8 Zulqaidah 1442 H / Jumat, 18 Juni 2021
Program Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Pelatihan Penerapan Blended Learning Menggunakan Metode Flipped Classroom di MAN 1 Kampar
opini | Senin, 29 Maret 2021
Editor : Molli Wahyuni | Penulis : Molli Wahyuni

Dosen Pendidikan Matematika Univesitas Pahlawan Tuanku Tambusai Dr. Molli Wahyuni, S.Si, M.Pd menjelaskan tentang materi metode kelas terbalik

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Kampar merupakan salah satu madrasah yang terkemuka di Kabupaten Kampar.Madrasah ini merupakan salah satu tumpuan masyarakat untuk menyekolahkan anak dengan kurikulum seimbang antara pelajaran umum dan agama Islam.

Persoalan  belajar dari rumah yang harus dilaksanakan saat ini dirasakan sangat mengubah pola pembelajaran di seluruh sekolah, tak terkecuali MAN 1 Kampar. Masa pandemi Covid-19 yang belum juga reda. Membuat MAN 1 Kampar juga harus mengikuti perpanjangan masa belajar dari rumah. Keterbatasan fisik untuk bertemu secara langsung antara guru dan peserta didik perlu diatasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, meskipun masih banyak kendala yang terjadi.

Pelaksanaan belajar dari rumah yang berjalan saat ini dilaksanakan oleh guru MAN 1 Kampar umumnya menggunakan grup-grup di media sosial Whatsapp atau memanfaatkan fitur di kelas digital Google Classroom. Adanya grup di media sosial atau kelas digital, memudahkan guru dan peserta didik untuk saling berinteraksi. Biasanya pemberian materi dan tugas (LKS) memanfaatkan grup atau kelas digital tersebut.

Pola pemberian materi pelajaran dan penugasan yang monoton seringkali membuat peserta didik merasa bosan dalam masa belajar dari rumah ini.

Salah satu model pembelajaran yang cukup relevan untuk diterapkan dalam rangka belajar dari rumah adalah model pembelajaran Flipped Classroom.

Gagasan seputar pendekatan kelas terbalik untuk instruksi bukanlah hal baru dalam arti bahwa banyak pendidik telah bereksperimen dengan membalikkan peran penyampaian konten tradisional dengan peran praktik atau pekerjaan rumah.

Banyak yang berpendapat bahwa definisi arus utama dari flipped classroom hanya “pengemasan ulang ide-ide lama” (Bergmann & Sams, 2014). Bergmann dan Sams (2014), dua pelopor pendekatan kelas terbalik, setuju bahwa ide konten pra-pengajaran sangat cocok dengan strategi di sekitar kelas yang dibalik. Pembelajaran terbalik juga telah didefinisikan oleh Flipped Learning Network sebagai, pendekatan pedagogis di mana instruksi langsung berpindah dari ruang belajar kelompok ke ruang belajar individu, dan ruang kelompok yang dihasilkan diubah menjadi lingkungan belajar yang dinamis dan interaktif di mana pendidik memandu siswa saat mereka menerapkan konsep dan terlibat secara kreatif dalam materi pelajaran (The Flipped Learning Network, 2014). Bergmann dan Sams (2012) membedakan antara istilah 'kelas terbalik' dan 'pembelajaran terbalik'.Flipped classroom tidak perlu mengarah pada Flipped Learning Network (FLN).Ada interpretasi yang berbeda dari pendekatan ini dan variasi terkait dalam strategi implementasi. Menurut Bergmann, Overmyer dan Wilie (2013) karakteristik flipped learning adalah:

        Peningkatan interaksi dan waktu kontak yang dipersonalisasi antara siswa dan guru;
        Siswa bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri;
        Peran guru bukanlah 'orang bijak di atas panggung', tetapi 'pemandu di samping';
        Campuran instruksi langsung dengan pembelajaran konstruktivis;
        Siswa yang tidak dapat menghadiri kelas karena sakit atau kegiatan ekstrakurikuler seperti atletik atau karyawisata, tidak ketinggalan;
        Konten dicapai secara permanen untuk ditinjau atau diperbaiki;
        Semua siswa terlibat dalam pembelajaran mereka;
        Semua siswa dapat menerima pendidikan yang dipersonalisasi.

