8 Zulqaidah 1442 H / Jumat, 18 Juni 2021
Gaya Hidup
Ahli: Sweat Band Tidak Bakar Lemak Perut
wanita | Sabtu, 5 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Ilustrasi: Pemakaian sweatband/int

JAKARTA -- Banyak orang meyakini penggunaan sweatband dapat membakar lemak dan meratakan perut. Namun, para ahli menganggap sweatband tidak memberikan efek positif terhadap tubuh penggunanya.

Seperti dilansir Boldsky, para peneliti menyatakan bahwa penggunaan sweatband akan membuat penggunanya mengeluarkan lebih banyak keringat.

Dengan demikian, berat yang turun kemungkinan besar adalah berat air. Sayangnya, berat tersebut akan kembali ketika penggunanya minum banyak air setelah berolahraga.

Melihat temuan ini, para peneliti mengimbau publik untuk tidak menggunakan sweatband ketika berolahraga.

Membentuk Badan Ideal
Beberapa hal menjadi pertimbangan, salah satunya adalah sweatband dinilai mempersulit menghilangkan lemak karena membuat penggunanya semakin sulit menggunakan otot perut dan membatasi jumlah kalori yang dibakar.

Sweatband juga akan membuat penggunanya kepanasan. Akhirnya, pengguna justru lebih sedikit olahraga.

Waist belt juga bisa membahayakan tubuh penggunanya karena mencegah penggunaan otot inti di daerah perut. Melakukan crunch dinilai lebih efektif untuk membentuk otot perut yang kuat dan stabil.

Pertimbangan lainnya adalah karena sweatband menekan lemak di daerah perut. Hal itu dinilai tidak sehat karena lemak tidak boleh dipadatkan dan seharusnya dihilangkan dari tubuh.

Lemak yang tidak sehat dapat menyebabkan hipertensi, stroke, dan penyakit lainnya.

Selain lemak, sweatband juga cenderung menekan pembuluh darah yang bisa mengganggu kelancaran sirkulasi darah di daerah perut.

Oleh sebab itu, peneliti menekankan sweatband tidak dapat membantu menghilangkan lemak di perut atau menurunkan berat badan. Penggunaan sweatband hanya memiliki efek sementara, bukan jangka panjang.

Tanpa diet serta olahraga yang tepat, sweatband pada dasarnya tidak baik untuk tubuh dan bisa menimbulkan efek buruk bagi penggunanya.

Namun, para ahli tetap menyatakan bahwa benda tersebut bisa digunakan sebagai alternatif untuk menguatkan perut.

 

Sumber: CNN



Artikel Terbaru
riau | Jumat, 18 Juni 2021

Tingkatkan kerjasama diberbagai bidang , Rektor Universitas Pahlawan Prof. Dr. Amir Luthfi.


pekanbaru | Jumat, 18 Juni 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru belum menerima petunjuk teknis (Juknis) terkait.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Kondisi Kabupaten Kampar yang luasnya lebih kurang 11 ribu kilometer persegi dengan penduduk.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur mengatakan, pengolahan sampah, dari sesuatu.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Si jago merah kembali melahap bangunan permanen Lantai II ruko Apotek Hikmah di Jalan Prof. M.


kampar | Kamis, 17 Juni 2021

Pemerintah Kabupaten Kampar, Kamis(17/6-2021) menyerahkan bantuan kepada warga Desa Pangkalan.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Sebanyak 10 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang difungsikan menjadi bus vaksinasi.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Pemerintah Pekanbaru untuk sementara harus menghentikan pelayanan vaksinasi tahap pertama di.


kampar | Rabu, 16 Juni 2021

Sebagai wujud perhatian sosial kepada masyarakat, Pemerintah Kampar, Rabu (16/6-2021).


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Ilustrasi: Pemakaian sweatband/int

Gaya Hidup

Ahli: Sweat Band Tidak Bakar Lemak Perut

wanita | Sabtu, 5 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Banyak orang meyakini penggunaan sweatband dapat membakar lemak dan meratakan perut. Namun, para ahli menganggap sweatband tidak memberikan efek positif terhadap tubuh penggunanya.

Seperti dilansir Boldsky, para peneliti menyatakan bahwa penggunaan sweatband akan membuat penggunanya mengeluarkan lebih banyak keringat.

Dengan demikian, berat yang turun kemungkinan besar adalah berat air. Sayangnya, berat tersebut akan kembali ketika penggunanya minum banyak air setelah berolahraga.

Melihat temuan ini, para peneliti mengimbau publik untuk tidak menggunakan sweatband ketika berolahraga.

Membentuk Badan Ideal
Beberapa hal menjadi pertimbangan, salah satunya adalah sweatband dinilai mempersulit menghilangkan lemak karena membuat penggunanya semakin sulit menggunakan otot perut dan membatasi jumlah kalori yang dibakar.

Sweatband juga akan membuat penggunanya kepanasan. Akhirnya, pengguna justru lebih sedikit olahraga.

Waist belt juga bisa membahayakan tubuh penggunanya karena mencegah penggunaan otot inti di daerah perut. Melakukan crunch dinilai lebih efektif untuk membentuk otot perut yang kuat dan stabil.

Pertimbangan lainnya adalah karena sweatband menekan lemak di daerah perut. Hal itu dinilai tidak sehat karena lemak tidak boleh dipadatkan dan seharusnya dihilangkan dari tubuh.

Lemak yang tidak sehat dapat menyebabkan hipertensi, stroke, dan penyakit lainnya.

Selain lemak, sweatband juga cenderung menekan pembuluh darah yang bisa mengganggu kelancaran sirkulasi darah di daerah perut.

Oleh sebab itu, peneliti menekankan sweatband tidak dapat membantu menghilangkan lemak di perut atau menurunkan berat badan. Penggunaan sweatband hanya memiliki efek sementara, bukan jangka panjang.

Tanpa diet serta olahraga yang tepat, sweatband pada dasarnya tidak baik untuk tubuh dan bisa menimbulkan efek buruk bagi penggunanya.

Namun, para ahli tetap menyatakan bahwa benda tersebut bisa digunakan sebagai alternatif untuk menguatkan perut.

 

Sumber: CNN


Artikel Terbaru

riau | Jumat, 18 Juni 2021

Tingkatkan kerjasama diberbagai bidang , Rektor Universitas Pahlawan Prof. Dr. Amir Luthfi.


pekanbaru | Jumat, 18 Juni 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru belum menerima petunjuk teknis (Juknis) terkait.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Kondisi Kabupaten Kampar yang luasnya lebih kurang 11 ribu kilometer persegi dengan penduduk.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur mengatakan, pengolahan sampah, dari sesuatu.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Si jago merah kembali melahap bangunan permanen Lantai II ruko Apotek Hikmah di Jalan Prof. M.


kampar | Kamis, 17 Juni 2021

Pemerintah Kabupaten Kampar, Kamis(17/6-2021) menyerahkan bantuan kepada warga Desa Pangkalan.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Sebanyak 10 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang difungsikan menjadi bus vaksinasi.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Pemerintah Pekanbaru untuk sementara harus menghentikan pelayanan vaksinasi tahap pertama di.


kampar | Rabu, 16 Juni 2021

Sebagai wujud perhatian sosial kepada masyarakat, Pemerintah Kampar, Rabu (16/6-2021).