27 Zulhijjah 1442 H / Jumat, 6 Agustus 2021
Ini Kata Bos Kimia Farma, soal Dugaan Oknumnya Palsukan Proses Rapid Test
hukum | Rabu, 28 April 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Layanan rapid test di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara digerebek polisi pada Selasa, terkait adanya dugaan pemalsuan proses rapid test antigen. FOTO/ANTARA/INT

JAKARTA - PT Kimia Farma Tbk melalui cucu usahanya yaitu PT Kimia Farma Diagnostik, bersama pihak kepolisian, tengah menginvestigasi bersama atas proses penyelidikan oknum petugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnostika Bandara Kuala Namu yang diduga menggunakan alat rapid test antigen bekas. 

“Tindakan yang dilakukan oleh oknum petugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnsotik tersebut sangat merugikan Perusahaan dan sangat bertentangan dengan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan serta merupakan pelanggaran sangat berat atas tindakan dari oknum petugas layanan Rapid Test tersebut," ujar Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah Bulqini, melalui siaran pers pada Rabu, 28 April 2021. 

Adil mengatakan, jika petugas layanan tersebut terbukti bersalah, maka Kimia Farma akan memberikan hukuman berat sesuai ketentuan yang berlaku. 

Selain itu, Kimia Farma, kata Adil, akan mengevaluasi secara menyeluruh serta pengetatan monitoring pelaksanaan SOP di lapangan. "Sehingga hal tersebut tidak terulang kembali,” ucap dia. 

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara menangkap empat petugas layanan Rapid Test dari Kimia Farma pada 27 April 2021 di Bandara Kualanamu. Empat petugas itu diduga menggunakan alat rapid test antigen bekas kepada seluruh calon penumpang.

Saat ini, keempat petugas itu telah dibawa dan tengah menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara. 


Sumber: Tempo.co



Artikel Terbaru
pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.


Agu 2021
06


Layanan rapid test di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara digerebek polisi pada Selasa, terkait adanya dugaan pemalsuan proses rapid test antigen. FOTO/ANTARA/INT

Ini Kata Bos Kimia Farma, soal Dugaan Oknumnya Palsukan Proses Rapid Test

hukum | Rabu, 28 April 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA - PT Kimia Farma Tbk melalui cucu usahanya yaitu PT Kimia Farma Diagnostik, bersama pihak kepolisian, tengah menginvestigasi bersama atas proses penyelidikan oknum petugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnostika Bandara Kuala Namu yang diduga menggunakan alat rapid test antigen bekas. 

“Tindakan yang dilakukan oleh oknum petugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnsotik tersebut sangat merugikan Perusahaan dan sangat bertentangan dengan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan serta merupakan pelanggaran sangat berat atas tindakan dari oknum petugas layanan Rapid Test tersebut," ujar Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah Bulqini, melalui siaran pers pada Rabu, 28 April 2021. 

Adil mengatakan, jika petugas layanan tersebut terbukti bersalah, maka Kimia Farma akan memberikan hukuman berat sesuai ketentuan yang berlaku. 

Selain itu, Kimia Farma, kata Adil, akan mengevaluasi secara menyeluruh serta pengetatan monitoring pelaksanaan SOP di lapangan. "Sehingga hal tersebut tidak terulang kembali,” ucap dia. 

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara menangkap empat petugas layanan Rapid Test dari Kimia Farma pada 27 April 2021 di Bandara Kualanamu. Empat petugas itu diduga menggunakan alat rapid test antigen bekas kepada seluruh calon penumpang.

Saat ini, keempat petugas itu telah dibawa dan tengah menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara. 


Sumber: Tempo.co


Artikel Terbaru

pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.