
“Tidak di tangan saya lagi. Yang jelas tweet saya dalam 3-4 hari ini hilang yang menyangkut tentang KLB Partai Demokrat. Saya menduga ini dilakukan 'Kakak Pembina',” ungkap Andi.

Andi melayangkan keberatan kepada pihak Twitter Indonesia dan berharap akunnya dikembalikan.

“Karena ini pasti ada kerja sama antara Twitter Indonesia dengan 'Kakak Pembina'. Tolong bersikap fair, jujur, dan adil. Saya akan membuat akun baru dan saya mengecam Twitter Indonesia yang bekerja sama dengan 'Kakak Pembina',” demikian Andi.

Siapa sebenarnya kakak pembina yang dimaksud Andi Arief? Hingga kini, tidak ada satupun yang mengklaim sebagai kakak pembina para buzzer, termasuk mantan Panglima TNI yang kini menjadi Kepala KSP, Moeldoko.

Dikutip dari detik.com, pendiri Seword, Alifurrahman S Asyari menyebut istilah kakak pembina sebenarnya juga sudah umum digunakan di kalangan para penulis Seword.

"Kakak pembina yang dimaksud adalah sudut pandang admin kami. Bahwa ini pasti ada pimpinannya. Istilah kakak pembina sebenarnya ada juga di kalangan penulis Seword. Panggilan pada saya, selain bos, ketua, mas dan lain-lain," kata Alif beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, tak tahu siapa sebenarnya sosok kakak pembina. Istilah kakak pembina itu dipakai dalam undangan nonton bareng debat Pilpres 2019.

"Saya juga kurang tahu ya. Sebab itu cuma beberapa kali pertemuan saat nobar. Tapi memang selalu ada istilah itu, 'undangan dari kakak pembina'. Mungkin kalau (pakai kata) bos sudah biasa," ungkapnya.

Alif kemudian mencoba mengingat-ingat. Panggilan 'kakak pembina' dia ketahui pertama kali dari undangan via WhatsApp dari anggota tim media sosial Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Nama anggota tim media itu adalah Mbak Retha. 'Kakak Pembina' di undangan itu bertindak sebagai pihak pengundang.

"Dulu saya di WA sama siapa gitu, Mbak Retha, diundang nobar. Sebagai pendukung Jokowi ya datang aja. (Mbak Retha) Orang relawan di situ juga mas. Bagian yang menghubungi pegiat sosmed kayaknya," sambungnya.

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sempat membantah tudingan itu. Alif sendiri mengaku belum pernah bertemu dengan Moeldoko yang kerap diisukan oleh warganet sebagai sosok Kakak Pembina. Saat Pilpres 2019, Moeldoko menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

Sumber: Beritasatu



Artikel Terbaru
riau | Senin, 25 Oktober 2021

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Riau per 25 Oktober terdapat penambahan 16 kasus baru,.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mendata mayoritas sekolah yang melaksanakan.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Capaian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum di Kota Pekanbaru sudah lebih 70 persen. Total.



nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur,.


pasar | Senin, 25 Oktober 2021
.

nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Warga di Gang Gotong Royong, Munjul, Jakarta Timur mendengar dentuman keras saat dua rangkaian.


nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Presiden Joko Widodo meminta untuk regulasi hasil tes polymerase chain reaction (PCR) diubah.


nusantara | Senin, 25 Oktober 2021
.

riau | Sabtu, 23 Oktober 2021

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau Dr H Mahyudin MA.


Okt 2021
26


Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat (PD), Andi Arief

Politisi Demokrat Sebut Akun Twitternya Diretas 'Kakak Pembina'

politikus | Sabtu, 6 Maret 2021
Editor : Putrajaya | Penulis : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat (PD), Andi Arief mengklaim Akun twitter miliknya telah diretas. Andi menyebut peretasan dilakukan oleh “Kakak Pembina”. Siapakah Kakak Pembina yang dimaksud Andi tersebut?

“Sejak malam ini bahwa akun twitter saya dikuasai oleh 'Kakak Pembina',” kata Andi dalam video yang dibagikan kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).
 
Andi tak menjabarkan secara spesifik pihak yang dimaksud sebagai “Kakak Pembina” tersebut. Menurut Andi, akunnya sudah berpindah tangan.
 
“Tidak di tangan saya lagi. Yang jelas tweet saya dalam 3-4 hari ini hilang yang menyangkut tentang KLB Partai Demokrat. Saya menduga ini dilakukan 'Kakak Pembina',” ungkap Andi.

Andi melayangkan keberatan kepada pihak Twitter Indonesia dan berharap akunnya dikembalikan.

“Karena ini pasti ada kerja sama antara Twitter Indonesia dengan 'Kakak Pembina'. Tolong bersikap fair, jujur, dan adil. Saya akan membuat akun baru dan saya mengecam Twitter Indonesia yang bekerja sama dengan 'Kakak Pembina',” demikian Andi.

Siapa sebenarnya kakak pembina yang dimaksud Andi Arief? Hingga kini, tidak ada satupun yang mengklaim sebagai kakak pembina para buzzer, termasuk mantan Panglima TNI yang kini menjadi Kepala KSP, Moeldoko.

Dikutip dari detik.com, pendiri Seword, Alifurrahman S Asyari menyebut istilah kakak pembina sebenarnya juga sudah umum digunakan di kalangan para penulis Seword.

"Kakak pembina yang dimaksud adalah sudut pandang admin kami. Bahwa ini pasti ada pimpinannya. Istilah kakak pembina sebenarnya ada juga di kalangan penulis Seword. Panggilan pada saya, selain bos, ketua, mas dan lain-lain," kata Alif beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, tak tahu siapa sebenarnya sosok kakak pembina. Istilah kakak pembina itu dipakai dalam undangan nonton bareng debat Pilpres 2019.

"Saya juga kurang tahu ya. Sebab itu cuma beberapa kali pertemuan saat nobar. Tapi memang selalu ada istilah itu, 'undangan dari kakak pembina'. Mungkin kalau (pakai kata) bos sudah biasa," ungkapnya.

Alif kemudian mencoba mengingat-ingat. Panggilan 'kakak pembina' dia ketahui pertama kali dari undangan via WhatsApp dari anggota tim media sosial Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Nama anggota tim media itu adalah Mbak Retha. 'Kakak Pembina' di undangan itu bertindak sebagai pihak pengundang.

"Dulu saya di WA sama siapa gitu, Mbak Retha, diundang nobar. Sebagai pendukung Jokowi ya datang aja. (Mbak Retha) Orang relawan di situ juga mas. Bagian yang menghubungi pegiat sosmed kayaknya," sambungnya.

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sempat membantah tudingan itu. Alif sendiri mengaku belum pernah bertemu dengan Moeldoko yang kerap diisukan oleh warganet sebagai sosok Kakak Pembina. Saat Pilpres 2019, Moeldoko menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

Sumber: Beritasatu


Artikel Terbaru

riau | Senin, 25 Oktober 2021

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Riau per 25 Oktober terdapat penambahan 16 kasus baru,.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mendata mayoritas sekolah yang melaksanakan.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Capaian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum di Kota Pekanbaru sudah lebih 70 persen. Total.



nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur,.


pasar | Senin, 25 Oktober 2021
.

nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Warga di Gang Gotong Royong, Munjul, Jakarta Timur mendengar dentuman keras saat dua rangkaian.


nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Presiden Joko Widodo meminta untuk regulasi hasil tes polymerase chain reaction (PCR) diubah.


nusantara | Senin, 25 Oktober 2021
.

riau | Sabtu, 23 Oktober 2021

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau Dr H Mahyudin MA.