Abeysekera dan Dawson (2015, p. 3) mendefinisikan karakteristik tipikal dari ruang kelas terbalik atau flipped classroomdalam pengaturan pendidikan tinggi berikut:

        Perubahan penggunaan waktu kelas;
        Perubahan penggunaan waktu di luar kelas;
        Melakukan kegiatan yang secara tradisional dianggap sebagai 'pekerjaan rumah' di kelas;
        Melakukan kegiatan yang secara tradisional dianggap sebagai pekerjaan kelas di luar kelas;
        Kegiatan di dalam kelas yang menekankan pada pembelajaran aktif, dan pemecahan masalah;
        Kegiatan pra-kelas dan pasca-kelas;
        Penggunaan teknologi, khususnya video;


Media video yang digunakan pada Flipped Classroom mempunyai karakteristik yang spesifik sehingga sering digunakan untuk media pembelajaran. Media video mempunyai kelebihan antara lain dapat menarik perhatian peserta didik meskipun dalam durasi yang singkat. Proses yang kompleks dari suatu pembelajaran dapat dipersiapkan sebelumnya oleh guru dan dapat direkam, sehingga pada saat pembelajaran di kelas guru dapat fokus untuk berdiskusi dengan peserta didik dan bertanya jawab untuk pendalaman materi.

Selama masa pandemic, para guru masih belum memahami bagaimana menerapkan model yang mendukung dalam kelancaran pembelajaran. Siswa dan orang tua juga merasakan ketidaknyamanan dalam proses pembelajaran yang bahkan dikatakan seperti “tidak belajar” karena terkesan dengan rutinitas pemberian tugas saja, dimana kedatangan ke sekolah hanya untuk mengantar tugas saja. Maka dari itu perlu diberikan pelatihan penerapan blended learning menggunakan model flipped classroom di MAN 1 Kampar  

            Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, tim memanfaatkan fasilitas di labor komputer sekolah yang dilengkapi dengan fasilitas internet. Pengabdian dilaksanakan pada 25-28 Februari 2021. Metode yang digunakan yakni metode pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dari sekolah mitra dengan melibatkan 20 orang guru. Kegiatan sebelum penerapan model blended learning, guru terlebih dahulu diberikan pembekalan tentang cara membuat video pembelajaran menggunakan aplikasi rekam layar screen omatic. Video tersebut digunakan sebagai penyajian materi untuk proses flipped classroom.

            Tim pelaksana pengabdian masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat pada hakikatnya merupakan bentuk dukungan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai terhadap peningkatan kualitas pendidikan di masa pandemi covid19. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dilihat dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tim kepada sekolah mitra sebagai berikut.

1. Pelatihan membuat video pembelajaran berbasis rekam layar.

Kegiatan ini merupakan tahapan yang perlu dilaksanakan untuk membimbing para guru membuat video pembelajaran rekam layar guna meningkatkan kemampuan guru dalam menyajikan materi pembelajaran di masa pandemi. Aplikasi video rekam layar yang digunakan adalah screencast o matic, sebagai salah satu aplikasi yang ringan dan mudah untuk dipelajari dan digunakan.

Para guru dilatih menggunakan aplikasi rekam layar ini, dengan merekam pemaparan power point materi pelajaran. Wajah guru terlihat langsung dalam video tersebut sehingga anak tetap merasakan hubungan komunikasi dengan guru mata pelajaran terkait, meski harus melalui video. Setiap guru menggunakan laptop yang lengkap dengan fasilitas internet untuk melakukan proses perekaman, dimana setiap video maksimal berdurasi 15 menit.

