8 Zulqaidah 1442 H / Jumat, 18 Juni 2021
KPU Usulkan Pemilu 2024 Dipercepat 21 April
politik | Minggu, 30 Mei 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra/int

JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra menyatakan telah mengusulkan ke pemerintah dan DPR RI agar Pemilu 2024 dipercepat dari 21 April menjadi 21 Februari.

"Kami menginginkan agar penyelenggaraan pemilu ini dipercepat untuk menghindari kekosongan pencalonan pilkada," kata Ilham saat memberi paparan pada acara diskusi virtual yang dilansir dari Antara, Minggu (30/5).

Ilham menerangkan pihaknya telah melakukan simulasi untuk mempercepat hari pemungutan suara pada Pemilu 2024. Jika pemilu tetap digelar April, pihaknya khawatir akan ada perselisihan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) yang memakan waktu semakin lama. Terlebih jika MK memutuskan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

"Jika ada putusan MK yang meminta PSU akan memakan waktu," ujar dia.

Di sisi lain, KPU juga mengusulkan ke pemerintah dan DPR agar pilkada turut digelar pada 20 November 2024.

Meski demikian, Ilham menekankan bahwa waktu pelaksanaan itu masih bersifat usulan. Perubahan tanggal itu, menurutnya, harus dibicarakan lebih lanjut dengan masukan dari berbagai pihak.

"Menurut kami Pemilu 2024 memerlukan energi dan biaya yang signifikan serta perhatian dari berbagai penyelenggara pemilu," kata dia menambahkan.

Ilham menyatakan telah menyampaikan usulan itu ke anggota dewan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI pekan ini.

Menurutnya, pihak DPR telah membentuk tim yang bertugas mempelajari usulan KPU, termasuk soal perubahan jadwal tersebut.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati meminta KPU melakukan simulasi pemilu dan pilkada yang nantinya akan digelar pada 2024 secara riil dan transparan.

Simulasi secara riil dibutuhkan agar ada perbaikan tata kelola terutama mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi saat Pemilu dan Pilkada 2024.

Berkaca pada Pemilu 2019, lebih dari 500 anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal dunia akibat kelelahan saat bertugas.

"Hasil kajian lintas disiplin Universitas Gadjah Mada menunjukkan petugas KPPS meninggal dunia karena manajemen risiko tidak ada. Misalnya, ketika petugas ingin bertanya ada masalah di TPS kepada siapa, itu juga harus dipersiapkan," ujar Khoirunnisa.

Sumber: CNN



Artikel Terbaru
kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Kondisi Kabupaten Kampar yang luasnya lebih kurang 11 Ribu kilometer persegi dengan penduduk.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur mengatakan, pengolahan sampah, dari sesuatu.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Si jago merah kembali melahap bangunan permanen Lantai II ruko Apotek Hikmah di Jalan Prof. M.


kampar | Kamis, 17 Juni 2021

Pemerintah Kabupaten Kampar, Kamis(17/6-2021) menyerahkan bantuan kepada warga Desa Pangkalan.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Sebanyak 10 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang difungsikan menjadi bus vaksinasi.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Pemerintah Pekanbaru untuk sementara harus menghentikan pelayanan vaksinasi tahap pertama di.


kampar | Rabu, 16 Juni 2021

Sebagai wujud perhatian sosial kepada masyarakat, Pemerintah Kampar, Rabu (16/6-2021).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Dalam rangka merayakan Hari Jadi Pekanbaru ke-237, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota.


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyebutkan ada 37 Kelurahan di Pekanbaru berstatus zona.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra/int

KPU Usulkan Pemilu 2024 Dipercepat 21 April

politik | Minggu, 30 Mei 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra menyatakan telah mengusulkan ke pemerintah dan DPR RI agar Pemilu 2024 dipercepat dari 21 April menjadi 21 Februari.

"Kami menginginkan agar penyelenggaraan pemilu ini dipercepat untuk menghindari kekosongan pencalonan pilkada," kata Ilham saat memberi paparan pada acara diskusi virtual yang dilansir dari Antara, Minggu (30/5).

Ilham menerangkan pihaknya telah melakukan simulasi untuk mempercepat hari pemungutan suara pada Pemilu 2024. Jika pemilu tetap digelar April, pihaknya khawatir akan ada perselisihan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) yang memakan waktu semakin lama. Terlebih jika MK memutuskan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

"Jika ada putusan MK yang meminta PSU akan memakan waktu," ujar dia.

Di sisi lain, KPU juga mengusulkan ke pemerintah dan DPR agar pilkada turut digelar pada 20 November 2024.

Meski demikian, Ilham menekankan bahwa waktu pelaksanaan itu masih bersifat usulan. Perubahan tanggal itu, menurutnya, harus dibicarakan lebih lanjut dengan masukan dari berbagai pihak.

"Menurut kami Pemilu 2024 memerlukan energi dan biaya yang signifikan serta perhatian dari berbagai penyelenggara pemilu," kata dia menambahkan.

Ilham menyatakan telah menyampaikan usulan itu ke anggota dewan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI pekan ini.

Menurutnya, pihak DPR telah membentuk tim yang bertugas mempelajari usulan KPU, termasuk soal perubahan jadwal tersebut.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati meminta KPU melakukan simulasi pemilu dan pilkada yang nantinya akan digelar pada 2024 secara riil dan transparan.

Simulasi secara riil dibutuhkan agar ada perbaikan tata kelola terutama mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi saat Pemilu dan Pilkada 2024.

Berkaca pada Pemilu 2019, lebih dari 500 anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal dunia akibat kelelahan saat bertugas.

"Hasil kajian lintas disiplin Universitas Gadjah Mada menunjukkan petugas KPPS meninggal dunia karena manajemen risiko tidak ada. Misalnya, ketika petugas ingin bertanya ada masalah di TPS kepada siapa, itu juga harus dipersiapkan," ujar Khoirunnisa.

Sumber: CNN


Artikel Terbaru

kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Kondisi Kabupaten Kampar yang luasnya lebih kurang 11 Ribu kilometer persegi dengan penduduk.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur mengatakan, pengolahan sampah, dari sesuatu.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Si jago merah kembali melahap bangunan permanen Lantai II ruko Apotek Hikmah di Jalan Prof. M.


kampar | Kamis, 17 Juni 2021

Pemerintah Kabupaten Kampar, Kamis(17/6-2021) menyerahkan bantuan kepada warga Desa Pangkalan.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Sebanyak 10 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang difungsikan menjadi bus vaksinasi.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Pemerintah Pekanbaru untuk sementara harus menghentikan pelayanan vaksinasi tahap pertama di.


kampar | Rabu, 16 Juni 2021

Sebagai wujud perhatian sosial kepada masyarakat, Pemerintah Kampar, Rabu (16/6-2021).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Dalam rangka merayakan Hari Jadi Pekanbaru ke-237, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota.


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyebutkan ada 37 Kelurahan di Pekanbaru berstatus zona.