6 Syawwal 1442 H / Selasa, 18 Mei 2021
Tersangka Korupsi Dana Bansos
Juliari Batubara Kerap Gunakan Uang Negara Carter Pesawat 
hukum | Senin, 22 Maret 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Juliari Batubara kerap gunakan uang negara carter pesawat .

JAKARTA -- Mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara mengaku beberapa kali menyewa pesawat khusus menggunakan anggaran Kemensos kurun waktu 2020. Dia mengklaim kala itu ada keperluan dinas luar kota.

Demikian terungkap dalam persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (22/3). Juliari bersaksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

"Pernah [sewa pesawat khusus]. Sekitar 3-4 kali. Yang saya ingat pernah ke Luwu Utara lihat banjir kalau enggak salah, ke Natuna, kemudian ke Bali pernah sekali," ujar Juliari menjawab pertanyaan jaksa.

Jaksa lantas menyinggung daerah lainnya seperti Semarang dan Tanah Bumbu. Eks kader PDI Perjuangan (PDIP) itu pun lantas mengungkapkan bahwa ia juga pernah ke daerah tersebut dengan menyewa pesawat.

"Iya pernah. Itu [Tanah Bumbu] awal-awal Desember 2020," imbuhnya.

Dalam sidang ini, jaksa mendalami sumber dana yang digunakan Juliari untuk menyewa pesawat khusus tersebut.

Juliari mengatakan anggaran untuk menyewa pesawat dikoordinasikan melalui sekretaris pribadinya bernama Shelvi dengan bagian Biro Umum Kemensos di mana ketika itu dikepalai oleh Adi Wahyono.

Untuk diketahui, Juliari dan Adi sudah menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi bansos Covid-19 ini.

"Kalau pesawat sewa itu biasanya carter, anggaran biasanya yang mengurus keperluan seperti itu di Biro Umum. Karena kan Biro Umun membawahi tata usaha menteri, kemudian protokol," ucap Juliari.

Juliari menampik sumber anggaran penyewaan pesawat khusus berasal dari kutipan fee yang dikumpulkan oleh Adi Wahyono dari para rekanan penyedia bansos penanganan Covid-19.

"Dari mana Adi Wahyono melakukan pembayarannya?" tanya jaksa.

"Saya enggak tahu. Tapi saya berasumsi dari anggaran yang ada," sambung Juliari.

"Jangan berasumsi," tandas jaksa mengingatkan.

"Saya enggak mungkin [tahu] detail dari mana dapatnya," pungkas Juliari.

Dalam sidang ini, duduk sebagai terdakwa adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Keduanya didakwa telah menyuap Juliari dengan total Rp3,2 miliar guna memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bansos di Kementerian Sosial.

 

Sumber: CNN



Artikel Terbaru
riau | Sabtu, 15 Mei 2021

Gubernur Riau bersama dengan Forkopimda Riau dan Bupati Kampar melakukan peninjauan.


riau | Jumat, 14 Mei 2021

Kota Pekanbaru, masih berada diurutan atas di Riau dari segi penyebaran dan penambahan kasus.


pekanbaru | Jumat, 14 Mei 2021

Antisipasi penyebaran virus Corona,  bioskop di KotaPekanbaru kembali harus ditutup.


mancanegara | Jumat, 14 Mei 2021

Singapura mengumumkan akan menerapkan pembatasan ketat kegiatan sosial dan publik lainnya.


pasar | Jumat, 14 Mei 2021

Keberadaan teknologi kian hari berguna untuk memudahkan hidup manusia. Salah satunya dengan.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengoreksi kekuatan gempa bumi di Kabupaten.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Gempa bumi susulan mengguncang Nias Barat, Sumatera Utara, dengan magnitudo 5,2. Gempa ini.


riau | Jumat, 14 Mei 2021

Dua dari Tiga korban, Rajis Dikomira serta Fadil Irsandi umur 20 tahun  yang berencana.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatera Utara, Jumat (14/5-2021)..


pasar | Selasa, 11 Mei 2021

Hari Raya Lebaran merupakan momentum bagi sebagian orang untuk berkumpul dan bersilaturahmi.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Juliari Batubara kerap gunakan uang negara carter pesawat .