Memberikan video hasil karya guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk kreativitas guru dalam mengajar di masa pandemi ini. Video merupakan media yang sering digunakan sebagai input untuk belajar mandiri karena dapat diakses dan memungkinkan siswa untuk berhenti dan menonton kembali konten sesuai kebutuhan.

2.  Pelatihan Blended Learning

            Pelatihan blended learning diawali dengan penyajian materi tentang blended learning sebagai salah satu model pembelajaran yang dianjurkan pemerintah di masa pandemi ini. Metode yang digunakan adalah flipped classroom, karena waktu pertemuan siswa dengan guru di Semester Genap 2020/2021 sangat terbatas. Berikut ini salah satu ilustrasi dari pelaksanaan pembelajaran blended learning menggunakan metode flipped classroom:

Kelas terbalik ini didefinisikan sebagai strategi pembelajaran yang menggantikan ceramah tradisional dengan video atau screencast yang tersedia untuk siswa di luar waktu kelas.Di kelas, pekerjaan kemudian dikhususkan untuk pengalaman yang lebih interaktif dan langsung (Bull, Ferster, & Kjellstrom, 2012). Pengalaman belajar langsung atau aktif ini konsisten dengan prinsip konstruktivis karena mendukung proses di mana siswa membangun pemahaman sendiri berdasarkan pengetahuan yang ada dan pengalaman siswa (Bruner, 1960).

Pada pelatihan ini dilaksanakan simulasi pelaksanaan model blended learning menggunakan metode flipped classroom. Materi model pembelajaran blended learning menggunakan metode flipped classroom yang disampaikan kepada guru antara lain:

    Kegiatan di Rumah

    Guru secara langsung tampil synqronous selama 10 menit pertama (siswa mengikuti secara daring lengkap dengan atribut sekolah dari rumah masing-masing) dengan materi:

    Penjelasan singkat materi
    Langkah-langkah belajar
    Tagihan yang harus dicapai
    Rencana Evaluasi

    Mengirimkan video pembelajaran sebelum pembelajaran daring dilaksanakan

    Siswa mencatat poin-poin penting dari materi yang disampaikan
    Siswa mencatat pertanyaan yang akan disampaikan pada tatap muka di sekolah
    Siswa mengerjakan tugas sesuai dengan modul

    Kegiatan di Sekolah

    Guru melakukan review materi yang disampaikan di video
    Tanya jawab guru dan siswa
    Guru melakukan pengecekan tugas dan memberikan evaluasi formatif dalam bentuk soal, kuis dan pertanyaan langsung.
    Guru mendiskusikan hasil evaluasi pembelajaran yang telah dilaksanakan dan memberikan informasi rencana pembelajaran berikutnya.

 Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim pelaksana pengabdian dari Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai menunjukkan capaian yang telah dilaksanakan, yakni (1) terlaksananya pelatihan pembuatan video pembelajaran berbasis rekam layar sebagai media yang akan digunakan untuk penerapan model pembelajaran blended learning dengan metode flipped classroom, dan (2) terlaksananya pelatihan penerapan model pembelajaran blended learning dengan metode flipped classroom di MAN 1 Kampar .

Daftar Bacaan

Abeysekera, L., & Dawson, P. (2015). Motivation and cognitive load in the flipped
classroom: definition, rationale and a call for research. Higher Education
Research and Development, 34(1), 1–14.
https://doi.org/10.1080/07294360.2014.934336

Bergmann, J., & Sams, A. (2014). Flipped learning: Gateway to student engagement.
Learning & Leading with Technology, May 2014, 18-23.

Berrett, D. (2012). How ‘flipping’ the classroom can improve the traditional lecture. The
Chronicle of Higher Education, February 19, 2012. Overmyer, J. (2012). Flipped classrooms 101. Principal, September/October 2012, 46-
47.

