25 Jumadil Akhir 1443 H / Sabtu, 29 Januari 2022
Mendagri Minta Pemda Percepat Realisasi APBD 2021
nusantara | Selasa, 23 November 2021
Editor : Red | Penulis : Mimi Kartika/Mas Alamil Huda

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) mempercepat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (APBD TA) 2021. Percepatan realisasi APBD menjadi salah satu arahan Presiden Joko Widodo belum lama ini.

"Intinya untuk mempercepat belanja di lingkungan masing-masing," ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Penyerapan Anggaran Daerah Tahun 2021 bersama Menteri Keuangan dan Pemda secara virtual, Senin (22/11).

Menurut dia, realisasi belanja APBD berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional. Sebab, belanja daerah dapat membuat uang beredar di tengah masyarakat sehingga daya beli dan konsumsi pada tataran rumah tangga juga akan meningkat.

Selain itu, belanja APBD juga dapat menstimulus pihak swasta yang kondisi keuangannya mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19. Percepatan realisasi belanja juga berkaitan dengan target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan tumbuh lima persen pada akhir 2021.

Menurut Tito, guna mencapai target itu dibutuhkan dukungan dari berbagai komponen. Salah satunya pemda melalui realisasi belanja APBD. "Karena kita tahu bahwa lebih dari Rp 700 triliun anggaran dari pemerintah pusat itu ditransfer ke daerah, dan daerah juga memiliki ruang fiskal dari pendapatan asli daerah maupun dari sumber lainnya yang sesuai dengan undang-undang," kata dia.

Tito meminta kepala daerah menggelar rapat koordinasi internal bersama seluruh staf organisasi perangkat daerah. Langkah ini perlu dilakukan untuk menyisir berbagai program yang dapat segera direalisasikan sesuai aturan. Rapat Koordinasi juga perlu digelar gubernur selaku wakil pemerintah pusat di daerah bersama bupati dan wali kota di wilayahnya masing-masing.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri per 19 November 2021, rata-rata persentase realisasi belanja APBD Provinsi TA 2021 sebesar 65,12 persen. Sedangkan, rata-rata persentase realiasi belanja APBD Kabupaten sebesar 61,15 persen dan Kota 59,08 persen.

Apabila dilihat dari tren tiga bulan terakhir, persentase realisasi belanja APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota TA 2020-2021 memiliki kondisi yang beragam. Misalnya, realisasi belanja pada Oktober TA 2021 sebesar 56,97 persen. Angka ini lebih rendah dibanding Oktober TA 2020 yang mencapai 58,94 persen.

Namun, jumlah uang yang beredar pada Oktober TA 2021 mampu mencapai Rp 718,47 triliun. Angka ini lebih besar dibanding capaian pada Oktober TA 2020 yang hanya Rp 715,36 triliun.

Adapun realisasi belanja pada November TA 2021 mencapai 62,12 persen, dengan uang yang beredar sebanyak Rp 788,07 triliun. Sedangkan pada November TA 2020, realisasi belanja mencapai 67,98 persen dengan uang yang beredar sebanyak Rp 837,18 triliun. *

Sumber: Republika



Artikel Terbaru
pekanbaru | Jumat, 28 Januari 2022
.

kampar | Jumat, 28 Januari 2022

Pemerintah Kota Dumai melakukan study banding dan sharing program ke Kabupanten.


riau | Jumat, 28 Januari 2022

Satu dari dua  calon Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan yang terdaftar sebagai peserta.



riau | Jumat, 28 Januari 2022

Pemerintah pusat melalui Kementrian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),.


pelalawan | Jumat, 28 Januari 2022

Bupati Pelalawan H Zukri melantik dan pengambilan sumpah jabatan sejumlah pejabat eselon.


siak | Kamis, 27 Januari 2022

Petani kelapa sawit, Palen Peter Aritonang (56) ditemukan tewas, diduga akibat di injak oleh.


hukum | Kamis, 27 Januari 2022

Istri Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin, Tiorita menjadi buah bibir publik. Sejumlah.


pasar | Kamis, 27 Januari 2022

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) baru minyak goreng.


kampar | Kamis, 27 Januari 2022

Menjelang Hari Jadi Kabupaten Kampar ke-72 yang tunggal 6 Februari 2022 mendatang, Bupati Kampar.


