27 Zulhijjah 1442 H / Jumat, 6 Agustus 2021
Awasi Ilegal Fishing, DKP Riau Minta Bantuan Kapal Patroli ke Pusat
riau | Kamis, 10 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Riau meminta bantuan kapal patroli ke KKP untuk memaksimalkan mengawasi aktivitas kapal ilegal fishing di perairan seluas 2.700 kilometer. PE/int

PEKANBARU -- Pemprov Riau melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Riau  meminta bantuan kapal patroli ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memaksimalkan patrolri kapal ilegal fishing.

Mengingat saat ini Pemprov Riau belum maksimal untuk mengawasi aktivitas kapal ilegal fishing di perairan seluas 2.700 kilometer, karena hanya memiliki satu kapal patroli.
 
"Kita minta bantuan kapal patroli ke KKP, karena saat ini kita hanya memiliki satu kapal patroli, sementara wilayah perairan yang luas dan panjang," kata Kepala DKP Riau, Herman, Kamis (10/6/2021). 

Herman mengatakan, dengan perairan Riau yang sangat luas, satu kapal patroli tidak akan mungkin mampu mengawasi kapal-kapal ilegal fishing di perairan Riau. 

"Selain itu kita juga kekurangan sumber daya manusia, dan kita hanya memiliki beberapa tenaga penyidik. Dengan melihat kondisi sekarang, untuk penyidik kapal ilegal fishing ini tidak hanya dari kita, tapi kita dibantu dari TNI/Polri dan KKP," jelasnya. 

Herman menyatakan, ilegal fishing di Riau marak di perairan Kabupaten Rokan Hilir dan Indragiri Hilir. Namun bukan berarti di kabupaten/kota lainnya tidak ada kegiatan ilegal tersebut. 

Dia menambahkan, saat ini DKP Riau telah memilki tiga UPT Pengawasan. Pertama, UPT Tembilahan mengawasi wilayah Inhil dan Pelalawan, kedua UPT Bengkalis membawahi Kepulauan Meranti dan Sikap, dan ketiga UPT Rohil untuk wilayah Rohil dan Dumai.

"Dengan luas dan panjangnya perairan Riau minimal harus ada lima kapal pengawas, jadi setiap UPT harus ada kapal, dan tambah satu lagi untuk perairan Kepulauan Meranti," katanya seperti dilansir mediacenter Riau.

Untuk diketahui, baru-baru ini KKP menangkap tujuh kapal ilegal fishing asal Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara di perairan Rokan Hilir. Ketujuh kapal itu digiring petugas ke Dumai. 

Kemudian sebelumnya, Kapal Patroli Bakamla RI juga melakukan penangkapan dua Kapal Ikan Asing (KIA) asal negara Malaysia di Selat Malaka tepatnya di sekitar Pulau Aruwa, Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil), Riau pada Maret 2021. 



Artikel Terbaru
pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.


Agu 2021
06


Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Riau meminta bantuan kapal patroli ke KKP untuk memaksimalkan mengawasi aktivitas kapal ilegal fishing di perairan seluas 2.700 kilometer. PE/int

Awasi Ilegal Fishing, DKP Riau Minta Bantuan Kapal Patroli ke Pusat

riau | Kamis, 10 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

PEKANBARU -- Pemprov Riau melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Riau  meminta bantuan kapal patroli ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memaksimalkan patrolri kapal ilegal fishing.

Mengingat saat ini Pemprov Riau belum maksimal untuk mengawasi aktivitas kapal ilegal fishing di perairan seluas 2.700 kilometer, karena hanya memiliki satu kapal patroli.
 
"Kita minta bantuan kapal patroli ke KKP, karena saat ini kita hanya memiliki satu kapal patroli, sementara wilayah perairan yang luas dan panjang," kata Kepala DKP Riau, Herman, Kamis (10/6/2021). 

Herman mengatakan, dengan perairan Riau yang sangat luas, satu kapal patroli tidak akan mungkin mampu mengawasi kapal-kapal ilegal fishing di perairan Riau. 

"Selain itu kita juga kekurangan sumber daya manusia, dan kita hanya memiliki beberapa tenaga penyidik. Dengan melihat kondisi sekarang, untuk penyidik kapal ilegal fishing ini tidak hanya dari kita, tapi kita dibantu dari TNI/Polri dan KKP," jelasnya. 

Herman menyatakan, ilegal fishing di Riau marak di perairan Kabupaten Rokan Hilir dan Indragiri Hilir. Namun bukan berarti di kabupaten/kota lainnya tidak ada kegiatan ilegal tersebut. 

Dia menambahkan, saat ini DKP Riau telah memilki tiga UPT Pengawasan. Pertama, UPT Tembilahan mengawasi wilayah Inhil dan Pelalawan, kedua UPT Bengkalis membawahi Kepulauan Meranti dan Sikap, dan ketiga UPT Rohil untuk wilayah Rohil dan Dumai.

"Dengan luas dan panjangnya perairan Riau minimal harus ada lima kapal pengawas, jadi setiap UPT harus ada kapal, dan tambah satu lagi untuk perairan Kepulauan Meranti," katanya seperti dilansir mediacenter Riau.

Untuk diketahui, baru-baru ini KKP menangkap tujuh kapal ilegal fishing asal Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara di perairan Rokan Hilir. Ketujuh kapal itu digiring petugas ke Dumai. 

Kemudian sebelumnya, Kapal Patroli Bakamla RI juga melakukan penangkapan dua Kapal Ikan Asing (KIA) asal negara Malaysia di Selat Malaka tepatnya di sekitar Pulau Aruwa, Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil), Riau pada Maret 2021. 


Artikel Terbaru

pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.