Bramasta, Dandy Bayu. (2020). "Mengenal Apa Itu New Normal di Tengah Pandemi Corona...". Diakses tanggal 20 Mei 2020 dari https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/20/063100865/mengenal-apa-itu-new- normal-di- tengah-pandemi-corona-

Brian, A., and K.N. Volchenkova. (2016). Blended Learning: Definition, Models, Implication for Higher Education. Bulletin of the South Ural State University. Ser. Education. Educational Sciences. vol. 8, no.                                2,          pp.       24–30. Diaksesdari https://www.researchgate.net/publication/303815166_BLENDED_LEARNING_DEFINITIO N_M ODELS_IMPLICATIONS_FOR_HIGHER_EDUCATION

Bruner, J. (1960). The process of education. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Bull, G., Ferster, B., & Kjellstrom, W. (2012). Inventing the flipped classroom.
Learning & Leading with Technology, 40.1, August 2012, 10-12.

Chaeruman, Uwes A. (2020). Tips Implementasi Flipped Learning. Materi disajikan dalam Webinar APSTPI 2020.

Chaeruman, Uwes A. dan Santi Maudiarti. (2018). Quadrant of Blended Learning: a Proposed Conceptual Model for Designing Effective Blended Learning. Jurnal Pembelajaran Inovatif1(1) (2018): 1-5.Diakses pada tanggal 24 Mei 2020 dari http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jpi/article/view/5924/4373

Dziubal, Charles., et.al. (2018). Blended learning: the new normal and emerging technologies. International Journal of Educational Technology in Higher Education volume 15, Article number: 3. Diakses pada tanggal 24        Mei 2020    dari https://educationaltechnologyjournal.springeropen.com/articles/10.1186/s41239- 017-0087-5

Graham, Charles R. (2006). “ Blended Learning Systems: Definition, Current Trends, and Future Directions” dalam Bonk, J. Curtis dan Charles R. Graham (ed.). The Handbook of Blended Learning: Global Perspectives, Local Designs (pp. 3-21). Diakses dari https://books.google.co.id/books?id=2u2TxK06PwUC&printsec=frontcover&source =gb s_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q&f=false

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Lampung. (2020). Laporan Evaluasi Pelaksanaan Belajar dari Rumah. Tidak diterbitkan.

Soler, Rebeca., Juan Ramon Soler, Isabel Araya. (2017). Subjects in The Blended Learning Model Design. Theoretical Methodological Elements. Journal Social and Behavioral Sciences, 237, 2017, (771–777).    Diakses                     dari https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877042817301209

Thorne, K. (2003). Blended Learning: How to Integrate Online and Traditional Learning.  London, UK: Kogan Page Limited.

Yuniarto, Eko. (2015). Penerapan Evaluasi pada Blended Learning Berbasis Moodle dalam Pembelajaran Kimia di Perguruan Tinggi. Jurnal Likhitaprajna, 17(2), 65-85. Diakses dari http://likhitapradnya.wisnuwardhana.ac.id/index.php/likhitapradnya/article/view/17



Artikel Terbaru
kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Kondisi Kabupaten Kampar yang luasnya lebih kurang 11 Ribu kilometer persegi dengan penduduk.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur mengatakan, pengolahan sampah, dari sesuatu.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Si jago merah kembali melahap bangunan permanen Lantai II ruko Apotek Hikmah di Jalan Prof. M.


kampar | Kamis, 17 Juni 2021

Pemerintah Kabupaten Kampar, Kamis(17/6-2021) menyerahkan bantuan kepada warga Desa Pangkalan.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Sebanyak 10 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang difungsikan menjadi bus vaksinasi.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Pemerintah Pekanbaru untuk sementara harus menghentikan pelayanan vaksinasi tahap pertama di.


kampar | Rabu, 16 Juni 2021

Sebagai wujud perhatian sosial kepada masyarakat, Pemerintah Kampar, Rabu (16/6-2021).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Dalam rangka merayakan Hari Jadi Pekanbaru ke-237, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota.


