18 Syawwal 1443 H / Jumat, 20 Mei 2022
Gubernur dan Walikota Gagal Kelola Anggaran
Presiden Kesal Dana Ratusan Triliun Diendapkan Kepala Daerah di Bank
nusantara | Rabu, 24 November 2021
Editor : Putrajaya | Penulis : Republika

Presiden Joko Widodo. [Int]

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan masih ada Rp226 triliun anggaran yang belum diserap oleh pemerintah daerah. Jokowi mengingatkan kepada para kepala daerah untuk menyerap dan merealisasikan anggaran daerah tersebut sebelum mengejar investor untuk berinvestasi.

"Para gubernur, bupati, dan wali kota, masih ada tadi pagi saya cek ke Menkeu, masih ada berapa uang yang ada di bank? Ini sudah akhir November, tinggal sebulan lagi tidak turun, justru naik," ujar Jokowi di hadapan para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia saat peresmian pembukaan rapat koordinasi nasional dan anugerah layanan investasi tahun 2021 di The Ritz-Carlton Pasific Place, Jakarta, Rabu (24/11).

"Saya dulu peringatkan di Oktober, seingat saya Rp 170 (triliun). Ini justru naik menjadi Rp 226 triliun. Ini perlu saya ingatkan," tegasnya.

Jokowi meminta agar anggaran tersebut segera diserap dan direalisasikan terlebih dahulu sebelum mengejar investor untuk berinvestasi di Indonesia. Sebab menurut dia, jumlah anggaran yang belum terserap tersebut sangat besar.

"Uang kita sendiri saja tidak digunakan kok ngejar-ngejar orang lain untuk uangnya masuk. Logikanya gak kena. Uang kita sendiri dihabiskan, realisasikan segera, habis waduh udah gak ada APBD, APBN udah gak ada, baru mencari investor untuk uang datang. Logika ekonominya seperti itu," ungkapnya.

Presiden mengatakan, jika anggaran daerah dapat segera direalisasikan dan kemudian membuka investasi maka akan memberikan dampak yang berlipat baik bagi daerah maupun negara. Lebih lanjut, Jokowi juga menyampaikan defisit APBN saat ini mencapai Rp 548 triliun.

"Sebagian dari APBN itu dikirim ditransfer ke daerah sebanyak Rp 642 triliun, baik ke provinsi, ke kabupaten, dan ke kota. Uangnya ada di APBD bapak ibu dan saudara semuanya. Ada di APBD provinsi, ada di APBD kabupaten, ada di APBD kota," katanya.

Karena itu, ia ingin agar daerah segera menggunakan dana tersebut. Jokowi juga meminta agar baik kementerian/lembaga dan juga pemerintah daerah meninggalkan ego sektoral dan memiliki visi dan keinginan yang sama untuk memajukan daerah maupun Indonesia. *

Sumber: Republika



Artikel Terbaru
pekanbaru | Kamis, 19 Mei 2022

Menjelang akhir masa jabatan (AMJ) Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Firdaus-Ayat, sejumlah.


pelalawan | Kamis, 19 Mei 2022

Bupati Pelalawan H Zukri Misran menyurati Presiden Joko Widodo. Ia meminta presiden agar.


riau | Kamis, 19 Mei 2022

Dalam acara sosialisasi penerima bantuan bagi usaha mikro bersumber dari dana anggaran.


pekanbaru | Kamis, 19 Mei 2022

Wali Kota Pekanbaru Dr. H. Firdaus mendapat penghargaan atas komitmen dan dukungan dalam.


riau | Kamis, 19 Mei 2022

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 18 sampai 24 Mei 2022 mengalami kenaikkan.



nusantara | Kamis, 19 Mei 2022
.

nusantara | Kamis, 19 Mei 2022

Penceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) merespons santai tudingan Singapura yang menganggapnya pro.


pasar | Kamis, 19 Mei 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite tidak.


nusantara | Selasa, 17 Mei 2022

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker..


