19 Rabiul Awwal 1443 H / Selasa, 26 Oktober 2021
Kementerian BUMN Pastikan Gaji Tidak Berbasiskan Gender
pasar | Senin, 11 Oktober 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Kementerian BUMN memastikan gaji atau pendapatan karyawan BUMN tidak berbasis gender, perempuan dan laki. (CNN/ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

JAKARTA-- Kementerian BUMN memastikan gaji atau pendapatan karyawan BUMN tidak berbasiskan gender. Artinya, karyawan perempuan dan laki-laki mendapatkan take home pay yang sama.

Ketua Srikandi BUMN Tina Kemala Intan menyatakan variabel pembeda besaran gaji bulanan atau tahunan karyawan BUMN, seperti gaji dasar dan insentif diberikan sesuai dengan kinerja atau performa yang bersangkutan.

Hal tersebut ia sampaikan sekaligus membantah anggapan bahwa ada ketimpangan gaji antara perempuan dan laki-laki di pelat merah.

"Tidak ada perbedaan pendapatan berbasis gender tapi kita sedang membangun performance based culture selama beberapa tahun ini," ungkapnya saat konferensi pers #GirlsTakeOver 2021, Senin (11/10).

Senada, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata menerangkan penilaian kinerja karyawan BUMN berdasarkan Key Performance Index (KPI) masing-masing karyawan.

Sehingga, persoalan gender tidak menjadi penghalang karyawan wanita mendapat gaji besar. "Ini yang kita jaga sama-sama bahwa penilaian berdasarkan kinerja, bukan gender," imbuhnya.

Isu kesetaraan gender masih menjadi salah satu isu penting yang digaungkan di dunia kerja. Salah satu pejabat RI yang vokal menyuarakan keseteraan gender adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia menyebut rata-rata perempuan mendapatkan gaji lebih rendah dari pria dengan jabatan dan posisi yang sama. Gaji perempuan rata-rata lebih rendah 11-20 persen dibanding pria. Kejadian seperti ini terjadi hampir di seluruh dunia.

"Yang sering dihadapkan perempuan di society, social, maupun keseluruhan dunia yang relatively tidak playing field. Statistiknya posisi sama, dibayar 11 persen lebih rendah bahkan sampai 20 persen di bawah pria, pekerjaan sama, tanggung jawab," kata Sri Mulyani dalam live streaming Ngobrol Sore Semaunya bersama Putri Tanjung, dikutip Minggu (14/3).

Menurut Sri Mulyani, bakat seorang perempuan dikenai diskon karena mereka seorang perempuan yang pantas berbeda dengan karyawan pria. Persoalan keseimbangan antara pria dan perempuan juga dirasakan Sri Mulyani secara tak langsung.

Ia menyadari pria masih mendominasi di lingkungan pekerjaan. Berdasarkan pengamatannya, pengambilan keputusan oleh perempuan di parlemen Indonesia belum sampai 30 persen.

"Lalu, dewan direksi perempuan biasanya juga satu dari lima. Dewan komisaris hanya satu dari lima, itu juga kalau ada, kadang-kadang. Semua pria," terang dia

 

 

Sumber: CNN



Artikel Terbaru
riau | Senin, 25 Oktober 2021

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Riau per 25 Oktober terdapat penambahan 16 kasus baru,.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mendata mayoritas sekolah yang melaksanakan.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Capaian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum di Kota Pekanbaru sudah lebih 70 persen. Total.



nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur,.


pasar | Senin, 25 Oktober 2021
.

nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Warga di Gang Gotong Royong, Munjul, Jakarta Timur mendengar dentuman keras saat dua rangkaian.


nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Presiden Joko Widodo meminta untuk regulasi hasil tes polymerase chain reaction (PCR) diubah.


nusantara | Senin, 25 Oktober 2021
.

riau | Sabtu, 23 Oktober 2021

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau Dr H Mahyudin MA.


Okt 2021
26


Kementerian BUMN memastikan gaji atau pendapatan karyawan BUMN tidak berbasis gender, perempuan dan laki. (CNN/ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Kementerian BUMN Pastikan Gaji Tidak Berbasiskan Gender

pasar | Senin, 11 Oktober 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA-- Kementerian BUMN memastikan gaji atau pendapatan karyawan BUMN tidak berbasiskan gender. Artinya, karyawan perempuan dan laki-laki mendapatkan take home pay yang sama.

Ketua Srikandi BUMN Tina Kemala Intan menyatakan variabel pembeda besaran gaji bulanan atau tahunan karyawan BUMN, seperti gaji dasar dan insentif diberikan sesuai dengan kinerja atau performa yang bersangkutan.

Hal tersebut ia sampaikan sekaligus membantah anggapan bahwa ada ketimpangan gaji antara perempuan dan laki-laki di pelat merah.

"Tidak ada perbedaan pendapatan berbasis gender tapi kita sedang membangun performance based culture selama beberapa tahun ini," ungkapnya saat konferensi pers #GirlsTakeOver 2021, Senin (11/10).

Senada, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata menerangkan penilaian kinerja karyawan BUMN berdasarkan Key Performance Index (KPI) masing-masing karyawan.

Sehingga, persoalan gender tidak menjadi penghalang karyawan wanita mendapat gaji besar. "Ini yang kita jaga sama-sama bahwa penilaian berdasarkan kinerja, bukan gender," imbuhnya.

Isu kesetaraan gender masih menjadi salah satu isu penting yang digaungkan di dunia kerja. Salah satu pejabat RI yang vokal menyuarakan keseteraan gender adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia menyebut rata-rata perempuan mendapatkan gaji lebih rendah dari pria dengan jabatan dan posisi yang sama. Gaji perempuan rata-rata lebih rendah 11-20 persen dibanding pria. Kejadian seperti ini terjadi hampir di seluruh dunia.

"Yang sering dihadapkan perempuan di society, social, maupun keseluruhan dunia yang relatively tidak playing field. Statistiknya posisi sama, dibayar 11 persen lebih rendah bahkan sampai 20 persen di bawah pria, pekerjaan sama, tanggung jawab," kata Sri Mulyani dalam live streaming Ngobrol Sore Semaunya bersama Putri Tanjung, dikutip Minggu (14/3).

Menurut Sri Mulyani, bakat seorang perempuan dikenai diskon karena mereka seorang perempuan yang pantas berbeda dengan karyawan pria. Persoalan keseimbangan antara pria dan perempuan juga dirasakan Sri Mulyani secara tak langsung.

Ia menyadari pria masih mendominasi di lingkungan pekerjaan. Berdasarkan pengamatannya, pengambilan keputusan oleh perempuan di parlemen Indonesia belum sampai 30 persen.

"Lalu, dewan direksi perempuan biasanya juga satu dari lima. Dewan komisaris hanya satu dari lima, itu juga kalau ada, kadang-kadang. Semua pria," terang dia

 

 

Sumber: CNN


Artikel Terbaru

riau | Senin, 25 Oktober 2021

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Riau per 25 Oktober terdapat penambahan 16 kasus baru,.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mendata mayoritas sekolah yang melaksanakan.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Capaian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum di Kota Pekanbaru sudah lebih 70 persen. Total.



nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur,.


pasar | Senin, 25 Oktober 2021
.

nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Warga di Gang Gotong Royong, Munjul, Jakarta Timur mendengar dentuman keras saat dua rangkaian.


nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Presiden Joko Widodo meminta untuk regulasi hasil tes polymerase chain reaction (PCR) diubah.


nusantara | Senin, 25 Oktober 2021
.

riau | Sabtu, 23 Oktober 2021

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau Dr H Mahyudin MA.