17 Safar 1443 H / Sabtu, 25 September 2021
Menag Yaqut Cari Formula Atasi Intoleransi di Momen Politik
nusantara | Minggu, 21 Maret 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (int)

JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berpendapat tingkat intoleransi meningkat saat menjelang pemilihan umum (pemilu) atau momentum politik lain.

Yaqut mengaku tengah mencari formula untuk mengatasi Intoleransi saat bertemu sebuah momentum politik.

"Saya tidak tahu ini perilaku semacam ini bagaimana formulasinya untuk menangani, tapi tentu kita tidak akan putus asa dan akan dari jalan keluarnya seperti apa," kata Yaqut dalam diskusi virtual bertajuk 'Survei Nasional Suara Anak Muda tentang Isu-isu Sosial Politik Bangsa' yang disiarkan virtual, Minggu (21/3).

Menurut Yaqut, dia melontarkan pernyataan soal peningkatan intoleransi saat momentum politik berdasarkan pengalamannya. Dia mengaku menyaksikan sendiri ketika pemilihan presiden tahun 2019 dan pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2017.

"Meski tanpa hasil survei, tapi merasakan tingkat intoleransi itu meningkat ketika bertemu dengan momentum politik," kata dia, "Ada momentum politik itu kemudian meningkatkan sikap intoleran atau radikalisme."

Yaqut menjelaskan saat menjelang pemilu, politisasi agama kerap dilakukan dan berulang. Isu agama dijadikan bahan untuk menggaet suara namun dampaknya meningkatkan intoleransi.

"Kita lihat saat pemilihan gubernur Pak Ahok dengan Pak Anies itu. Bagaimana isu agama menjadi dominan dan itu naik pesat dan itu terulang kembali ketika pilpres kemarin," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, masyarakat Indonesia masih banyak mempertimbangkan nilai agama Ketika mengambil keputusan.

Sebanyak 47,8 persen anak muda sering mempertimbangkan nilai agama dalam mengambil keputusan hidup. Sedangkan sebanyak 31, 5 persen menganggap sangat sering atau selalu.

Survei ini dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling sebanyak 206.983. Responden terdistribusi secara acak di seluruh nusantara dan pernah diwawancarai secara tatap muka langsung dalam rentang 2 tahun terakhir.

Sementara itu, toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei digelar pada Maret 2018-2020. Total survei sampel yang berhasil diwawancara sebanyak 1.200 responden warga negara Indonesia berusia 17-21 tahun.


sumber: CNN



Artikel Terbaru
kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


pekanbaru | Senin, 20 September 2021

Akibat pasokan vaksin Covid-19 yang tak mencukupi, sekitar 60 ribu warga Kota Pekanbaru terpaksa.


Sep 2021
25


Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (int)

Menag Yaqut Cari Formula Atasi Intoleransi di Momen Politik

nusantara | Minggu, 21 Maret 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berpendapat tingkat intoleransi meningkat saat menjelang pemilihan umum (pemilu) atau momentum politik lain.

Yaqut mengaku tengah mencari formula untuk mengatasi Intoleransi saat bertemu sebuah momentum politik.

"Saya tidak tahu ini perilaku semacam ini bagaimana formulasinya untuk menangani, tapi tentu kita tidak akan putus asa dan akan dari jalan keluarnya seperti apa," kata Yaqut dalam diskusi virtual bertajuk 'Survei Nasional Suara Anak Muda tentang Isu-isu Sosial Politik Bangsa' yang disiarkan virtual, Minggu (21/3).

Menurut Yaqut, dia melontarkan pernyataan soal peningkatan intoleransi saat momentum politik berdasarkan pengalamannya. Dia mengaku menyaksikan sendiri ketika pemilihan presiden tahun 2019 dan pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2017.

"Meski tanpa hasil survei, tapi merasakan tingkat intoleransi itu meningkat ketika bertemu dengan momentum politik," kata dia, "Ada momentum politik itu kemudian meningkatkan sikap intoleran atau radikalisme."

Yaqut menjelaskan saat menjelang pemilu, politisasi agama kerap dilakukan dan berulang. Isu agama dijadikan bahan untuk menggaet suara namun dampaknya meningkatkan intoleransi.

"Kita lihat saat pemilihan gubernur Pak Ahok dengan Pak Anies itu. Bagaimana isu agama menjadi dominan dan itu naik pesat dan itu terulang kembali ketika pilpres kemarin," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, masyarakat Indonesia masih banyak mempertimbangkan nilai agama Ketika mengambil keputusan.

Sebanyak 47,8 persen anak muda sering mempertimbangkan nilai agama dalam mengambil keputusan hidup. Sedangkan sebanyak 31, 5 persen menganggap sangat sering atau selalu.

Survei ini dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling sebanyak 206.983. Responden terdistribusi secara acak di seluruh nusantara dan pernah diwawancarai secara tatap muka langsung dalam rentang 2 tahun terakhir.

Sementara itu, toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei digelar pada Maret 2018-2020. Total survei sampel yang berhasil diwawancara sebanyak 1.200 responden warga negara Indonesia berusia 17-21 tahun.


sumber: CNN


Artikel Terbaru

kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


pekanbaru | Senin, 20 September 2021

Akibat pasokan vaksin Covid-19 yang tak mencukupi, sekitar 60 ribu warga Kota Pekanbaru terpaksa.