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyebutkan ada 37 Kelurahan di Pekanbaru berstatus zona.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Dosen Pendidikan Matematika Univesitas Pahlawan Tuanku Tambusai Dr. Molli Wahyuni, S.Si, M.Pd menjelaskan tentang materi metode kelas terbalik

Program Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Pelatihan Penerapan Blended Learning Menggunakan Metode Flipped Classroom di MAN 1 Kampar

opini | Senin, 29 Maret 2021
Editor : Molli Wahyuni | Penulis : Molli Wahyuni

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Kampar merupakan salah satu madrasah yang terkemuka di Kabupaten Kampar.Madrasah ini merupakan salah satu tumpuan masyarakat untuk menyekolahkan anak dengan kurikulum seimbang antara pelajaran umum dan agama Islam.

Persoalan  belajar dari rumah yang harus dilaksanakan saat ini dirasakan sangat mengubah pola pembelajaran di seluruh sekolah, tak terkecuali MAN 1 Kampar. Masa pandemi Covid-19 yang belum juga reda. Membuat MAN 1 Kampar juga harus mengikuti perpanjangan masa belajar dari rumah. Keterbatasan fisik untuk bertemu secara langsung antara guru dan peserta didik perlu diatasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, meskipun masih banyak kendala yang terjadi.

Pelaksanaan belajar dari rumah yang berjalan saat ini dilaksanakan oleh guru MAN 1 Kampar umumnya menggunakan grup-grup di media sosial Whatsapp atau memanfaatkan fitur di kelas digital Google Classroom. Adanya grup di media sosial atau kelas digital, memudahkan guru dan peserta didik untuk saling berinteraksi. Biasanya pemberian materi dan tugas (LKS) memanfaatkan grup atau kelas digital tersebut.

Pola pemberian materi pelajaran dan penugasan yang monoton seringkali membuat peserta didik merasa bosan dalam masa belajar dari rumah ini.

Salah satu model pembelajaran yang cukup relevan untuk diterapkan dalam rangka belajar dari rumah adalah model pembelajaran Flipped Classroom.

Gagasan seputar pendekatan kelas terbalik untuk instruksi bukanlah hal baru dalam arti bahwa banyak pendidik telah bereksperimen dengan membalikkan peran penyampaian konten tradisional dengan peran praktik atau pekerjaan rumah.

Banyak yang berpendapat bahwa definisi arus utama dari flipped classroom hanya “pengemasan ulang ide-ide lama” (Bergmann & Sams, 2014). Bergmann dan Sams (2014), dua pelopor pendekatan kelas terbalik, setuju bahwa ide konten pra-pengajaran sangat cocok dengan strategi di sekitar kelas yang dibalik. Pembelajaran terbalik juga telah didefinisikan oleh Flipped Learning Network sebagai, pendekatan pedagogis di mana instruksi langsung berpindah dari ruang belajar kelompok ke ruang belajar individu, dan ruang kelompok yang dihasilkan diubah menjadi lingkungan belajar yang dinamis dan interaktif di mana pendidik memandu siswa saat mereka menerapkan konsep dan terlibat secara kreatif dalam materi pelajaran (The Flipped Learning Network, 2014). Bergmann dan Sams (2012) membedakan antara istilah 'kelas terbalik' dan 'pembelajaran terbalik'.Flipped classroom tidak perlu mengarah pada Flipped Learning Network (FLN).Ada interpretasi yang berbeda dari pendekatan ini dan variasi terkait dalam strategi implementasi. Menurut Bergmann, Overmyer dan Wilie (2013) karakteristik flipped learning adalah:

        Peningkatan interaksi dan waktu kontak yang dipersonalisasi antara siswa dan guru;
        Siswa bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri;
        Peran guru bukanlah 'orang bijak di atas panggung', tetapi 'pemandu di samping';
        Campuran instruksi langsung dengan pembelajaran konstruktivis;
        Siswa yang tidak dapat menghadiri kelas karena sakit atau kegiatan ekstrakurikuler seperti atletik atau karyawisata, tidak ketinggalan;
        Konten dicapai secara permanen untuk ditinjau atau diperbaiki;
        Semua siswa terlibat dalam pembelajaran mereka;
        Semua siswa dapat menerima pendidikan yang dipersonalisasi.

