27 Zulhijjah 1442 H / Jumat, 6 Agustus 2021
Dikelola dan Dipilah, Sampah Bernilai Ekonomis
kampar | Jumat, 18 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE/DL

Hj Muslimawati Catur saat membuka Sosialisasi Pengolahan Sampah Tingkat Kabupaten Kampar tahun 2021 di Aula Gedung Serba Guna Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, Jumat (18/6/21). Foto: Diskominfo Kampar

TAMBANG-- Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur mengatakan, pengolahan sampah, dari sesuatu yang tak berguna, bisa menghasilkan pundi-pundi uang, jika dikelola dan dipilah secara tepat dan dimulai dari rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan Hj Muslimawati Catur saat membuka Sosialisasi Pengolahan Sampah Tingkat Kabupaten Kampar tahun 2021 di Aula Gedung Serba Guna Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, Jumat (18/6/21). Sosialisasi didampingi oleh Camat Tambang Abukhari dan Ketua TP PKK Kecamatan Tambang beserta Kader PKK Desa Tambang.

Sampah terdiri dari sampah organik, dimana sampah organik yang bisa dijadikan bahan kompos. Sementara sampah anorganik, sampah yang bisa daur ulang menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis serta bisa juga langsung ke bank sampah dan menghasilkan uang.

“Kita harus bisa memilah sampah, sampah mana yang bisa dijadikan kompos dan yang bisa kita jual ke bank sampah," jelasnya.

Lebih lanjut Muslimawati menjelaskan, bahwa sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 81 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga. Semua dimulai dari rumah tangga, kita bisa lakukan pengolahan sampah yang dimulai dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya.

Untuk menjalankan program diatas, maka perlu dilakukan sosialisasi ini guna mengubah pola pikir masyarakat dalam menjaga kebersihan rumah, lingkungan sekaligus menjaga kesehatan dalam pengelolaan sampah yang berasal dari lingkungan rumah tangga.

Dalam sosialisasi, para peserta dalam kegiatan ini diajari cara mengolah sampah organik yang dapat menghasilkan pupuk cair. Nantinya pupuk cair itu akan ditabung di Bank Kompos sehingga masyarakat memperoleh pendapatan dari pengolahan sampah organik tersebut.

Muslimawati mengingatkan, berjalannya program ini yang terpenting, mau memulai dari diri sendiri. Apabila kita mau, pasti bisa dan apabila kita bisa, pasti ada hasilnya,"terang Muslimah.

Terkait Bank sampah yang telah ada di Desa Tambang dan telah berjalan serta telah menghasilkan uang, akan tetapi saat ini mesin bank sampah tersebut hilang dicuri, maka hal ini akan menjadi pertimbangan bagi TP-PKK Kampar dalam apresiasinya nantinya.

Sementara itu Soffie Saffen,SH, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan lingkungan Provisi Riau pada kesempatan tersebut menjelaskan, bahwa dalam pengolahan sampah dilakukan dengan tiga cara antara lain dengan cara reduce, artinya meminimalisir barang atau material yang kita pergunakan seperti dilansir Diskominfo Kampar.

Kemudian dengan cara reuse, artinya menggunakan kembali dengan memilih barang-barang yang bisa dipakai kembali. Serta dengan cara recycle, atau dengan mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak berguna.

Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur menyerahkan sertifikat kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan, serta menyerahkan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.



Artikel Terbaru
pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.


Agu 2021
06


Hj Muslimawati Catur saat membuka Sosialisasi Pengolahan Sampah Tingkat Kabupaten Kampar tahun 2021 di Aula Gedung Serba Guna Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, Jumat (18/6/21). Foto: Diskominfo Kampar

Dikelola dan Dipilah, Sampah Bernilai Ekonomis

kampar | Jumat, 18 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE/DL

TAMBANG-- Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur mengatakan, pengolahan sampah, dari sesuatu yang tak berguna, bisa menghasilkan pundi-pundi uang, jika dikelola dan dipilah secara tepat dan dimulai dari rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan Hj Muslimawati Catur saat membuka Sosialisasi Pengolahan Sampah Tingkat Kabupaten Kampar tahun 2021 di Aula Gedung Serba Guna Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, Jumat (18/6/21). Sosialisasi didampingi oleh Camat Tambang Abukhari dan Ketua TP PKK Kecamatan Tambang beserta Kader PKK Desa Tambang.

Sampah terdiri dari sampah organik, dimana sampah organik yang bisa dijadikan bahan kompos. Sementara sampah anorganik, sampah yang bisa daur ulang menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis serta bisa juga langsung ke bank sampah dan menghasilkan uang.

“Kita harus bisa memilah sampah, sampah mana yang bisa dijadikan kompos dan yang bisa kita jual ke bank sampah," jelasnya.

Lebih lanjut Muslimawati menjelaskan, bahwa sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 81 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga. Semua dimulai dari rumah tangga, kita bisa lakukan pengolahan sampah yang dimulai dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya.

Untuk menjalankan program diatas, maka perlu dilakukan sosialisasi ini guna mengubah pola pikir masyarakat dalam menjaga kebersihan rumah, lingkungan sekaligus menjaga kesehatan dalam pengelolaan sampah yang berasal dari lingkungan rumah tangga.

Dalam sosialisasi, para peserta dalam kegiatan ini diajari cara mengolah sampah organik yang dapat menghasilkan pupuk cair. Nantinya pupuk cair itu akan ditabung di Bank Kompos sehingga masyarakat memperoleh pendapatan dari pengolahan sampah organik tersebut.

Muslimawati mengingatkan, berjalannya program ini yang terpenting, mau memulai dari diri sendiri. Apabila kita mau, pasti bisa dan apabila kita bisa, pasti ada hasilnya,"terang Muslimah.

Terkait Bank sampah yang telah ada di Desa Tambang dan telah berjalan serta telah menghasilkan uang, akan tetapi saat ini mesin bank sampah tersebut hilang dicuri, maka hal ini akan menjadi pertimbangan bagi TP-PKK Kampar dalam apresiasinya nantinya.

Sementara itu Soffie Saffen,SH, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan lingkungan Provisi Riau pada kesempatan tersebut menjelaskan, bahwa dalam pengolahan sampah dilakukan dengan tiga cara antara lain dengan cara reduce, artinya meminimalisir barang atau material yang kita pergunakan seperti dilansir Diskominfo Kampar.

Kemudian dengan cara reuse, artinya menggunakan kembali dengan memilih barang-barang yang bisa dipakai kembali. Serta dengan cara recycle, atau dengan mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak berguna.

Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur menyerahkan sertifikat kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan, serta menyerahkan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.


Artikel Terbaru

pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.