17 Safar 1443 H / Sabtu, 25 September 2021
Kasus Turap Danau Tajwib, Kabupaten Pelalawan
Jaksa Gabungan Siap Buktikan Keterlibatan Plt Kadis PUPR Kabupaten Pelalawan
hukum | Senin, 26 Juli 2021
Editor : Red | Penulis : Int

Danau Tajwib, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. (Int)

PEKANBARU - Kasus ambruknya ambruknya turap Danau Tajwib, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan dengan tersangka Kadis PUPR, MD Rizal, dalam waktu dekat akan memasuki babak baru. Kini, sembilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah menyiapkan surat dakwaan bagi pejabat PUPR Kabupaten Pelalawan tersebut.

Dalam perkara ini ditetapkan sebagai tersangka Plt Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan, MD Rizal, dan honorer sekaligus operator alat berat, Tengku Pirda.

Kedua tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru sejak Kamis (22/7). Penahanan dilakukan saat proses tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) dari penyidik ke JPU.

"Setelah tahap II ini, JPU akan merampungkan surat dakwaan. Setelah rampung berkas dilimpah ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan," ujar Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Pelalawan, Sumriadi, Senin (26/7).

Dia mengatakan, 9 orang JPU yang merupakan gabungan jaksa dari Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Negeri Pelalawan itu, akan membuktikan adanya tindak pidana korupsi yang dilakukan MD Rizal dan Tengku Pirda. "Dua dari Kejari (Pelalawan) dan 7 orang dari Kejati," kata Sumriadi.

Untuk diketahui, MD Rizal dan Tengku Pirda ditetapkan sebagai tersangka  pada 16 Februari 2020. Keduanya sudah beberapa kali diperiksa sebagai tersangka.

Sedangkan turap Danau Tajwid yang masuk dalam pekerjaan paket I revertmen Sungai Kampar-Danau Tajwid tahun anggaran 2018 di Kecamatan Langgam dengan panjang 200 meter juga telag disegel.

Turap ini dikerjakan oleh PT Raja Oloan. Nilai kontrak proyek sebesar Rp6.163.648.600. Dari nilai itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Pelalawan baru membayar rekanan sebesar Rp2 miliar.

Perusakan turap dilakukan dengan modus, MD Rizal menugaskan Tengku Pirda untuk membersihkan sekitaran tiang penyangga turap atau sheet pile.

"Jadi pengakuan tersangka MDR (MD Rizal) saat sebagai saksi, dia dihubungi oleh ajudan bupati (Pelalawan) bahwa ada banjir yang mengakibatkan rusaknya turap itu," terang Hilman Azazi, selaku Asisten PIdana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau ketika itu.

Hilman mengatakan, proses perintah dari MD Rizal kepada Tengku Pirda, tidak sesuai dengan kelaziman. Sebab, turap tersebut rusak bukan dikarenakan faktor alam. "Itu (turap) dirusak oleh tangan manusia dengan menggunakan alat tertentu," tegas Hilman.

Kedua tersangka melanggar Pasal 10 huruf (a), Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman hukumannya lima tahun penjara.*



Artikel Terbaru
kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


pekanbaru | Senin, 20 September 2021

Akibat pasokan vaksin Covid-19 yang tak mencukupi, sekitar 60 ribu warga Kota Pekanbaru terpaksa.


Sep 2021
25


Danau Tajwib, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. (Int)

Kasus Turap Danau Tajwib, Kabupaten Pelalawan

Jaksa Gabungan Siap Buktikan Keterlibatan Plt Kadis PUPR Kabupaten Pelalawan

hukum | Senin, 26 Juli 2021
Editor : Red | Penulis : Int

PEKANBARU - Kasus ambruknya ambruknya turap Danau Tajwib, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan dengan tersangka Kadis PUPR, MD Rizal, dalam waktu dekat akan memasuki babak baru. Kini, sembilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah menyiapkan surat dakwaan bagi pejabat PUPR Kabupaten Pelalawan tersebut.

Dalam perkara ini ditetapkan sebagai tersangka Plt Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan, MD Rizal, dan honorer sekaligus operator alat berat, Tengku Pirda.

Kedua tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru sejak Kamis (22/7). Penahanan dilakukan saat proses tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) dari penyidik ke JPU.

"Setelah tahap II ini, JPU akan merampungkan surat dakwaan. Setelah rampung berkas dilimpah ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan," ujar Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Pelalawan, Sumriadi, Senin (26/7).

Dia mengatakan, 9 orang JPU yang merupakan gabungan jaksa dari Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Negeri Pelalawan itu, akan membuktikan adanya tindak pidana korupsi yang dilakukan MD Rizal dan Tengku Pirda. "Dua dari Kejari (Pelalawan) dan 7 orang dari Kejati," kata Sumriadi.

Untuk diketahui, MD Rizal dan Tengku Pirda ditetapkan sebagai tersangka  pada 16 Februari 2020. Keduanya sudah beberapa kali diperiksa sebagai tersangka.

Sedangkan turap Danau Tajwid yang masuk dalam pekerjaan paket I revertmen Sungai Kampar-Danau Tajwid tahun anggaran 2018 di Kecamatan Langgam dengan panjang 200 meter juga telag disegel.

Turap ini dikerjakan oleh PT Raja Oloan. Nilai kontrak proyek sebesar Rp6.163.648.600. Dari nilai itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Pelalawan baru membayar rekanan sebesar Rp2 miliar.

Perusakan turap dilakukan dengan modus, MD Rizal menugaskan Tengku Pirda untuk membersihkan sekitaran tiang penyangga turap atau sheet pile.

"Jadi pengakuan tersangka MDR (MD Rizal) saat sebagai saksi, dia dihubungi oleh ajudan bupati (Pelalawan) bahwa ada banjir yang mengakibatkan rusaknya turap itu," terang Hilman Azazi, selaku Asisten PIdana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau ketika itu.

Hilman mengatakan, proses perintah dari MD Rizal kepada Tengku Pirda, tidak sesuai dengan kelaziman. Sebab, turap tersebut rusak bukan dikarenakan faktor alam. "Itu (turap) dirusak oleh tangan manusia dengan menggunakan alat tertentu," tegas Hilman.

Kedua tersangka melanggar Pasal 10 huruf (a), Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman hukumannya lima tahun penjara.*


Artikel Terbaru

kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


pekanbaru | Senin, 20 September 2021

Akibat pasokan vaksin Covid-19 yang tak mencukupi, sekitar 60 ribu warga Kota Pekanbaru terpaksa.