27 Zulhijjah 1442 H / Jumat, 6 Agustus 2021
Gebrakan Ahok di Pertamina, Hapus Uang Representatif Dewan Direksi 
pasar | Rabu, 16 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

JAKARTA-- Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyebut dewan direksi Pertamina enggan membuka berapa besar limit fasilitas kartu kredit yang selama ini mereka dapatkan.

Ahok mengaku sudah menagih angka besaran yang mereka terima sejak awal 2020."(Sudah diminta dewan komisaris) dari awal 2020, sejak saya masuk akhir November 2019. (Alasan tidak mau membuka) engga jelas," katanya kepada CNNIndonesia lewat pesan singkat, Rabu (16/6-2021).

Ia juga menjelaskan fasilitas kartu kredit tersebut sudah disepakati untuk ditiadakan guna menghemat pengeluaran perusahaan. Pasalnya, plafon kredit yang diberikan cukup fantastis. Untuk Ahok misalnya, limit yang diterimanya senilai Rp30 miliar.

Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Senin (14/6), disepakati penghapusan kartu kredit untuk dewan direksi, komisaris, hingga manajer perusahaan.

"Yang saya dapatkan buat saya sebagai Komut dengan limit Rp30 miliar," kata dia.

Ahok menambahkan dalam RUPS juga disepakati laporan keuangan tahun buku 2020 dan juga soal setorkan deviden perusahaan.

Selain peniadaan kartu kredit, Ahok juga mengatakan sudah disepakati penghapusan uang representatif dewan direksi. 

Sama seperti limit kartu kredit, Ahok mengaku tak tahu menahu soal berapa besar selama ini dewan direksi menerima uang tambahan di luar gaji tersebut.

Untuk diketahui, uang representatif adalah tambahan uang saku kepada pejabat negara, sekretaris daerah, pimpinan dan anggota DPRD, dan pejabat eselon II dalam melakukan perjalanan dinas.

"Sejak kemarin (uang representatif) sudah harus setop," pungkasnya.

 

Sumber: CNN
 



Artikel Terbaru
pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.


Agu 2021
06


Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Gebrakan Ahok di Pertamina, Hapus Uang Representatif Dewan Direksi 

pasar | Rabu, 16 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA-- Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyebut dewan direksi Pertamina enggan membuka berapa besar limit fasilitas kartu kredit yang selama ini mereka dapatkan.

Ahok mengaku sudah menagih angka besaran yang mereka terima sejak awal 2020."(Sudah diminta dewan komisaris) dari awal 2020, sejak saya masuk akhir November 2019. (Alasan tidak mau membuka) engga jelas," katanya kepada CNNIndonesia lewat pesan singkat, Rabu (16/6-2021).

Ia juga menjelaskan fasilitas kartu kredit tersebut sudah disepakati untuk ditiadakan guna menghemat pengeluaran perusahaan. Pasalnya, plafon kredit yang diberikan cukup fantastis. Untuk Ahok misalnya, limit yang diterimanya senilai Rp30 miliar.

Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Senin (14/6), disepakati penghapusan kartu kredit untuk dewan direksi, komisaris, hingga manajer perusahaan.

"Yang saya dapatkan buat saya sebagai Komut dengan limit Rp30 miliar," kata dia.

Ahok menambahkan dalam RUPS juga disepakati laporan keuangan tahun buku 2020 dan juga soal setorkan deviden perusahaan.

Selain peniadaan kartu kredit, Ahok juga mengatakan sudah disepakati penghapusan uang representatif dewan direksi. 

Sama seperti limit kartu kredit, Ahok mengaku tak tahu menahu soal berapa besar selama ini dewan direksi menerima uang tambahan di luar gaji tersebut.

Untuk diketahui, uang representatif adalah tambahan uang saku kepada pejabat negara, sekretaris daerah, pimpinan dan anggota DPRD, dan pejabat eselon II dalam melakukan perjalanan dinas.

"Sejak kemarin (uang representatif) sudah harus setop," pungkasnya.

 

Sumber: CNN
 


Artikel Terbaru

pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.