17 Safar 1443 H / Sabtu, 25 September 2021
Angka Kematian Covid Tinggi, Alasan Menkes Karena Telat Ditangani RS
nusantara | Senin, 26 Juli 2021
Editor : Red | Penulis : Republika

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin beralasan, tingginya kasus kematian saat ini dikarenakan telat ditangani pihak rumah sakit. Dia mengingatkan agar keluarga
selalu memantau kondisi pasien dengan menggunakan alat oximeter.

"Saya sudah cek dengan direktur utama rumah sakit, penyebabnya telat masuk. Saturasinya sudah sangat rendah," kata Menkes saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/7).

Petugas memakamkan jenazah pasien positif COVID-19 di lokasi pemakaman COVID-19 TPU Pasir Putih, Depok, Jawa Barat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya keluarga memantau kondisi pasien dengan menggunakan alat oximeter. Jika hasilnya di bawah 94 persen, maka pasien perlu segera dibawa ke rumah sakit.

"Kalau itu di atas 95 persen tidak usah dibawa karena akan menuh-menuhin rumah sakitnya, orang yang butuh masuk jadi ga bisa masuk. Biarin di rumah, yang penting ukur saturasi," jelasnya seperti dilansir republika.

Menkes Budi menyebut, jika pasien Covid-19 mendapatkan penanganan lebih dini maka dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Menkes bahkan mengatakan, jika pasien dirawat dengan cepat dan tepat, maka angka kematiannya akan lebih rendah dari kematian kasus TBC maupun HIV.

"Di seluruh dunia dari 100 sakit, yang masuk rumah sakit cuma 20 persen, yang wafat mungkin sekitar 1,7 persen lebih rendah dari TBC atau HIV, tapi harus dirawat dengan tepat dan cepat," kata Budi.



Artikel Terbaru
kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


pekanbaru | Senin, 20 September 2021

Akibat pasokan vaksin Covid-19 yang tak mencukupi, sekitar 60 ribu warga Kota Pekanbaru terpaksa.


Sep 2021
25


Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin

Angka Kematian Covid Tinggi, Alasan Menkes Karena Telat Ditangani RS

nusantara | Senin, 26 Juli 2021
Editor : Red | Penulis : Republika

JAKARTA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin beralasan, tingginya kasus kematian saat ini dikarenakan telat ditangani pihak rumah sakit. Dia mengingatkan agar keluarga
selalu memantau kondisi pasien dengan menggunakan alat oximeter.

"Saya sudah cek dengan direktur utama rumah sakit, penyebabnya telat masuk. Saturasinya sudah sangat rendah," kata Menkes saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/7).

Petugas memakamkan jenazah pasien positif COVID-19 di lokasi pemakaman COVID-19 TPU Pasir Putih, Depok, Jawa Barat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya keluarga memantau kondisi pasien dengan menggunakan alat oximeter. Jika hasilnya di bawah 94 persen, maka pasien perlu segera dibawa ke rumah sakit.

"Kalau itu di atas 95 persen tidak usah dibawa karena akan menuh-menuhin rumah sakitnya, orang yang butuh masuk jadi ga bisa masuk. Biarin di rumah, yang penting ukur saturasi," jelasnya seperti dilansir republika.

Menkes Budi menyebut, jika pasien Covid-19 mendapatkan penanganan lebih dini maka dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Menkes bahkan mengatakan, jika pasien dirawat dengan cepat dan tepat, maka angka kematiannya akan lebih rendah dari kematian kasus TBC maupun HIV.

"Di seluruh dunia dari 100 sakit, yang masuk rumah sakit cuma 20 persen, yang wafat mungkin sekitar 1,7 persen lebih rendah dari TBC atau HIV, tapi harus dirawat dengan tepat dan cepat," kata Budi.


Artikel Terbaru

kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


pekanbaru | Senin, 20 September 2021

Akibat pasokan vaksin Covid-19 yang tak mencukupi, sekitar 60 ribu warga Kota Pekanbaru terpaksa.