26 Zulhijjah 1442 H / Kamis, 5 Agustus 2021
Gaya Hidup
Ahli: Sweat Band Tidak Bakar Lemak Perut
wanita | Sabtu, 5 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Ilustrasi: Pemakaian sweatband/int

JAKARTA -- Banyak orang meyakini penggunaan sweatband dapat membakar lemak dan meratakan perut. Namun, para ahli menganggap sweatband tidak memberikan efek positif terhadap tubuh penggunanya.

Seperti dilansir Boldsky, para peneliti menyatakan bahwa penggunaan sweatband akan membuat penggunanya mengeluarkan lebih banyak keringat.

Dengan demikian, berat yang turun kemungkinan besar adalah berat air. Sayangnya, berat tersebut akan kembali ketika penggunanya minum banyak air setelah berolahraga.

Melihat temuan ini, para peneliti mengimbau publik untuk tidak menggunakan sweatband ketika berolahraga.

Membentuk Badan Ideal
Beberapa hal menjadi pertimbangan, salah satunya adalah sweatband dinilai mempersulit menghilangkan lemak karena membuat penggunanya semakin sulit menggunakan otot perut dan membatasi jumlah kalori yang dibakar.

Sweatband juga akan membuat penggunanya kepanasan. Akhirnya, pengguna justru lebih sedikit olahraga.

Waist belt juga bisa membahayakan tubuh penggunanya karena mencegah penggunaan otot inti di daerah perut. Melakukan crunch dinilai lebih efektif untuk membentuk otot perut yang kuat dan stabil.

Pertimbangan lainnya adalah karena sweatband menekan lemak di daerah perut. Hal itu dinilai tidak sehat karena lemak tidak boleh dipadatkan dan seharusnya dihilangkan dari tubuh.

Lemak yang tidak sehat dapat menyebabkan hipertensi, stroke, dan penyakit lainnya.

Selain lemak, sweatband juga cenderung menekan pembuluh darah yang bisa mengganggu kelancaran sirkulasi darah di daerah perut.

Oleh sebab itu, peneliti menekankan sweatband tidak dapat membantu menghilangkan lemak di perut atau menurunkan berat badan. Penggunaan sweatband hanya memiliki efek sementara, bukan jangka panjang.

Tanpa diet serta olahraga yang tepat, sweatband pada dasarnya tidak baik untuk tubuh dan bisa menimbulkan efek buruk bagi penggunanya.

Namun, para ahli tetap menyatakan bahwa benda tersebut bisa digunakan sebagai alternatif untuk menguatkan perut.

 

Sumber: CNN



Artikel Terbaru
pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.


Agu 2021
05


Ilustrasi: Pemakaian sweatband/int

Gaya Hidup

Ahli: Sweat Band Tidak Bakar Lemak Perut

wanita | Sabtu, 5 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Banyak orang meyakini penggunaan sweatband dapat membakar lemak dan meratakan perut. Namun, para ahli menganggap sweatband tidak memberikan efek positif terhadap tubuh penggunanya.

Seperti dilansir Boldsky, para peneliti menyatakan bahwa penggunaan sweatband akan membuat penggunanya mengeluarkan lebih banyak keringat.

Dengan demikian, berat yang turun kemungkinan besar adalah berat air. Sayangnya, berat tersebut akan kembali ketika penggunanya minum banyak air setelah berolahraga.

Melihat temuan ini, para peneliti mengimbau publik untuk tidak menggunakan sweatband ketika berolahraga.

Membentuk Badan Ideal
Beberapa hal menjadi pertimbangan, salah satunya adalah sweatband dinilai mempersulit menghilangkan lemak karena membuat penggunanya semakin sulit menggunakan otot perut dan membatasi jumlah kalori yang dibakar.

Sweatband juga akan membuat penggunanya kepanasan. Akhirnya, pengguna justru lebih sedikit olahraga.

Waist belt juga bisa membahayakan tubuh penggunanya karena mencegah penggunaan otot inti di daerah perut. Melakukan crunch dinilai lebih efektif untuk membentuk otot perut yang kuat dan stabil.

Pertimbangan lainnya adalah karena sweatband menekan lemak di daerah perut. Hal itu dinilai tidak sehat karena lemak tidak boleh dipadatkan dan seharusnya dihilangkan dari tubuh.

Lemak yang tidak sehat dapat menyebabkan hipertensi, stroke, dan penyakit lainnya.

Selain lemak, sweatband juga cenderung menekan pembuluh darah yang bisa mengganggu kelancaran sirkulasi darah di daerah perut.

Oleh sebab itu, peneliti menekankan sweatband tidak dapat membantu menghilangkan lemak di perut atau menurunkan berat badan. Penggunaan sweatband hanya memiliki efek sementara, bukan jangka panjang.

Tanpa diet serta olahraga yang tepat, sweatband pada dasarnya tidak baik untuk tubuh dan bisa menimbulkan efek buruk bagi penggunanya.

Namun, para ahli tetap menyatakan bahwa benda tersebut bisa digunakan sebagai alternatif untuk menguatkan perut.

 

Sumber: CNN


Artikel Terbaru

pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.