6 Syawwal 1442 H / Selasa, 18 Mei 2021
Rupiah Bertahan di Posisi Rp14.525 Jelang Libur Paskah
pasar | Kamis, 1 April 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Rupiah tercatat mandek di posisi Rp14.525 pada Kamis (1/4) sore dibandingkan kemarin. Rupiah mandek karena aliran modal asing keluar (capital outflow). (FOTO/int)

JAKARTA -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.525 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (1/4) sore. Mata uang Garuda stagnan dibanding perdagangan Rabu (31/3) sore di level Rp14.525 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.577 per dolar AS atau melemah tipis dibandingkan posisi hari sebelumnya, yakni Rp14.572 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,01 persen, dolar Singapura melemah 0,08 persen, dolar Taiwan melemah 0,12 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,27 persen.

Kemudian, rupee India melemah 0,36 persen, yuan China melemah 0,31 persen dan bath Thailand terpantau melemah 0,17 persen. Hanya ringgit Malaysia dan peso Filipina yang menguat masing-masing 0,05 persen dan 0,02 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,06 persen, dolar Kanada melemah 0,14 persen dan franc Swiss melemah 0,25 persen. Sedangkan dolar Australia menguat 0,45 persen.

Analis sekaligus Direktur Utama PT Solid Gold Berjangka Dikki Soetopo menyebut keluarnya modal asing dari pasar obligasi menjadi penyebab tertahannya gerak rupiah pada hari ini. Hal tersebut terlihat dari kenaikan yield atau imbal hasil surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 2 basis poin ke 6,814 persen.

"Pergerakan yield berbanding terbalik dengan harga obligasi, saat harga turun maka yield akan naik. Begitu juga sebaliknya. Ketika harga turun, artinya terjadi aksi jual yang mensinyalkan capital outflow," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dilansir CNNIndonesia.com.

Meski demikian, capital outflow di pasar obligasi tak hanya terjadi hanya hari ini, melainkan telah berlangsung sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, sejak awal Januari hingga 29 Maret lalu, terjadi capital outflow sebesar Rp26 triliun di pasar obligasi.

Naiknya yield obligasi (Treasury) AS masih menjadi pemicu capital outflow di pasar obligasi. Ia mengatakan ekspektasi pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat dari perkiraan, serta kenaikan inflasi membuat pelaku pasar melepas Treasury dan membuat yield-nya naik.

Alhasil, selisih yield Treasury dengan Surat Berharga Negara (SBN) menjadi menyempit.

"Dengan status Indonesia yang merupakan negara emerging market, menyempitnya selisih yield membuat SBN menjadi kurang menarik, sehingga memicu capital outflow yang pada akhirnya menekan rupiah," tandasnya.


Sumber: CNN



Artikel Terbaru
riau | Sabtu, 15 Mei 2021

Gubernur Riau bersama dengan Forkopimda Riau dan Bupati Kampar melakukan peninjauan.


riau | Jumat, 14 Mei 2021

Kota Pekanbaru, masih berada diurutan atas di Riau dari segi penyebaran dan penambahan kasus.


pekanbaru | Jumat, 14 Mei 2021

Antisipasi penyebaran virus Corona,  bioskop di KotaPekanbaru kembali harus ditutup.


mancanegara | Jumat, 14 Mei 2021

Singapura mengumumkan akan menerapkan pembatasan ketat kegiatan sosial dan publik lainnya.


pasar | Jumat, 14 Mei 2021

Keberadaan teknologi kian hari berguna untuk memudahkan hidup manusia. Salah satunya dengan.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengoreksi kekuatan gempa bumi di Kabupaten.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Gempa bumi susulan mengguncang Nias Barat, Sumatera Utara, dengan magnitudo 5,2. Gempa ini.


riau | Jumat, 14 Mei 2021

Dua dari Tiga korban, Rajis Dikomira serta Fadil Irsandi umur 20 tahun  yang berencana.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatera Utara, Jumat (14/5-2021)..


