27 Zulhijjah 1442 H / Jumat, 6 Agustus 2021
Pemerintah Alokasi Dana Rp370 Miliar Suplai Oksigen
nusantara | Minggu, 18 Juli 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Pemerintah menambah alokasi dana senilai Rp370 miliar untuk menambah suplai oksigen di dalam negeri. foto: int

JAKARTA-- Pemerintah menambah alokasi dana senilai Rp370 miliar untuk menambah suplai oksigen di dalam negeri. 

Hal ini dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan oksigen sejak kasus Covid-19 meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

"Kita sediakan Rp370 miliar untuk pengadaan dari dalam negeri maupun dari luar negeri," ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu (17/7-2021).

Kendati begitu, Ani belum menjelaskan kapan sekiranya anggaran ini mulai dikucurkan. 
Begitu juga dengan jumlah alokasi pengadaan masing-masing, baik yang dibeli dari industri lokal maupun impor.

Selain memberikan anggaran untuk pengadaan suplai oksigen, bendahara negara juga menyiapkan insentif perpajakan untuk impor alat kesehatan, obat-obatan, hingga oksigen. Insentif diberikan dalam bentuk  pembebasan bea masuk hingga pajak pertambahan nilai (PPN).

"Impor barang-barang seperti alat kesehatan, oksigen, maupun obat-obatan, mereka mendapat insentif kesehatan," ujarnya.

Rencananya, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk insentif perpajakan barang-barang kesehatan mencapai Rp20,85 triliun. Alokasi dana ini masuk ke dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta BUMN membantu pemenuhan kebutuhan oksigen. Salah satunya bisa dilakukan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Tak hanya meminta perusahaan pelat merah memenuhi kebutuhan oksigen di dalam negeri, pembiayaan untuk pengadaannya juga diminta agar bertambah.

"Ada juga pabrik yang off yang itu bisa di-on-kan tapi butuh pembiayaan. Tolong juga dicarikan solusinya karena apapun kita harus menyiapkan diri apabila betul-betul ada lonjakan dan kebutuhan oksigen bisa terpenuhi," ucap Jokowi.

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebutuhan oksigen saat ini mencapai 2.000 ton per hari. Atas kebutuhan ini, pemerintah telah mengalihkan kelebihan kapasitas oksigen di industri sebanyak 240 ton-250 ton per hari untuk kebutuhan medis.

Selain itu, pemerintah juga membeli 20 ribu sampai 30 ribu oksigen konsentrator untuk menyediakan 600 ton oksigen per hari. Indonesia juga mengimpor 10 ribu oksigen konsentrator dari Singapura.

Tak ketinggalan, Indonesia juga menerima sumbangan oksigen dari sejumlah negara di dunia. Salah satu yang teranyar adalah Uni Emirat Arab yang menyumbang 450 unit tabung oksigen berukuran 40 liter dan 150 unit konsentrator oksigen portable.



Artikel Terbaru
pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.


Agu 2021
06

AHM Raih 15 Penghargaan di TBCCI | Honda Civic FD yang Bikin Orang Kepincut | Sekda Riau Nonaktif Didakwa Rugikan Negara 2,8 Miliar Saat Jadi Kepala Bapeda Siak | Demokrat Riau: KLB Deli Serdang Ilegal | Kepala Staf Presiden, Moeldoko Ajukan Tambahan Anggaran Rp 29 Miliar | Jalan Dihiasi Mural Tiga Dimensi, Jadi Objek Selfi Warga | Din Dituduh Radikal, Mungkinkah Pesanan? |

Pemerintah menambah alokasi dana senilai Rp370 miliar untuk menambah suplai oksigen di dalam negeri. foto: int

Pemerintah Alokasi Dana Rp370 Miliar Suplai Oksigen

nusantara | Minggu, 18 Juli 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA-- Pemerintah menambah alokasi dana senilai Rp370 miliar untuk menambah suplai oksigen di dalam negeri. 

Hal ini dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan oksigen sejak kasus Covid-19 meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

"Kita sediakan Rp370 miliar untuk pengadaan dari dalam negeri maupun dari luar negeri," ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu (17/7-2021).

Kendati begitu, Ani belum menjelaskan kapan sekiranya anggaran ini mulai dikucurkan. 
Begitu juga dengan jumlah alokasi pengadaan masing-masing, baik yang dibeli dari industri lokal maupun impor.

Selain memberikan anggaran untuk pengadaan suplai oksigen, bendahara negara juga menyiapkan insentif perpajakan untuk impor alat kesehatan, obat-obatan, hingga oksigen. Insentif diberikan dalam bentuk  pembebasan bea masuk hingga pajak pertambahan nilai (PPN).

"Impor barang-barang seperti alat kesehatan, oksigen, maupun obat-obatan, mereka mendapat insentif kesehatan," ujarnya.

Rencananya, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk insentif perpajakan barang-barang kesehatan mencapai Rp20,85 triliun. Alokasi dana ini masuk ke dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta BUMN membantu pemenuhan kebutuhan oksigen. Salah satunya bisa dilakukan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Tak hanya meminta perusahaan pelat merah memenuhi kebutuhan oksigen di dalam negeri, pembiayaan untuk pengadaannya juga diminta agar bertambah.

"Ada juga pabrik yang off yang itu bisa di-on-kan tapi butuh pembiayaan. Tolong juga dicarikan solusinya karena apapun kita harus menyiapkan diri apabila betul-betul ada lonjakan dan kebutuhan oksigen bisa terpenuhi," ucap Jokowi.

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebutuhan oksigen saat ini mencapai 2.000 ton per hari. Atas kebutuhan ini, pemerintah telah mengalihkan kelebihan kapasitas oksigen di industri sebanyak 240 ton-250 ton per hari untuk kebutuhan medis.

Selain itu, pemerintah juga membeli 20 ribu sampai 30 ribu oksigen konsentrator untuk menyediakan 600 ton oksigen per hari. Indonesia juga mengimpor 10 ribu oksigen konsentrator dari Singapura.

Tak ketinggalan, Indonesia juga menerima sumbangan oksigen dari sejumlah negara di dunia. Salah satu yang teranyar adalah Uni Emirat Arab yang menyumbang 450 unit tabung oksigen berukuran 40 liter dan 150 unit konsentrator oksigen portable.


Artikel Terbaru

pelalawan | Kamis, 5 Agustus 2021

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan FIF Group, Kamis (5/8-2021) melakukan giat.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan.


pasar | Kamis, 5 Agustus 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.342 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis.


nusantara | Kamis, 5 Agustus 2021

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan agar pencairan bantuan langsung tunai.


pekanbaru | Kamis, 5 Agustus 2021

Sebanyak 12 orang warga pendatang dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.


kampar | Kamis, 5 Agustus 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH menerima tokoh masyarakat dari Desa Rantau Kasih.


riau | Kamis, 5 Agustus 2021

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan terus menggesa pelaksanaan vaksinasi.


dumai | Kamis, 5 Agustus 2021

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini telah merampungkan.



bengkalis | Kamis, 5 Agustus 2021

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan Manager.