Tersangka Korupsi Dana Bansos

Juliari Batubara Kerap Gunakan Uang Negara Carter Pesawat 

hukum | Senin, 22 Maret 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara mengaku beberapa kali menyewa pesawat khusus menggunakan anggaran Kemensos kurun waktu 2020. Dia mengklaim kala itu ada keperluan dinas luar kota.

Demikian terungkap dalam persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (22/3). Juliari bersaksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

"Pernah [sewa pesawat khusus]. Sekitar 3-4 kali. Yang saya ingat pernah ke Luwu Utara lihat banjir kalau enggak salah, ke Natuna, kemudian ke Bali pernah sekali," ujar Juliari menjawab pertanyaan jaksa.

Jaksa lantas menyinggung daerah lainnya seperti Semarang dan Tanah Bumbu. Eks kader PDI Perjuangan (PDIP) itu pun lantas mengungkapkan bahwa ia juga pernah ke daerah tersebut dengan menyewa pesawat.

"Iya pernah. Itu [Tanah Bumbu] awal-awal Desember 2020," imbuhnya.

Dalam sidang ini, jaksa mendalami sumber dana yang digunakan Juliari untuk menyewa pesawat khusus tersebut.

Juliari mengatakan anggaran untuk menyewa pesawat dikoordinasikan melalui sekretaris pribadinya bernama Shelvi dengan bagian Biro Umum Kemensos di mana ketika itu dikepalai oleh Adi Wahyono.

Untuk diketahui, Juliari dan Adi sudah menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi bansos Covid-19 ini.

"Kalau pesawat sewa itu biasanya carter, anggaran biasanya yang mengurus keperluan seperti itu di Biro Umum. Karena kan Biro Umun membawahi tata usaha menteri, kemudian protokol," ucap Juliari.

Juliari menampik sumber anggaran penyewaan pesawat khusus berasal dari kutipan fee yang dikumpulkan oleh Adi Wahyono dari para rekanan penyedia bansos penanganan Covid-19.

"Dari mana Adi Wahyono melakukan pembayarannya?" tanya jaksa.

"Saya enggak tahu. Tapi saya berasumsi dari anggaran yang ada," sambung Juliari.

"Jangan berasumsi," tandas jaksa mengingatkan.

"Saya enggak mungkin [tahu] detail dari mana dapatnya," pungkas Juliari.

Dalam sidang ini, duduk sebagai terdakwa adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Keduanya didakwa telah menyuap Juliari dengan total Rp3,2 miliar guna memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bansos di Kementerian Sosial.

 

Sumber: CNN


Artikel Terbaru

riau | Sabtu, 15 Mei 2021

Gubernur Riau bersama dengan Forkopimda Riau dan Bupati Kampar melakukan peninjauan.


riau | Jumat, 14 Mei 2021

Kota Pekanbaru, masih berada diurutan atas di Riau dari segi penyebaran dan penambahan kasus.


pekanbaru | Jumat, 14 Mei 2021

Antisipasi penyebaran virus Corona,  bioskop di KotaPekanbaru kembali harus ditutup.


mancanegara | Jumat, 14 Mei 2021

Singapura mengumumkan akan menerapkan pembatasan ketat kegiatan sosial dan publik lainnya.


pasar | Jumat, 14 Mei 2021

Keberadaan teknologi kian hari berguna untuk memudahkan hidup manusia. Salah satunya dengan.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengoreksi kekuatan gempa bumi di Kabupaten.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Gempa bumi susulan mengguncang Nias Barat, Sumatera Utara, dengan magnitudo 5,2. Gempa ini.


riau | Jumat, 14 Mei 2021

Dua dari Tiga korban, Rajis Dikomira serta Fadil Irsandi umur 20 tahun  yang berencana.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatera Utara, Jumat (14/5-2021)..


pasar | Selasa, 11 Mei 2021

Hari Raya Lebaran merupakan momentum bagi sebagian orang untuk berkumpul dan bersilaturahmi.