17 Safar 1443 H / Sabtu, 25 September 2021
Bansos Daerah Lambat Cair, Penyaluran Baru 18,5 Persen
nusantara | Kamis, 22 Juli 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Menkeu Sri Mulyani mengisyaratkan bansos daerah lambat cair. Terbukti, penyaluran dana perlindungan sosial dan ekonomi baru 18,5 persen dari pagu . (FOTO/INT)

JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengisyaratkan penyaluran bansos daerah lambat cair. Buktinya, penyaluran dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi di daerah baru sekitar 18,5 persen dari pagu Rp25,46 triliun, yaitu sebesar Rp4,7 triliun. Rinciannya, realisasi dana perlindungan sosial baru Rp2,3 triliun dan pemberdayaan ekonomi baru Rp2,4 triliun.

Ani, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa realisasi dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi di 518 daerah masih di bawah 50 persen dan 24 daerah di atas 50 persen.

"Anggaran ini penyerapan atau realisasinya masih rendah. Kami berharap pemda segera merealisasikannya," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2021, Rabu (21/7-2021).

Ia merinci terdapat 324 daerah yang realisasi penyaluran dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masih 0 persen-15 persen. Hal ini membuat realisasi dari penyaluran dana perlindungan sosial secara keseluruhan baru Rp764,8 miliar atau 6,2 persen dari pagu Rp12,31 triliun.

Sementara, daerah yang menyalurkan dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi sekitar 15 persen sampai 30 persen baru 128 daerah. Realisasinya Rp1,54 triliun atau 22,5 persen dari pagu Rp6,85 triliun.

Lalu, terdapat 66 daerah yang realisasinya sebesar 30 persen-50 persen. Walhasil, realisasinya tercatat sebesar Rp1,99 triliun atau 35,5 persen dari pagu Rp5,62 triliun.

Kemudian, ada 24 daerah yang belanja perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi di atas 50 persen. Total penyalurannya sebesar Rp410,1 miliar atau 61,1 persen dari Rp670,9 miliar.

Realisasi penyaluran yang rendah juga terjadi pada bantuan langsung tunai (BLT) dana desa. Ani mengatakan realisasinya baru Rp6,11 triliun atau 21,2 persen dari pagu Rp28,8 triliun.

"Kami bersama Kemendes mendorong agar BLT dana desa ini segera dibayarkan dan bisa bantu masyarakat di level desa," pungkasnya.

 

sumber: CNN



Artikel Terbaru
kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


pekanbaru | Senin, 20 September 2021

Akibat pasokan vaksin Covid-19 yang tak mencukupi, sekitar 60 ribu warga Kota Pekanbaru terpaksa.


Sep 2021
25

Tokoh Ini Bisa Dijadikan Sumber Inspirasi Kesuksesanmu | Kurang Percaya Diri, Coba Atasi dengan Cara Ini | Dispersip Kampar MoU dengan SMAN 1 Bangkinang Kota | Pangdam Jaya offside, Hormati Hukum Negara Bukan Hukum Rimba | 7 Jenis Usaha Rumahan yang Menguntungkan | Murid SDN 18 Tualang Terima Perlengkapan Sekolah | Vaksinasi Massal Covid-19 JAPFA Lebihi Target |

Menkeu Sri Mulyani mengisyaratkan bansos daerah lambat cair. Terbukti, penyaluran dana perlindungan sosial dan ekonomi baru 18,5 persen dari pagu . (FOTO/INT)

Bansos Daerah Lambat Cair, Penyaluran Baru 18,5 Persen

nusantara | Kamis, 22 Juli 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengisyaratkan penyaluran bansos daerah lambat cair. Buktinya, penyaluran dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi di daerah baru sekitar 18,5 persen dari pagu Rp25,46 triliun, yaitu sebesar Rp4,7 triliun. Rinciannya, realisasi dana perlindungan sosial baru Rp2,3 triliun dan pemberdayaan ekonomi baru Rp2,4 triliun.

Ani, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa realisasi dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi di 518 daerah masih di bawah 50 persen dan 24 daerah di atas 50 persen.

"Anggaran ini penyerapan atau realisasinya masih rendah. Kami berharap pemda segera merealisasikannya," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2021, Rabu (21/7-2021).

Ia merinci terdapat 324 daerah yang realisasi penyaluran dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masih 0 persen-15 persen. Hal ini membuat realisasi dari penyaluran dana perlindungan sosial secara keseluruhan baru Rp764,8 miliar atau 6,2 persen dari pagu Rp12,31 triliun.

Sementara, daerah yang menyalurkan dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi sekitar 15 persen sampai 30 persen baru 128 daerah. Realisasinya Rp1,54 triliun atau 22,5 persen dari pagu Rp6,85 triliun.

Lalu, terdapat 66 daerah yang realisasinya sebesar 30 persen-50 persen. Walhasil, realisasinya tercatat sebesar Rp1,99 triliun atau 35,5 persen dari pagu Rp5,62 triliun.

Kemudian, ada 24 daerah yang belanja perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi di atas 50 persen. Total penyalurannya sebesar Rp410,1 miliar atau 61,1 persen dari Rp670,9 miliar.

Realisasi penyaluran yang rendah juga terjadi pada bantuan langsung tunai (BLT) dana desa. Ani mengatakan realisasinya baru Rp6,11 triliun atau 21,2 persen dari pagu Rp28,8 triliun.

"Kami bersama Kemendes mendorong agar BLT dana desa ini segera dibayarkan dan bisa bantu masyarakat di level desa," pungkasnya.

 

sumber: CNN


Artikel Terbaru

kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


pekanbaru | Senin, 20 September 2021

Akibat pasokan vaksin Covid-19 yang tak mencukupi, sekitar 60 ribu warga Kota Pekanbaru terpaksa.