Jan 2022
29


Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian

Mendagri Minta Pemda Percepat Realisasi APBD 2021

nusantara | Selasa, 23 November 2021
Editor : Red | Penulis : Mimi Kartika/Mas Alamil Huda

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) mempercepat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (APBD TA) 2021. Percepatan realisasi APBD menjadi salah satu arahan Presiden Joko Widodo belum lama ini.

"Intinya untuk mempercepat belanja di lingkungan masing-masing," ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Penyerapan Anggaran Daerah Tahun 2021 bersama Menteri Keuangan dan Pemda secara virtual, Senin (22/11).

Menurut dia, realisasi belanja APBD berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional. Sebab, belanja daerah dapat membuat uang beredar di tengah masyarakat sehingga daya beli dan konsumsi pada tataran rumah tangga juga akan meningkat.

Selain itu, belanja APBD juga dapat menstimulus pihak swasta yang kondisi keuangannya mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19. Percepatan realisasi belanja juga berkaitan dengan target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan tumbuh lima persen pada akhir 2021.

Menurut Tito, guna mencapai target itu dibutuhkan dukungan dari berbagai komponen. Salah satunya pemda melalui realisasi belanja APBD. "Karena kita tahu bahwa lebih dari Rp 700 triliun anggaran dari pemerintah pusat itu ditransfer ke daerah, dan daerah juga memiliki ruang fiskal dari pendapatan asli daerah maupun dari sumber lainnya yang sesuai dengan undang-undang," kata dia.

Tito meminta kepala daerah menggelar rapat koordinasi internal bersama seluruh staf organisasi perangkat daerah. Langkah ini perlu dilakukan untuk menyisir berbagai program yang dapat segera direalisasikan sesuai aturan. Rapat Koordinasi juga perlu digelar gubernur selaku wakil pemerintah pusat di daerah bersama bupati dan wali kota di wilayahnya masing-masing.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri per 19 November 2021, rata-rata persentase realisasi belanja APBD Provinsi TA 2021 sebesar 65,12 persen. Sedangkan, rata-rata persentase realiasi belanja APBD Kabupaten sebesar 61,15 persen dan Kota 59,08 persen.

Apabila dilihat dari tren tiga bulan terakhir, persentase realisasi belanja APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota TA 2020-2021 memiliki kondisi yang beragam. Misalnya, realisasi belanja pada Oktober TA 2021 sebesar 56,97 persen. Angka ini lebih rendah dibanding Oktober TA 2020 yang mencapai 58,94 persen.

Namun, jumlah uang yang beredar pada Oktober TA 2021 mampu mencapai Rp 718,47 triliun. Angka ini lebih besar dibanding capaian pada Oktober TA 2020 yang hanya Rp 715,36 triliun.

Adapun realisasi belanja pada November TA 2021 mencapai 62,12 persen, dengan uang yang beredar sebanyak Rp 788,07 triliun. Sedangkan pada November TA 2020, realisasi belanja mencapai 67,98 persen dengan uang yang beredar sebanyak Rp 837,18 triliun. *

Sumber: Republika


Artikel Terbaru

pekanbaru | Jumat, 28 Januari 2022
.

kampar | Jumat, 28 Januari 2022

Pemerintah Kota Dumai melakukan study banding dan sharing program ke Kabupanten.


riau | Jumat, 28 Januari 2022

Satu dari dua  calon Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan yang terdaftar sebagai peserta.



riau | Jumat, 28 Januari 2022

Pemerintah pusat melalui Kementrian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),.


pelalawan | Jumat, 28 Januari 2022

Bupati Pelalawan H Zukri melantik dan pengambilan sumpah jabatan sejumlah pejabat eselon.


siak | Kamis, 27 Januari 2022

Petani kelapa sawit, Palen Peter Aritonang (56) ditemukan tewas, diduga akibat di injak oleh.


hukum | Kamis, 27 Januari 2022

Istri Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin, Tiorita menjadi buah bibir publik. Sejumlah.


pasar | Kamis, 27 Januari 2022

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) baru minyak goreng.


kampar | Kamis, 27 Januari 2022

Menjelang Hari Jadi Kabupaten Kampar ke-72 yang tunggal 6 Februari 2022 mendatang, Bupati Kampar.