Abeysekera dan Dawson (2015, p. 3) mendefinisikan karakteristik tipikal dari ruang kelas terbalik atau flipped classroomdalam pengaturan pendidikan tinggi berikut:

        Perubahan penggunaan waktu kelas;
        Perubahan penggunaan waktu di luar kelas;
        Melakukan kegiatan yang secara tradisional dianggap sebagai 'pekerjaan rumah' di kelas;
        Melakukan kegiatan yang secara tradisional dianggap sebagai pekerjaan kelas di luar kelas;
        Kegiatan di dalam kelas yang menekankan pada pembelajaran aktif, dan pemecahan masalah;
        Kegiatan pra-kelas dan pasca-kelas;
        Penggunaan teknologi, khususnya video;


Media video yang digunakan pada Flipped Classroom mempunyai karakteristik yang spesifik sehingga sering digunakan untuk media pembelajaran. Media video mempunyai kelebihan antara lain dapat menarik perhatian peserta didik meskipun dalam durasi yang singkat. Proses yang kompleks dari suatu pembelajaran dapat dipersiapkan sebelumnya oleh guru dan dapat direkam, sehingga pada saat pembelajaran di kelas guru dapat fokus untuk berdiskusi dengan peserta didik dan bertanya jawab untuk pendalaman materi.

Selama masa pandemic, para guru masih belum memahami bagaimana menerapkan model yang mendukung dalam kelancaran pembelajaran. Siswa dan orang tua juga merasakan ketidaknyamanan dalam proses pembelajaran yang bahkan dikatakan seperti “tidak belajar” karena terkesan dengan rutinitas pemberian tugas saja, dimana kedatangan ke sekolah hanya untuk mengantar tugas saja. Maka dari itu perlu diberikan pelatihan penerapan blended learning menggunakan model flipped classroom di MAN 1 Kampar  

            Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, tim memanfaatkan fasilitas di labor komputer sekolah yang dilengkapi dengan fasilitas internet. Pengabdian dilaksanakan pada 25-28 Februari 2021. Metode yang digunakan yakni metode pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dari sekolah mitra dengan melibatkan 20 orang guru. Kegiatan sebelum penerapan model blended learning, guru terlebih dahulu diberikan pembekalan tentang cara membuat video pembelajaran menggunakan aplikasi rekam layar screen omatic. Video tersebut digunakan sebagai penyajian materi untuk proses flipped classroom.

            Tim pelaksana pengabdian masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat pada hakikatnya merupakan bentuk dukungan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai terhadap peningkatan kualitas pendidikan di masa pandemi covid19. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dilihat dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tim kepada sekolah mitra sebagai berikut.

1. Pelatihan membuat video pembelajaran berbasis rekam layar.

Kegiatan ini merupakan tahapan yang perlu dilaksanakan untuk membimbing para guru membuat video pembelajaran rekam layar guna meningkatkan kemampuan guru dalam menyajikan materi pembelajaran di masa pandemi. Aplikasi video rekam layar yang digunakan adalah screencast o matic, sebagai salah satu aplikasi yang ringan dan mudah untuk dipelajari dan digunakan.

Para guru dilatih menggunakan aplikasi rekam layar ini, dengan merekam pemaparan power point materi pelajaran. Wajah guru terlihat langsung dalam video tersebut sehingga anak tetap merasakan hubungan komunikasi dengan guru mata pelajaran terkait, meski harus melalui video. Setiap guru menggunakan laptop yang lengkap dengan fasilitas internet untuk melakukan proses perekaman, dimana setiap video maksimal berdurasi 15 menit.

