6 Syawwal 1442 H / Selasa, 18 Mei 2021
Simpatisan Tak Gentar Kawal Rizieq Shihab di Persidangan
hukum | Sabtu, 27 Maret 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Aparat kepolisian membubarkan massa pendukung Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat, 26 Maret 2021. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

JAKARTA -- Suasana di depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur berasa panas pada Jumat (26/3). Barisan polisi membuat barikade, menutup jalan ke gerbang masuk pengadilan.

Ratusan polisi juga bersiaga di sejumlah titik sekitar PN Jaktim. Mereka berhadapan dengan massa simpatisan Rizieq Shihab yang datang mengawal sidang pembacaan eksepsi mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu.

Beberapa simpatisan berangkat dari luar Jakarta seperti Bogor dan Tangerang. Sayidil Karno, salah satunya. Pria 53 tahun itu datang bersama rombongannya sekitar 25 orang dari Bogor, Jawa Barat.

"Saya ingin melihat keadilan yang seadil-adilnya," kata Karno penuh percaya diri.

Karno tidak sempat melihat mobil yang membawa Rizieq dari Bareskrim ke Pengadilan. Padahal, ia berharap bisa melihat junjungannya.

Meski demikian, ia mengungkapkan perasaannya saat mengawal Rizieq yang sedang menjalani sidang di PN Jaktim.

"Cuman merasa getaran-getarannya. Rasa orang cinta gimana, kalo cinta itu pasti ketemu bergetar dong," kata Karno.

Karno mengatakan jika ada izin melihat Rizieq, kelompoknya pasti akan datang berduyun-duyun.

Sehari-hari, Karno bekerja sebagai buruh. Ia pun menyisihkan uangnya untuk menghadiri persidangan Rizieq.

"Kita patungan rame-rame kita join," kata Karno.

Mantan Imam Besar FPI, Rizieq Shihab pergi meninggalkan PN Jaktim usai membacakan eksepsi atas tiga perkara yang menjeratnya, Jumat (26/3)Rizieq Shihab di dalam kendaraan tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (26/3) CNN Indonesia/Yulia Adiningsih

Karno menilai penegakan hukum di Indonesia tebang pilih. Ia menyebut banyak kasus kerumunan yang ditimbulkan tokoh masyarakat. Namun, mereka tidak dipenjara sebagaimana Rizieq.

"Pengadilan sekarang ini enggak fair," kata Karno.

Meski ribuan personel polisi diterjunkan untuk menjaga persidangan dan tidak jarang membubarkan massa simpatisan, Karno mengaku tidak merasa was-was sedikit pun.

"Enggak ada saya sedikit pun was-was membela ulama, para habaib," tegasnya.

Karno mengaku akan terus mengawal proses hukum Rizieq hingga panutannya itu dibebaskan.

"Terus akan saya ikuti sampai Habib Rizieq bener-bener bebas," ujarnya.

Sementara itu, seorang perempuan berinisial S mengaku datang dari Tangerang, Banten.

Ia bersama kedua temannya menumpang KRL dan turun di Stasiun Jatinegara. Mereka bahkan sempat tersesat karena tidak mengenal wilayah Jakarta Timur.

"Kita enggak tahu daerah sini," ucapnya.

S merasa Rizieq diperlakukan tidak adil. Ia marah ketika mengetahui Rizieq didorong-dorong saat persidangan pertama.

"Pas sidang pertama Habib diperlakukan seperti itu, kami sebagai pecintanya enggak terima," ungkapnya.

Menurutnya, jika Rizieq tidak diperlakukan seperti itu, ia dan rekan-rekannya tidak akan sampai mendatangi PN Jaktim.

"Kita kemari karena simpatik, bukannya ingin demo. Kalo beliau diperlakukan dengan adil kita enggak akan seperti ini," protesnya.

Polisi Dinilai Berlebihan

Karno sedang menaiki tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dekat PN Jaktim, sambil sesekali melihat massa Rizieq yang merapat di depan barikade aparat.

Ketika sesekali berhenti sambil berbicara, ia didatangi oleh polisi, ditanyai beberapa hal dan diminta pergi.

"Mau ngapain? Tempat ini steril, tempat ini steril," kata polisi tersebut.

Petugas Kepolisian membubarkan massa pendukung saat berlangsungnya sidang tatap muka lanjutan kasus pelanggaran protokol kesehatan dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jakarta, Jumat, 26 Maret 2021.

Karno mengatakan ia hendak makan di warung seberang pengadilan. Ia menghentikan pembicaraan dan pergi.

Menurut Karno, penjagaan polisi berlebihan. Ia juga merasa aparat tidak etis karena kerap memaksa para simpatisan menyingkir.

"Menghalau tanpa etika tanpa adab, ditarik-tarik saya enggak suka, sebab pengadilannya pengadilan umum yang siapapun bisa hadir," protesnya.