pasar | Selasa, 11 Mei 2021

Hari Raya Lebaran merupakan momentum bagi sebagian orang untuk berkumpul dan bersilaturahmi.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Rupiah tercatat mandek di posisi Rp14.525 pada Kamis (1/4) sore dibandingkan kemarin. Rupiah mandek karena aliran modal asing keluar (capital outflow). (FOTO/int)

Rupiah Bertahan di Posisi Rp14.525 Jelang Libur Paskah

pasar | Kamis, 1 April 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.525 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (1/4) sore. Mata uang Garuda stagnan dibanding perdagangan Rabu (31/3) sore di level Rp14.525 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.577 per dolar AS atau melemah tipis dibandingkan posisi hari sebelumnya, yakni Rp14.572 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,01 persen, dolar Singapura melemah 0,08 persen, dolar Taiwan melemah 0,12 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,27 persen.

Kemudian, rupee India melemah 0,36 persen, yuan China melemah 0,31 persen dan bath Thailand terpantau melemah 0,17 persen. Hanya ringgit Malaysia dan peso Filipina yang menguat masing-masing 0,05 persen dan 0,02 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,06 persen, dolar Kanada melemah 0,14 persen dan franc Swiss melemah 0,25 persen. Sedangkan dolar Australia menguat 0,45 persen.

Analis sekaligus Direktur Utama PT Solid Gold Berjangka Dikki Soetopo menyebut keluarnya modal asing dari pasar obligasi menjadi penyebab tertahannya gerak rupiah pada hari ini. Hal tersebut terlihat dari kenaikan yield atau imbal hasil surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 2 basis poin ke 6,814 persen.

"Pergerakan yield berbanding terbalik dengan harga obligasi, saat harga turun maka yield akan naik. Begitu juga sebaliknya. Ketika harga turun, artinya terjadi aksi jual yang mensinyalkan capital outflow," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dilansir CNNIndonesia.com.

Meski demikian, capital outflow di pasar obligasi tak hanya terjadi hanya hari ini, melainkan telah berlangsung sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, sejak awal Januari hingga 29 Maret lalu, terjadi capital outflow sebesar Rp26 triliun di pasar obligasi.

Naiknya yield obligasi (Treasury) AS masih menjadi pemicu capital outflow di pasar obligasi. Ia mengatakan ekspektasi pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat dari perkiraan, serta kenaikan inflasi membuat pelaku pasar melepas Treasury dan membuat yield-nya naik.

Alhasil, selisih yield Treasury dengan Surat Berharga Negara (SBN) menjadi menyempit.

"Dengan status Indonesia yang merupakan negara emerging market, menyempitnya selisih yield membuat SBN menjadi kurang menarik, sehingga memicu capital outflow yang pada akhirnya menekan rupiah," tandasnya.


Sumber: CNN


Artikel Terbaru

riau | Sabtu, 15 Mei 2021

Gubernur Riau bersama dengan Forkopimda Riau dan Bupati Kampar melakukan peninjauan.


riau | Jumat, 14 Mei 2021

Kota Pekanbaru, masih berada diurutan atas di Riau dari segi penyebaran dan penambahan kasus.


pekanbaru | Jumat, 14 Mei 2021

Antisipasi penyebaran virus Corona,  bioskop di KotaPekanbaru kembali harus ditutup.


mancanegara | Jumat, 14 Mei 2021

Singapura mengumumkan akan menerapkan pembatasan ketat kegiatan sosial dan publik lainnya.


pasar | Jumat, 14 Mei 2021

Keberadaan teknologi kian hari berguna untuk memudahkan hidup manusia. Salah satunya dengan.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengoreksi kekuatan gempa bumi di Kabupaten.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Gempa bumi susulan mengguncang Nias Barat, Sumatera Utara, dengan magnitudo 5,2. Gempa ini.


riau | Jumat, 14 Mei 2021

Dua dari Tiga korban, Rajis Dikomira serta Fadil Irsandi umur 20 tahun  yang berencana.


nusantara | Jumat, 14 Mei 2021

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatera Utara, Jumat (14/5-2021)..


pasar | Selasa, 11 Mei 2021

Hari Raya Lebaran merupakan momentum bagi sebagian orang untuk berkumpul dan bersilaturahmi.