17 Safar 1443 H / Sabtu, 25 September 2021
Ganjaran Coba Kabur,Tiga Napi Rutan Kelas I Pekanbaru Gagal Dapat Remisi
hukum | Senin, 12 Juli 2021
Editor : red | Penulis : PE/DL

Kepala Rutan Pekanbaru, M Lukman saat melakukan ekspos barang bukti percobaan pelarian tiga tahanan, Senin (12/7/21).

PEKANBARU -- Buntut dari percobaan melarikan diri, pada Sabtu (10/7/21) pukul 03.00 WIB lalu, tiga napi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru, dipastikan tidak mendapatkan remisi  pembebasan bersyarat. 

Selain itu, ketiga warga binaan pemasyarakatan berinisial FH, IP serta UAH kembali menjalani hukuman ditempatkan di blok pengasingan (strap sel).

 "Tidak mendapatkan pembebasan bersyarat.  Kita sudah lakukan pengasingan," kata Kepala Rutan Pekanbaru, M Lukman, di kantornya, saat melakukan ekspos barang bukti percobaan pelarian tiga tahanan, Senin (12/7/21). 

Pencabutan hak mendapatkan remisi pembebasan berayarat tersebut sebagai tindakan tegas atas pelanggaran keras terhadap napi yang mencoba kabur dari tahanan. Hal itu juga sekaligus peringatan bagi tahanan lainnya. 

Ada pun penempatan ketiga napi di ruang  strap sel, sekaligus untuk kepentingan intrograsi. Saat ini petugas masih melakukan pendalaman bagaimana para napi menjebol pentelasi besi kamar tahanan. 

Dugaan sementara, ketiga napi berhasil menjebol pentelasi menggunakan gergaji kecil. Namun barang bukti yang diakui napi sudah dibuang itu masih dicari petugas. 

Selain itu, petugas juga berkepentingan untuk mengungkap, apakah ada motif lain dari pelarian itu. Hal ini mengingat, dua dari tiga napi adalah terpidana kasus narkoba. Sedangkan satu lagi, kasus penggelapan.

"Kita masih terus lakukan pendalaman. Bagaimana bisa menjebol ventilasi ruang tahanan. Saya yakin, ini pasti ada otak pelakunya dan ini terencana. Ini memang pertanyaan besar kita," ungkap Lukman. 

Lebih lanjut, Lukman membeberkan selama menjalani masa penahanan, ketiga napi memang dikenal berprilaku buruk. Ketiganya ditahanan di ruang kamar isolasi yang sama," jelas Lukman.

Inisial UAH, merupakan terpidana lima tahun, kasus narkoba. Selama ditahan, sering berantam, sering ngerocokin sesama kawan tahanan lainnya atau bikin onar tanpa sebab.

Inisial FH terpidana 1,8 bulan, sama sering bikin onar. Sering melakukan pelanggaran aturan. 

Sementara inisial IP papar Lukman lagi, punya catatan buruk sebelumnya adalah pindahan dari Lapas Narkotika Rumbai. Dimana saat hendak dilakukan perawatan di rumah sakit, juga berupaya melarikan diri. Setelah berhasil diamankan lalu dipindahkan ke Rutan. 

"Nah sekarang kembali mencoba melarikan diri. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Upaya melakukan penjagaan dan berharap tak terulang lagi," tutup Lukman.



Artikel Terbaru
kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


pekanbaru | Senin, 20 September 2021

Akibat pasokan vaksin Covid-19 yang tak mencukupi, sekitar 60 ribu warga Kota Pekanbaru terpaksa.


Sep 2021
25


Kepala Rutan Pekanbaru, M Lukman saat melakukan ekspos barang bukti percobaan pelarian tiga tahanan, Senin (12/7/21).

Ganjaran Coba Kabur,Tiga Napi Rutan Kelas I Pekanbaru Gagal Dapat Remisi

hukum | Senin, 12 Juli 2021
Editor : red | Penulis : PE/DL

PEKANBARU -- Buntut dari percobaan melarikan diri, pada Sabtu (10/7/21) pukul 03.00 WIB lalu, tiga napi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru, dipastikan tidak mendapatkan remisi  pembebasan bersyarat. 

Selain itu, ketiga warga binaan pemasyarakatan berinisial FH, IP serta UAH kembali menjalani hukuman ditempatkan di blok pengasingan (strap sel).

 "Tidak mendapatkan pembebasan bersyarat.  Kita sudah lakukan pengasingan," kata Kepala Rutan Pekanbaru, M Lukman, di kantornya, saat melakukan ekspos barang bukti percobaan pelarian tiga tahanan, Senin (12/7/21). 

Pencabutan hak mendapatkan remisi pembebasan berayarat tersebut sebagai tindakan tegas atas pelanggaran keras terhadap napi yang mencoba kabur dari tahanan. Hal itu juga sekaligus peringatan bagi tahanan lainnya. 

Ada pun penempatan ketiga napi di ruang  strap sel, sekaligus untuk kepentingan intrograsi. Saat ini petugas masih melakukan pendalaman bagaimana para napi menjebol pentelasi besi kamar tahanan. 

Dugaan sementara, ketiga napi berhasil menjebol pentelasi menggunakan gergaji kecil. Namun barang bukti yang diakui napi sudah dibuang itu masih dicari petugas. 

Selain itu, petugas juga berkepentingan untuk mengungkap, apakah ada motif lain dari pelarian itu. Hal ini mengingat, dua dari tiga napi adalah terpidana kasus narkoba. Sedangkan satu lagi, kasus penggelapan.

"Kita masih terus lakukan pendalaman. Bagaimana bisa menjebol ventilasi ruang tahanan. Saya yakin, ini pasti ada otak pelakunya dan ini terencana. Ini memang pertanyaan besar kita," ungkap Lukman. 

Lebih lanjut, Lukman membeberkan selama menjalani masa penahanan, ketiga napi memang dikenal berprilaku buruk. Ketiganya ditahanan di ruang kamar isolasi yang sama," jelas Lukman.

Inisial UAH, merupakan terpidana lima tahun, kasus narkoba. Selama ditahan, sering berantam, sering ngerocokin sesama kawan tahanan lainnya atau bikin onar tanpa sebab.

Inisial FH terpidana 1,8 bulan, sama sering bikin onar. Sering melakukan pelanggaran aturan. 

Sementara inisial IP papar Lukman lagi, punya catatan buruk sebelumnya adalah pindahan dari Lapas Narkotika Rumbai. Dimana saat hendak dilakukan perawatan di rumah sakit, juga berupaya melarikan diri. Setelah berhasil diamankan lalu dipindahkan ke Rutan. 

"Nah sekarang kembali mencoba melarikan diri. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Upaya melakukan penjagaan dan berharap tak terulang lagi," tutup Lukman.


Artikel Terbaru

kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


pekanbaru | Senin, 20 September 2021

Akibat pasokan vaksin Covid-19 yang tak mencukupi, sekitar 60 ribu warga Kota Pekanbaru terpaksa.