Memberikan video hasil karya guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk kreativitas guru dalam mengajar di masa pandemi ini. Video merupakan media yang sering digunakan sebagai input untuk belajar mandiri karena dapat diakses dan memungkinkan siswa untuk berhenti dan menonton kembali konten sesuai kebutuhan.

2.  Pelatihan Blended Learning

            Pelatihan blended learning diawali dengan penyajian materi tentang blended learning sebagai salah satu model pembelajaran yang dianjurkan pemerintah di masa pandemi ini. Metode yang digunakan adalah flipped classroom, karena waktu pertemuan siswa dengan guru di Semester Genap 2020/2021 sangat terbatas. Berikut ini salah satu ilustrasi dari pelaksanaan pembelajaran blended learning menggunakan metode flipped classroom:

Kelas terbalik ini didefinisikan sebagai strategi pembelajaran yang menggantikan ceramah tradisional dengan video atau screencast yang tersedia untuk siswa di luar waktu kelas.Di kelas, pekerjaan kemudian dikhususkan untuk pengalaman yang lebih interaktif dan langsung (Bull, Ferster, & Kjellstrom, 2012). Pengalaman belajar langsung atau aktif ini konsisten dengan prinsip konstruktivis karena mendukung proses di mana siswa membangun pemahaman sendiri berdasarkan pengetahuan yang ada dan pengalaman siswa (Bruner, 1960).

Pada pelatihan ini dilaksanakan simulasi pelaksanaan model blended learning menggunakan metode flipped classroom. Materi model pembelajaran blended learning menggunakan metode flipped classroom yang disampaikan kepada guru antara lain:

    Kegiatan di Rumah

    Guru secara langsung tampil synqronous selama 10 menit pertama (siswa mengikuti secara daring lengkap dengan atribut sekolah dari rumah masing-masing) dengan materi:

    Penjelasan singkat materi
    Langkah-langkah belajar
    Tagihan yang harus dicapai
    Rencana Evaluasi

    Mengirimkan video pembelajaran sebelum pembelajaran daring dilaksanakan

    Siswa mencatat poin-poin penting dari materi yang disampaikan
    Siswa mencatat pertanyaan yang akan disampaikan pada tatap muka di sekolah
    Siswa mengerjakan tugas sesuai dengan modul

    Kegiatan di Sekolah

    Guru melakukan review materi yang disampaikan di video
    Tanya jawab guru dan siswa
    Guru melakukan pengecekan tugas dan memberikan evaluasi formatif dalam bentuk soal, kuis dan pertanyaan langsung.
    Guru mendiskusikan hasil evaluasi pembelajaran yang telah dilaksanakan dan memberikan informasi rencana pembelajaran berikutnya.

 Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim pelaksana pengabdian dari Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai menunjukkan capaian yang telah dilaksanakan, yakni (1) terlaksananya pelatihan pembuatan video pembelajaran berbasis rekam layar sebagai media yang akan digunakan untuk penerapan model pembelajaran blended learning dengan metode flipped classroom, dan (2) terlaksananya pelatihan penerapan model pembelajaran blended learning dengan metode flipped classroom di MAN 1 Kampar .

Daftar Bacaan

Abeysekera, L., & Dawson, P. (2015). Motivation and cognitive load in the flipped
classroom: definition, rationale and a call for research. Higher Education
Research and Development, 34(1), 1–14.
https://doi.org/10.1080/07294360.2014.934336

Bergmann, J., & Sams, A. (2014). Flipped learning: Gateway to student engagement.
Learning & Leading with Technology, May 2014, 18-23.

Berrett, D. (2012). How ‘flipping’ the classroom can improve the traditional lecture. The
Chronicle of Higher Education, February 19, 2012. Overmyer, J. (2012). Flipped classrooms 101. Principal, September/October 2012, 46-
47.

