8 Zulqaidah 1442 H / Jumat, 18 Juni 2021
Serangan Terencana terhadap Umat Muslim di Kanada
mancanegara | Selasa, 8 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Ilustrasi penolakan Islamofobia. (Reuters/Justin Tallis/CNN)

JAKARTA -- Empat orang dari satu keluarga Muslim di Kanada tewas akibat serangan truk terencana pada akhir pekan lalu, menambah panjang daftar serangan terhadap penganut Islam di negara tersebut selama beberapa tahun belakangan.

Pelaku diduga sudah merencanakan insiden itu dari jauh hari. Menurut kepolisian Kanada, pria itu diduga melancarkan aksinya atas dasar kebencian.

"Ada bukti bahwa tabrakan ini direncanakan, dipicu oleh kebencian. Diyakini bahwa korban ini menjadi target karena mereka Muslim," kata detektif kepolisian Kanada, Paul Waight, seperti dikutip AFP, Senin (7/6-2021).

Para pemimpin Muslim di Kanada mengecam insiden ini. Menurut mereka, kebencian terhadap Islam seharusnya tak ada di Kanada, apalagi Ontario.

Sementara itu, pemimpin Ontario, Doug Ford, juga mengomentari insiden yang menimpa warganya.

"Kebencian dan Islamofobia tak punya tempat di Ontario. Tindakan kekerasan seperti ini harus berhenti," ucapnya.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, juga berkata, "Islamofobia tak punya tempat di dalam komunitas kami. Kebencian ini harus berhenti."

Serangan terhadap umat Muslim di Kanada memang bukan kali ini saja.

Baca juga: Penyerang Masjid Quebec Terinspirasi Aksi Anti-Imigran Trump
Menurut berbagai sumber, di tahun 2015, polisi di seluruh Kanada mencatat ada 159 kejahatan rasial yang ditargetkan kepada umat Muslim. Jumlah itu naik tiga kali lipat dari tahun 2012, yang berdasarkan data mencapai 45 kasus.

Dilansir The Guardian, menurut Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM), sepanjang 2015 hingga 2019, lebih dari 300 insiden terjadi, termasuk lebih dari 30 tindakan kekerasan fisik.

Salah satu peristiwa paling besar terjadi pada 2017. Saat itu, enam orang tewas dan 19 lainnya luka-luka akibat penembakan massal di Masjid Quebec City.

Pelaku, Alexander Bissonnette (29), merangsek ke masjid menjelang salat berakhir. Bissonnette melancarkan aksinya dengan menggunakan dua pistol dan 108 butir peluru.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada September 2020, seorang relawan Organisasi Muslim Internasional, Mohamed-Aslim Zafis, ditusuk lehernya ketika sedang duduk di depan salah satu masjid di Toronto.

Kepolisian langsung menahan pelaku penusukan, Guilherme "William" Von Neutegem. Ia kemudian dijatuhi dakwaan menggunakan pasal pembunuhan.

Sumber: CNN
 



Artikel Terbaru
kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Kondisi Kabupaten Kampar yang luasnya lebih kurang 11 ribu kilometer persegi dengan penduduk.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur mengatakan, pengolahan sampah, dari sesuatu.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Si jago merah kembali melahap bangunan permanen Lantai II ruko Apotek Hikmah di Jalan Prof. M.


kampar | Kamis, 17 Juni 2021

Pemerintah Kabupaten Kampar, Kamis(17/6-2021) menyerahkan bantuan kepada warga Desa Pangkalan.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Sebanyak 10 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang difungsikan menjadi bus vaksinasi.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Pemerintah Pekanbaru untuk sementara harus menghentikan pelayanan vaksinasi tahap pertama di.


kampar | Rabu, 16 Juni 2021

Sebagai wujud perhatian sosial kepada masyarakat, Pemerintah Kampar, Rabu (16/6-2021).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Dalam rangka merayakan Hari Jadi Pekanbaru ke-237, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota.


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyebutkan ada 37 Kelurahan di Pekanbaru berstatus zona.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Ilustrasi penolakan Islamofobia. (Reuters/Justin Tallis/CNN)

Serangan Terencana terhadap Umat Muslim di Kanada

mancanegara | Selasa, 8 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Empat orang dari satu keluarga Muslim di Kanada tewas akibat serangan truk terencana pada akhir pekan lalu, menambah panjang daftar serangan terhadap penganut Islam di negara tersebut selama beberapa tahun belakangan.

Pelaku diduga sudah merencanakan insiden itu dari jauh hari. Menurut kepolisian Kanada, pria itu diduga melancarkan aksinya atas dasar kebencian.

"Ada bukti bahwa tabrakan ini direncanakan, dipicu oleh kebencian. Diyakini bahwa korban ini menjadi target karena mereka Muslim," kata detektif kepolisian Kanada, Paul Waight, seperti dikutip AFP, Senin (7/6-2021).

Para pemimpin Muslim di Kanada mengecam insiden ini. Menurut mereka, kebencian terhadap Islam seharusnya tak ada di Kanada, apalagi Ontario.

Sementara itu, pemimpin Ontario, Doug Ford, juga mengomentari insiden yang menimpa warganya.

"Kebencian dan Islamofobia tak punya tempat di Ontario. Tindakan kekerasan seperti ini harus berhenti," ucapnya.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, juga berkata, "Islamofobia tak punya tempat di dalam komunitas kami. Kebencian ini harus berhenti."

Serangan terhadap umat Muslim di Kanada memang bukan kali ini saja.

Baca juga: Penyerang Masjid Quebec Terinspirasi Aksi Anti-Imigran Trump
Menurut berbagai sumber, di tahun 2015, polisi di seluruh Kanada mencatat ada 159 kejahatan rasial yang ditargetkan kepada umat Muslim. Jumlah itu naik tiga kali lipat dari tahun 2012, yang berdasarkan data mencapai 45 kasus.

Dilansir The Guardian, menurut Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM), sepanjang 2015 hingga 2019, lebih dari 300 insiden terjadi, termasuk lebih dari 30 tindakan kekerasan fisik.

Salah satu peristiwa paling besar terjadi pada 2017. Saat itu, enam orang tewas dan 19 lainnya luka-luka akibat penembakan massal di Masjid Quebec City.

Pelaku, Alexander Bissonnette (29), merangsek ke masjid menjelang salat berakhir. Bissonnette melancarkan aksinya dengan menggunakan dua pistol dan 108 butir peluru.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada September 2020, seorang relawan Organisasi Muslim Internasional, Mohamed-Aslim Zafis, ditusuk lehernya ketika sedang duduk di depan salah satu masjid di Toronto.

Kepolisian langsung menahan pelaku penusukan, Guilherme "William" Von Neutegem. Ia kemudian dijatuhi dakwaan menggunakan pasal pembunuhan.

Sumber: CNN
 


Artikel Terbaru

kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Kondisi Kabupaten Kampar yang luasnya lebih kurang 11 ribu kilometer persegi dengan penduduk.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur mengatakan, pengolahan sampah, dari sesuatu.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Si jago merah kembali melahap bangunan permanen Lantai II ruko Apotek Hikmah di Jalan Prof. M.


kampar | Kamis, 17 Juni 2021

Pemerintah Kabupaten Kampar, Kamis(17/6-2021) menyerahkan bantuan kepada warga Desa Pangkalan.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Sebanyak 10 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang difungsikan menjadi bus vaksinasi.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Pemerintah Pekanbaru untuk sementara harus menghentikan pelayanan vaksinasi tahap pertama di.


kampar | Rabu, 16 Juni 2021

Sebagai wujud perhatian sosial kepada masyarakat, Pemerintah Kampar, Rabu (16/6-2021).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Dalam rangka merayakan Hari Jadi Pekanbaru ke-237, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota.


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyebutkan ada 37 Kelurahan di Pekanbaru berstatus zona.