"Saya pikir berlebihan, massa dengan polisi banyakan polisi," tambahnya.

Seperti halnya Karno, S juga menilai penjagaan polisi berlebihan. Sebab, menurutnya, Rizieq bukan orang yang berbahaya.

"Penjagaan ketat seperti ini sebetulnya enggak pantes, beliau bukan manusia yang berbahaya," protesnya.

Sementara itu, puluhan simpatisan Rizieq sempat ricuh dan saling dorong dengan aparat di depan PN Jaktim.

"Saya enggak terima, polisi harusnya mengayomi, masa digituin," protes seorang ibu-ibu simpatisan Rizieq dengan suara lantang.

Kasus tersebut adalah kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan (nomor perkara: 221/Pid.B/2021/PN.Jkt.Tim); kasus dugaan terkait tes swab di RS Ummi Bogor (nomor perkara: 225/Pid.B/2021/PN.Jkt.Tim); serta kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Megamendung (nomor perkara: 226/Pid.B/2021/PN.Jkt.Tim).

sumber: CNN



Artikel Terbaru
riau | Sabtu, 15 Mei 2021

Gubernur Riau bersama dengan Forkopimda Riau dan Bupati Kampar melakukan peninjauan.


riau | Jumat, 14 Mei 2021

Kota Pekanbaru, masih berada diurutan atas di Riau dari segi penyebaran dan penambahan kasus.


pekanbaru | Jumat, 14 Mei 2021

Antisipasi penyebaran virus Corona,  bioskop di KotaPekanbaru kembali harus ditutup.


mancanegara | Jumat, 14 Mei 2021

Singapura mengumumkan akan menerapkan pembatasan ketat kegiatan sosial dan publik lainnya.


pasar | Jumat, 14 Mei 2021

Keberadaan teknologi kian hari berguna untuk memudahkan hidup manusia. Salah satunya dengan.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengoreksi kekuatan gempa bumi di Kabupaten.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Gempa bumi susulan mengguncang Nias Barat, Sumatera Utara, dengan magnitudo 5,2. Gempa ini.


riau | Jumat, 14 Mei 2021

Dua dari Tiga korban, Rajis Dikomira serta Fadil Irsandi umur 20 tahun  yang berencana.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatera Utara, Jumat (14/5-2021)..


pasar | Selasa, 11 Mei 2021

Hari Raya Lebaran merupakan momentum bagi sebagian orang untuk berkumpul dan bersilaturahmi.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Aparat kepolisian membubarkan massa pendukung Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat, 26 Maret 2021. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Simpatisan Tak Gentar Kawal Rizieq Shihab di Persidangan

hukum | Sabtu, 27 Maret 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Suasana di depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur berasa panas pada Jumat (26/3). Barisan polisi membuat barikade, menutup jalan ke gerbang masuk pengadilan.

Ratusan polisi juga bersiaga di sejumlah titik sekitar PN Jaktim. Mereka berhadapan dengan massa simpatisan Rizieq Shihab yang datang mengawal sidang pembacaan eksepsi mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu.

Beberapa simpatisan berangkat dari luar Jakarta seperti Bogor dan Tangerang. Sayidil Karno, salah satunya. Pria 53 tahun itu datang bersama rombongannya sekitar 25 orang dari Bogor, Jawa Barat.

"Saya ingin melihat keadilan yang seadil-adilnya," kata Karno penuh percaya diri.

Karno tidak sempat melihat mobil yang membawa Rizieq dari Bareskrim ke Pengadilan. Padahal, ia berharap bisa melihat junjungannya.

Meski demikian, ia mengungkapkan perasaannya saat mengawal Rizieq yang sedang menjalani sidang di PN Jaktim.

"Cuman merasa getaran-getarannya. Rasa orang cinta gimana, kalo cinta itu pasti ketemu bergetar dong," kata Karno.

Karno mengatakan jika ada izin melihat Rizieq, kelompoknya pasti akan datang berduyun-duyun.

Sehari-hari, Karno bekerja sebagai buruh. Ia pun menyisihkan uangnya untuk menghadiri persidangan Rizieq.

"Kita patungan rame-rame kita join," kata Karno.

Mantan Imam Besar FPI, Rizieq Shihab pergi meninggalkan PN Jaktim usai membacakan eksepsi atas tiga perkara yang menjeratnya, Jumat (26/3)Rizieq Shihab di dalam kendaraan tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (26/3) CNN Indonesia/Yulia Adiningsih

Karno menilai penegakan hukum di Indonesia tebang pilih. Ia menyebut banyak kasus kerumunan yang ditimbulkan tokoh masyarakat. Namun, mereka tidak dipenjara sebagaimana Rizieq.

"Pengadilan sekarang ini enggak fair," kata Karno.