Mei 2022
20


Presiden Joko Widodo. [Int]

Gubernur dan Walikota Gagal Kelola Anggaran

Presiden Kesal Dana Ratusan Triliun Diendapkan Kepala Daerah di Bank

nusantara | Rabu, 24 November 2021
Editor : Putrajaya | Penulis : Republika

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan masih ada Rp226 triliun anggaran yang belum diserap oleh pemerintah daerah. Jokowi mengingatkan kepada para kepala daerah untuk menyerap dan merealisasikan anggaran daerah tersebut sebelum mengejar investor untuk berinvestasi.

"Para gubernur, bupati, dan wali kota, masih ada tadi pagi saya cek ke Menkeu, masih ada berapa uang yang ada di bank? Ini sudah akhir November, tinggal sebulan lagi tidak turun, justru naik," ujar Jokowi di hadapan para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia saat peresmian pembukaan rapat koordinasi nasional dan anugerah layanan investasi tahun 2021 di The Ritz-Carlton Pasific Place, Jakarta, Rabu (24/11).

"Saya dulu peringatkan di Oktober, seingat saya Rp 170 (triliun). Ini justru naik menjadi Rp 226 triliun. Ini perlu saya ingatkan," tegasnya.

Jokowi meminta agar anggaran tersebut segera diserap dan direalisasikan terlebih dahulu sebelum mengejar investor untuk berinvestasi di Indonesia. Sebab menurut dia, jumlah anggaran yang belum terserap tersebut sangat besar.

"Uang kita sendiri saja tidak digunakan kok ngejar-ngejar orang lain untuk uangnya masuk. Logikanya gak kena. Uang kita sendiri dihabiskan, realisasikan segera, habis waduh udah gak ada APBD, APBN udah gak ada, baru mencari investor untuk uang datang. Logika ekonominya seperti itu," ungkapnya.

Presiden mengatakan, jika anggaran daerah dapat segera direalisasikan dan kemudian membuka investasi maka akan memberikan dampak yang berlipat baik bagi daerah maupun negara. Lebih lanjut, Jokowi juga menyampaikan defisit APBN saat ini mencapai Rp 548 triliun.

"Sebagian dari APBN itu dikirim ditransfer ke daerah sebanyak Rp 642 triliun, baik ke provinsi, ke kabupaten, dan ke kota. Uangnya ada di APBD bapak ibu dan saudara semuanya. Ada di APBD provinsi, ada di APBD kabupaten, ada di APBD kota," katanya.

Karena itu, ia ingin agar daerah segera menggunakan dana tersebut. Jokowi juga meminta agar baik kementerian/lembaga dan juga pemerintah daerah meninggalkan ego sektoral dan memiliki visi dan keinginan yang sama untuk memajukan daerah maupun Indonesia. *

Sumber: Republika


Artikel Terbaru

pekanbaru | Kamis, 19 Mei 2022

Menjelang akhir masa jabatan (AMJ) Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Firdaus-Ayat, sejumlah.


pelalawan | Kamis, 19 Mei 2022

Bupati Pelalawan H Zukri Misran menyurati Presiden Joko Widodo. Ia meminta presiden agar.


riau | Kamis, 19 Mei 2022

Dalam acara sosialisasi penerima bantuan bagi usaha mikro bersumber dari dana anggaran.


pekanbaru | Kamis, 19 Mei 2022

Wali Kota Pekanbaru Dr. H. Firdaus mendapat penghargaan atas komitmen dan dukungan dalam.


riau | Kamis, 19 Mei 2022

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 18 sampai 24 Mei 2022 mengalami kenaikkan.



nusantara | Kamis, 19 Mei 2022
.

nusantara | Kamis, 19 Mei 2022

Penceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) merespons santai tudingan Singapura yang menganggapnya pro.


pasar | Kamis, 19 Mei 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite tidak.


nusantara | Selasa, 17 Mei 2022

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker..