8 Zulqaidah 1442 H / Jumat, 18 Juni 2021
Mahasiswa Se-Indonesia Ancam Gelar Aksi Tolak RKUHP
nusantara | Kamis, 10 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Aksi mahasiswa menolak RKUHP tahun 2019 /int

JAKARTA -- Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengancam akan menggelar aksi jika draf Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) masih memuat pasal-pasal kontroversial yang dinilai merugikan masyarakat.

"Kalau isi RUU itu masih sama dengan yang penuh kontroversi kemarin. Banyak pasal karet dan segala macamnya. Kalau memang merugikan masyarakat, tentu akan ada [aksi] penolakan," kata Koordinator Pusat BEM SI Nofrian Fadil Akbar ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (10/6-2021).

Akbar mengatakan sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan draf RKUHP yang disebut akan masuk RUU Prioritas tahun 2021. Untuk itu, ia belum bisa bersikap tegas terhadap wacana pemerintah yang berkeras membahas RKUHP meskipun menuai gelombang penolakan di tahun 2019.

Namun Akbar menegaskan pihaknya akan bersikap sama dengan tahun 2019 lalu jika pasal yang ada di dalam RKUHP masih bermasalah. Jika situasinya seperti itu, maka ia yakin akan ada gelombang penolakan dari mahasiswa.

"Akan kita diskusikan konten [aksi] yang baik seperti apa menanggapi isu KUHP ini. Karena di banyak daerah kita tahu kondisinya lagi pandemi dan segala macamnya. Coba nanti kita diskusikan konten apa yang pas untuk menyuarakan hal ini," lanjut Akbar.

Sebelumnya, Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan RKUHP akan segera masuk sebagai RUU Prioritas 2021. RUU ini sebelumnya batal disahkan oleh DPR periode 2014-2019 karena menuai banyak polemik.

"Jadi tadi ada kesepakatan bahwa ini akan segera dimasukkan sebagai RUU prioritas 2021, kemudian karena carry over, maka bahasa pasal-pasal mana saja yang belum tuntas," katanya, Rabu (9/6-2021).

Namun belakangan, RKUHP kembali mendapat kritik karena masih menyimpan pasal-pasal yang dinilai kontroversial.

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengatakan jika pembahasan RKUHP disepakati antara pemerintah dan Komisi III, ia menilai pembahasan ulang aturan tersebut hanya perlu dilakukan terhadap pasal-pasal yang tengah menjadi sorotan.


Sumber: CNN



Artikel Terbaru
riau | Jumat, 18 Juni 2021

Tingkatkan kerjasama diberbagai bidang , Rektor Universitas Pahlawan Prof. Dr. Amir Luthfi.


pekanbaru | Jumat, 18 Juni 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru belum menerima petunjuk teknis (Juknis) terkait.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Kondisi Kabupaten Kampar yang luasnya lebih kurang 11 ribu kilometer persegi dengan penduduk.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur mengatakan, pengolahan sampah, dari sesuatu.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Si jago merah kembali melahap bangunan permanen Lantai II ruko Apotek Hikmah di Jalan Prof. M.


kampar | Kamis, 17 Juni 2021

Pemerintah Kabupaten Kampar, Kamis(17/6-2021) menyerahkan bantuan kepada warga Desa Pangkalan.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Sebanyak 10 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang difungsikan menjadi bus vaksinasi.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Pemerintah Pekanbaru untuk sementara harus menghentikan pelayanan vaksinasi tahap pertama di.


kampar | Rabu, 16 Juni 2021

Sebagai wujud perhatian sosial kepada masyarakat, Pemerintah Kampar, Rabu (16/6-2021).


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Aksi mahasiswa menolak RKUHP tahun 2019 /int

Mahasiswa Se-Indonesia Ancam Gelar Aksi Tolak RKUHP

nusantara | Kamis, 10 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengancam akan menggelar aksi jika draf Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) masih memuat pasal-pasal kontroversial yang dinilai merugikan masyarakat.

"Kalau isi RUU itu masih sama dengan yang penuh kontroversi kemarin. Banyak pasal karet dan segala macamnya. Kalau memang merugikan masyarakat, tentu akan ada [aksi] penolakan," kata Koordinator Pusat BEM SI Nofrian Fadil Akbar ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (10/6-2021).

Akbar mengatakan sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan draf RKUHP yang disebut akan masuk RUU Prioritas tahun 2021. Untuk itu, ia belum bisa bersikap tegas terhadap wacana pemerintah yang berkeras membahas RKUHP meskipun menuai gelombang penolakan di tahun 2019.

Namun Akbar menegaskan pihaknya akan bersikap sama dengan tahun 2019 lalu jika pasal yang ada di dalam RKUHP masih bermasalah. Jika situasinya seperti itu, maka ia yakin akan ada gelombang penolakan dari mahasiswa.

"Akan kita diskusikan konten [aksi] yang baik seperti apa menanggapi isu KUHP ini. Karena di banyak daerah kita tahu kondisinya lagi pandemi dan segala macamnya. Coba nanti kita diskusikan konten apa yang pas untuk menyuarakan hal ini," lanjut Akbar.

Sebelumnya, Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan RKUHP akan segera masuk sebagai RUU Prioritas 2021. RUU ini sebelumnya batal disahkan oleh DPR periode 2014-2019 karena menuai banyak polemik.

"Jadi tadi ada kesepakatan bahwa ini akan segera dimasukkan sebagai RUU prioritas 2021, kemudian karena carry over, maka bahasa pasal-pasal mana saja yang belum tuntas," katanya, Rabu (9/6-2021).

Namun belakangan, RKUHP kembali mendapat kritik karena masih menyimpan pasal-pasal yang dinilai kontroversial.

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengatakan jika pembahasan RKUHP disepakati antara pemerintah dan Komisi III, ia menilai pembahasan ulang aturan tersebut hanya perlu dilakukan terhadap pasal-pasal yang tengah menjadi sorotan.


Sumber: CNN


Artikel Terbaru

riau | Jumat, 18 Juni 2021

Tingkatkan kerjasama diberbagai bidang , Rektor Universitas Pahlawan Prof. Dr. Amir Luthfi.


pekanbaru | Jumat, 18 Juni 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru belum menerima petunjuk teknis (Juknis) terkait.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Kondisi Kabupaten Kampar yang luasnya lebih kurang 11 ribu kilometer persegi dengan penduduk.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur mengatakan, pengolahan sampah, dari sesuatu.


kampar | Jumat, 18 Juni 2021

Si jago merah kembali melahap bangunan permanen Lantai II ruko Apotek Hikmah di Jalan Prof. M.


kampar | Kamis, 17 Juni 2021

Pemerintah Kabupaten Kampar, Kamis(17/6-2021) menyerahkan bantuan kepada warga Desa Pangkalan.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Sebanyak 10 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang difungsikan menjadi bus vaksinasi.


pekanbaru | Kamis, 17 Juni 2021

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).


pekanbaru | Rabu, 16 Juni 2021

Pemerintah Pekanbaru untuk sementara harus menghentikan pelayanan vaksinasi tahap pertama di.


kampar | Rabu, 16 Juni 2021

Sebagai wujud perhatian sosial kepada masyarakat, Pemerintah Kampar, Rabu (16/6-2021).