26 Zulhijjah 1442 H / Kamis, 5 Agustus 2021
Bareskrim Limpahkan Kasus Indosurya ke Kejagung 
hukum | Senin, 7 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Kantor Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri /int

JAKARTA -- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan melimpahkan berkas perkara tahap pertama untuk kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya pada Senin (7/6-2021).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Helmy Santika mengatakan bahwa pelimpahan itu dilakukan usai pihaknya melengkapi sejumlah administrasi yang kurang pada penyerahan Jumat (4/6) lalu.

"Penyidik akan melengkapi berkas perkara KSP dan akan menyerahkan lagi ke Kejagung hari ini," kata Helmy kepada wartawan, Senin (7/6-2021).

Dia mengatakan bahwa hasil koordinasi yang dilakukan pihaknya dengan Kejagung pekan lalu menyepakati bahwa pelimpahan berkas dapat dilakukan hari ini.

Kata dia, beberapa kekurangan dalam pemberkasan diminta oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dilengkapi. Namun demikian, Helmy tak dapat merinci lebih lanjut mengenai materi kelengkapan berkas dalam perkara tersebut.

"Kami berterima kasih kepada Kejagung karena telah mengingatkan penyidik untuk melengkapi kekurangan pada administrasi berkas tersebut," tukas dia.

Menurut Helmy selama penyidikan, Bareskrim mencatat terdapat sekitar 1.200 korban Indosurya yang mengadu ke pihaknya. Dari jumlah itu, setidaknya kerugian korban ditaksir mencapai Rp5 triliun.

Sejauh ini, kata dia, sejumlah aset milik tersangka perorangan ataupun korporasi telah disita penyidik. Misalnya, Helmy merinci, rekening senilai Rp29 miliar, 46 kendaraan, dokumen pembukaan rekening, hingga sejumlah bukti lain.

Aset-aset itu dilakukan pelacakan dan penyitaan untuk nantinya dapat mengembalikan kerugian korban akibat tindak pidana yang dilakukan para tersangka.

Dalam perkara ini, setidaknya ada tiga tersangka yang telah dijerat kepolisian. Mereka ialah Ketua KSP Indosurya Henry Surya, Manager Direktur Koperasi Suwito Ayub, dan Head Admin June Indria. Selain itu Bareskrim Polri juga menetapkan KSP Indosurya sebagai tersangka korporasi.

Kasus ini bermula ketika pada Februari 2020, sejumlah nasabah Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta tidak mendapatkan pencairan atas deposito mereka yang telah jatuh tempo di koperasi tersebut. Jumlah deposito itu mencapai Rp14,6 triliun. Adapun total nasabah koperasi ini sekitar 5.700 nasabah.

Diketahui bahwa koperasi ini menjanjikan imbalan bunga yang tinggi sebesar 9 persen hingga 12 persen per tahun, jauh di atas bunga deposito perbankan yang berkisar 5-7 persen dalam jangka waktu yang sama.

Sumber CNN



Artikel Terbaru
pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.


Agu 2021
05


Kantor Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri /int

Bareskrim Limpahkan Kasus Indosurya ke Kejagung 

hukum | Senin, 7 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan melimpahkan berkas perkara tahap pertama untuk kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya pada Senin (7/6-2021).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Helmy Santika mengatakan bahwa pelimpahan itu dilakukan usai pihaknya melengkapi sejumlah administrasi yang kurang pada penyerahan Jumat (4/6) lalu.

"Penyidik akan melengkapi berkas perkara KSP dan akan menyerahkan lagi ke Kejagung hari ini," kata Helmy kepada wartawan, Senin (7/6-2021).

Dia mengatakan bahwa hasil koordinasi yang dilakukan pihaknya dengan Kejagung pekan lalu menyepakati bahwa pelimpahan berkas dapat dilakukan hari ini.

Kata dia, beberapa kekurangan dalam pemberkasan diminta oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dilengkapi. Namun demikian, Helmy tak dapat merinci lebih lanjut mengenai materi kelengkapan berkas dalam perkara tersebut.

"Kami berterima kasih kepada Kejagung karena telah mengingatkan penyidik untuk melengkapi kekurangan pada administrasi berkas tersebut," tukas dia.

Menurut Helmy selama penyidikan, Bareskrim mencatat terdapat sekitar 1.200 korban Indosurya yang mengadu ke pihaknya. Dari jumlah itu, setidaknya kerugian korban ditaksir mencapai Rp5 triliun.

Sejauh ini, kata dia, sejumlah aset milik tersangka perorangan ataupun korporasi telah disita penyidik. Misalnya, Helmy merinci, rekening senilai Rp29 miliar, 46 kendaraan, dokumen pembukaan rekening, hingga sejumlah bukti lain.

Aset-aset itu dilakukan pelacakan dan penyitaan untuk nantinya dapat mengembalikan kerugian korban akibat tindak pidana yang dilakukan para tersangka.

Dalam perkara ini, setidaknya ada tiga tersangka yang telah dijerat kepolisian. Mereka ialah Ketua KSP Indosurya Henry Surya, Manager Direktur Koperasi Suwito Ayub, dan Head Admin June Indria. Selain itu Bareskrim Polri juga menetapkan KSP Indosurya sebagai tersangka korporasi.

Kasus ini bermula ketika pada Februari 2020, sejumlah nasabah Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta tidak mendapatkan pencairan atas deposito mereka yang telah jatuh tempo di koperasi tersebut. Jumlah deposito itu mencapai Rp14,6 triliun. Adapun total nasabah koperasi ini sekitar 5.700 nasabah.

Diketahui bahwa koperasi ini menjanjikan imbalan bunga yang tinggi sebesar 9 persen hingga 12 persen per tahun, jauh di atas bunga deposito perbankan yang berkisar 5-7 persen dalam jangka waktu yang sama.

Sumber CNN


Artikel Terbaru

pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.