27 Zulhijjah 1442 H / Jumat, 6 Agustus 2021
Imbas Lockdown, Malaysia Deportasi 7.200 WNI 
nusantara | Jumat, 11 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

 Ilustrasi. Malaysia bakal mendeportasi 7.200 WNI imbas penerapan lockdown. (FOTO: CNN)

JAKARTA -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengungkapkan bahwa pemerintah Malaysia akan mendeportasi sebanyak 7.200 Warga Negara Indonesia (WNI) imbas penerapan lockdown di negeri jiran.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri dalam rapat koordinasi yang diikuti oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kemenkes, Kemenkumham, Kemensos, BNPB, pada Kamis (10/6-2021).

"Antisipasi kepulangan ini harus kita lakukan bersama-sama. Kita harus berhati-hati. Masalah ini tidak mudah," kata Femmy dikutip CNNIndonesia.com dari situs resmi Kemenko PMK, Jumat (11/6).

Ribuan orang itu merupakan WNI yang terdiri dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias TKI, baik yang memiliki dokumen izin tinggal maupun tidak, serta WNI deportan.

Dari 7.200 orang tersebut, terdapat 300 orang yang termasuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

Femme melanjutkan, pemerintah juga telah melakukan antisipasi kepulangan WNI dari Malaysia, yakni menyiapkan titik-titik kepulangan WNI di Bandara Soekarno-Hatta agar tidak menumpuk dan mencegah penularan virus corona.

Pemerintah menurutnya juga telah menyediakan fasilitas skrining covid-19 swab test PCR untuk memastikan WNI yang pulang aman dari Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi tempat karantina bagi WNI sebelum dipulangkan, yakni di Wisma Atlet. WNI juga mendapat pendampingan hingga ke daerah asal.

Baca juga: Kasus Harian Covid Nyaris 9 Ribu, Tertinggi dalam 3 Bulan

Lebih lanjut, Femmy menyebut pemerintah akan mendahulukan kepulangan WNI kelompok rentan. Sebanyak 300 orang WNI yang termasuk kelompok rentan ini akan dipulangkan tanggal 24 Juni.

"Kita mohon semua kementerian/lembaga dapat memberikan dukungannya sampai dengan mereka sampai tujuan rumahnya. Apalagi banyak kelompok rentan ini, ada lansianya, perempuannya. Mudah-mudahan 300 orang ini bisa kita pulangkan lebih dahulu dalam kondisi yang baik," pungkasnya.

Malaysia diketahui tengah mengalami kenaikan kasus covid-19 yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Bahkan, Pemerintah Malaysia disebut tengah merencanakan perpanjangan lockdown karena kasus harian Covid-19 belum di bawah 4.000 dan angka kematian tetap tinggi.

Pada Kamis (10/6), Malaysia mencatat kasus harian sebanyak 5.671, sehingga total kasus Covid-19 mencapai 639.562. Sementara itu, angka kematian bertambah 23 menjadi total 3.684.

Sumber: CNN



Artikel Terbaru
pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.


Agu 2021
06


 Ilustrasi. Malaysia bakal mendeportasi 7.200 WNI imbas penerapan lockdown. (FOTO: CNN)

Imbas Lockdown, Malaysia Deportasi 7.200 WNI 

nusantara | Jumat, 11 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengungkapkan bahwa pemerintah Malaysia akan mendeportasi sebanyak 7.200 Warga Negara Indonesia (WNI) imbas penerapan lockdown di negeri jiran.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri dalam rapat koordinasi yang diikuti oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kemenkes, Kemenkumham, Kemensos, BNPB, pada Kamis (10/6-2021).

"Antisipasi kepulangan ini harus kita lakukan bersama-sama. Kita harus berhati-hati. Masalah ini tidak mudah," kata Femmy dikutip CNNIndonesia.com dari situs resmi Kemenko PMK, Jumat (11/6).

Ribuan orang itu merupakan WNI yang terdiri dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias TKI, baik yang memiliki dokumen izin tinggal maupun tidak, serta WNI deportan.

Dari 7.200 orang tersebut, terdapat 300 orang yang termasuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

Femme melanjutkan, pemerintah juga telah melakukan antisipasi kepulangan WNI dari Malaysia, yakni menyiapkan titik-titik kepulangan WNI di Bandara Soekarno-Hatta agar tidak menumpuk dan mencegah penularan virus corona.

Pemerintah menurutnya juga telah menyediakan fasilitas skrining covid-19 swab test PCR untuk memastikan WNI yang pulang aman dari Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi tempat karantina bagi WNI sebelum dipulangkan, yakni di Wisma Atlet. WNI juga mendapat pendampingan hingga ke daerah asal.

Baca juga: Kasus Harian Covid Nyaris 9 Ribu, Tertinggi dalam 3 Bulan

Lebih lanjut, Femmy menyebut pemerintah akan mendahulukan kepulangan WNI kelompok rentan. Sebanyak 300 orang WNI yang termasuk kelompok rentan ini akan dipulangkan tanggal 24 Juni.

"Kita mohon semua kementerian/lembaga dapat memberikan dukungannya sampai dengan mereka sampai tujuan rumahnya. Apalagi banyak kelompok rentan ini, ada lansianya, perempuannya. Mudah-mudahan 300 orang ini bisa kita pulangkan lebih dahulu dalam kondisi yang baik," pungkasnya.

Malaysia diketahui tengah mengalami kenaikan kasus covid-19 yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Bahkan, Pemerintah Malaysia disebut tengah merencanakan perpanjangan lockdown karena kasus harian Covid-19 belum di bawah 4.000 dan angka kematian tetap tinggi.

Pada Kamis (10/6), Malaysia mencatat kasus harian sebanyak 5.671, sehingga total kasus Covid-19 mencapai 639.562. Sementara itu, angka kematian bertambah 23 menjadi total 3.684.

Sumber: CNN


Artikel Terbaru

pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.