Meski ribuan personel polisi diterjunkan untuk menjaga persidangan dan tidak jarang membubarkan massa simpatisan, Karno mengaku tidak merasa was-was sedikit pun.

"Enggak ada saya sedikit pun was-was membela ulama, para habaib," tegasnya.

Karno mengaku akan terus mengawal proses hukum Rizieq hingga panutannya itu dibebaskan.

"Terus akan saya ikuti sampai Habib Rizieq bener-bener bebas," ujarnya.

Sementara itu, seorang perempuan berinisial S mengaku datang dari Tangerang, Banten.

Ia bersama kedua temannya menumpang KRL dan turun di Stasiun Jatinegara. Mereka bahkan sempat tersesat karena tidak mengenal wilayah Jakarta Timur.

"Kita enggak tahu daerah sini," ucapnya.

S merasa Rizieq diperlakukan tidak adil. Ia marah ketika mengetahui Rizieq didorong-dorong saat persidangan pertama.

"Pas sidang pertama Habib diperlakukan seperti itu, kami sebagai pecintanya enggak terima," ungkapnya.

Menurutnya, jika Rizieq tidak diperlakukan seperti itu, ia dan rekan-rekannya tidak akan sampai mendatangi PN Jaktim.

"Kita kemari karena simpatik, bukannya ingin demo. Kalo beliau diperlakukan dengan adil kita enggak akan seperti ini," protesnya.

Polisi Dinilai Berlebihan

Karno sedang menaiki tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dekat PN Jaktim, sambil sesekali melihat massa Rizieq yang merapat di depan barikade aparat.

Ketika sesekali berhenti sambil berbicara, ia didatangi oleh polisi, ditanyai beberapa hal dan diminta pergi.

"Mau ngapain? Tempat ini steril, tempat ini steril," kata polisi tersebut.

Petugas Kepolisian membubarkan massa pendukung saat berlangsungnya sidang tatap muka lanjutan kasus pelanggaran protokol kesehatan dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jakarta, Jumat, 26 Maret 2021.

Karno mengatakan ia hendak makan di warung seberang pengadilan. Ia menghentikan pembicaraan dan pergi.

Menurut Karno, penjagaan polisi berlebihan. Ia juga merasa aparat tidak etis karena kerap memaksa para simpatisan menyingkir.

"Menghalau tanpa etika tanpa adab, ditarik-tarik saya enggak suka, sebab pengadilannya pengadilan umum yang siapapun bisa hadir," protesnya.

"Saya pikir berlebihan, massa dengan polisi banyakan polisi," tambahnya.

Seperti halnya Karno, S juga menilai penjagaan polisi berlebihan. Sebab, menurutnya, Rizieq bukan orang yang berbahaya.

"Penjagaan ketat seperti ini sebetulnya enggak pantes, beliau bukan manusia yang berbahaya," protesnya.

Sementara itu, puluhan simpatisan Rizieq sempat ricuh dan saling dorong dengan aparat di depan PN Jaktim.

"Saya enggak terima, polisi harusnya mengayomi, masa digituin," protes seorang ibu-ibu simpatisan Rizieq dengan suara lantang.

Kasus tersebut adalah kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan (nomor perkara: 221/Pid.B/2021/PN.Jkt.Tim); kasus dugaan terkait tes swab di RS Ummi Bogor (nomor perkara: 225/Pid.B/2021/PN.Jkt.Tim); serta kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Megamendung (nomor perkara: 226/Pid.B/2021/PN.Jkt.Tim).

sumber: CNN


Artikel Terbaru

riau | Sabtu, 15 Mei 2021

Gubernur Riau bersama dengan Forkopimda Riau dan Bupati Kampar melakukan peninjauan.


riau | Jumat, 14 Mei 2021

Kota Pekanbaru, masih berada diurutan atas di Riau dari segi penyebaran dan penambahan kasus.


pekanbaru | Jumat, 14 Mei 2021

Antisipasi penyebaran virus Corona,  bioskop di KotaPekanbaru kembali harus ditutup.


mancanegara | Jumat, 14 Mei 2021

Singapura mengumumkan akan menerapkan pembatasan ketat kegiatan sosial dan publik lainnya.


pasar | Jumat, 14 Mei 2021

Keberadaan teknologi kian hari berguna untuk memudahkan hidup manusia. Salah satunya dengan.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengoreksi kekuatan gempa bumi di Kabupaten.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Gempa bumi susulan mengguncang Nias Barat, Sumatera Utara, dengan magnitudo 5,2. Gempa ini.


riau | Jumat, 14 Mei 2021

Dua dari Tiga korban, Rajis Dikomira serta Fadil Irsandi umur 20 tahun  yang berencana.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatera Utara, Jumat (14/5-2021)..


pasar | Selasa, 11 Mei 2021

Hari Raya Lebaran merupakan momentum bagi sebagian orang untuk berkumpul dan bersilaturahmi.