Bramasta, Dandy Bayu. (2020). "Mengenal Apa Itu New Normal di Tengah Pandemi Corona...". Diakses tanggal 20 Mei 2020 dari https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/20/063100865/mengenal-apa-itu-new- normal-di- tengah-pandemi-corona-

Brian, A., and K.N. Volchenkova. (2016). Blended Learning: Definition, Models, Implication for Higher Education. Bulletin of the South Ural State University. Ser. Education. Educational Sciences. vol. 8, no.                                2,          pp.       24–30. Diaksesdari https://www.researchgate.net/publication/303815166_BLENDED_LEARNING_DEFINITIO N_M ODELS_IMPLICATIONS_FOR_HIGHER_EDUCATION

Bruner, J. (1960). The process of education. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Bull, G., Ferster, B., & Kjellstrom, W. (2012). Inventing the flipped classroom.
Learning & Leading with Technology, 40.1, August 2012, 10-12.

Chaeruman, Uwes A. (2020). Tips Implementasi Flipped Learning. Materi disajikan dalam Webinar APSTPI 2020.

Chaeruman, Uwes A. dan Santi Maudiarti. (2018). Quadrant of Blended Learning: a Proposed Conceptual Model for Designing Effective Blended Learning. Jurnal Pembelajaran Inovatif1(1) (2018): 1-5.Diakses pada tanggal 24 Mei 2020 dari http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jpi/article/view/5924/4373

Dziubal, Charles., et.al. (2018). Blended learning: the new normal and emerging technologies. International Journal of Educational Technology in Higher Education volume 15, Article number: 3. Diakses pada tanggal 24        Mei 2020    dari https://educationaltechnologyjournal.springeropen.com/articles/10.1186/s41239- 017-0087-5

Graham, Charles R. (2006). “ Blended Learning Systems: Definition, Current Trends, and Future Directions” dalam Bonk, J. Curtis dan Charles R. Graham (ed.). The Handbook of Blended Learning: Global Perspectives, Local Designs (pp. 3-21). Diakses dari https://books.google.co.id/books?id=2u2TxK06PwUC&printsec=frontcover&source =gb s_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q&f=false

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Lampung. (2020). Laporan Evaluasi Pelaksanaan Belajar dari Rumah. Tidak diterbitkan.

Soler, Rebeca., Juan Ramon Soler, Isabel Araya. (2017). Subjects in The Blended Learning Model Design. Theoretical Methodological Elements. Journal Social and Behavioral Sciences, 237, 2017, (771–777).    Diakses                     dari https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877042817301209

Thorne, K. (2003). Blended Learning: How to Integrate Online and Traditional Learning.  London, UK: Kogan Page Limited.

Yuniarto, Eko. (2015). Penerapan Evaluasi pada Blended Learning Berbasis Moodle dalam Pembelajaran Kimia di Perguruan Tinggi. Jurnal Likhitaprajna, 17(2), 65-85. Diakses dari http://likhitapradnya.wisnuwardhana.ac.id/index.php/likhitapradnya/article/view/17


Artikel Terbaru

kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Kondisi Kabupaten Kampar yang luasnya lebih kurang 11 Ribu kilometer persegi dengan penduduk.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur mengatakan, pengolahan sampah, dari sesuatu.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Si jago merah kembali melahap bangunan permanen Lantai II ruko Apotek Hikmah di Jalan Prof. M.


kampar | Kamis, 17 Juni 2021

Pemerintah Kabupaten Kampar, Kamis(17/6-2021) menyerahkan bantuan kepada warga Desa Pangkalan.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Sebanyak 10 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang difungsikan menjadi bus vaksinasi.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Pemerintah Pekanbaru untuk sementara harus menghentikan pelayanan vaksinasi tahap pertama di.


kampar | Rabu, 16 Juni 2021

Sebagai wujud perhatian sosial kepada masyarakat, Pemerintah Kampar, Rabu (16/6-2021).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Dalam rangka merayakan Hari Jadi Pekanbaru ke-237, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota.


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyebutkan ada 37 Kelurahan di Pekanbaru berstatus zona.