18 Syawwal 1443 H / Jumat, 20 Mei 2022
Pernah Depresi dan Berniat Bunuh Diri
wajah | Rabu, 12 Januari 2022
Editor : Putrajaya | Penulis : Republika

Ardhito Pramono

JAKARTA - Pemeran utama film Story of Kale: When Someone's In Love, Ardhito Pramono yang ditangkap Polres Metro Jakarta Barat menandai kesekian kalinya selebritas tersandung kasus penyalahgunaan narkoba. Dia diamankan bersama barang bukti berupa ganja.

Musisi sekaligus aktor ini sebelumnya dikabarkan pernah mengonsumsi psikotropika karena masalah keluarga. Hal itu diungkap Ardhito tatkala menjadi bintang tamu di acara Ngobrol Bareng Musisi (Ngobam) besutan Gofar Hilman pada 2019 silam.
 
Tak hanya itu, Ardhito juga mengaku pernah mengalami gangguan kesehatan mental depresi. Dia memeriksakan diri ke RSK Jiwa Dharmawangsa, Jakarta, untuk mengetahui kondisinya dan mendapat penanganan dari profesional medis.

Dia bercerita bahwa dirinya diminta melakukan sejumlah tes. Setelah menjalani semuanya, dokter mendiagnosis Ardhito mengidap depresi dan memberikan obat.

Fase tersebut dialami Ardhito sekitar 1,5 tahun hingga  pertengahan 2015. Dia mengaku kerap menyendiri di kegelapan, bahkan sempat tiga hari tidak makan.

Ardhito juga pernah menyalahgunakan obat dari dokter. Musisi 26 tahun itu pun pernah berniat bunuh diri.
Ketika hendak meminta bantuan lewat hotline bantuan bunuh diri di Indonesia, Ardhito diarahkan ke RSJ sehingga dia urung meminta bantuan. Dia menyayangkan hal itu karena saat menempuh studi di Sydney, Australia, hotline bantuan sangat mudah diakses.

"Akhirnya telepon hotline Aussie dari sini," kata pelantun lagu "I Just Couldn't Save You Tonight" itu pada tayangan video.

Ardhito ditangkap di rumahnya di Duren Sawit, Jakarta Timur pada Rabu (12/1/2022). Polisi mengonfirmasikan bahwa hasil tes urinenya positif narkoba dan ia memakai ganja. *

Sumber: Republika.co.id



Artikel Terbaru
pekanbaru | Kamis, 19 Mei 2022

Menjelang akhir masa jabatan (AMJ) Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Firdaus-Ayat, sejumlah.


pelalawan | Kamis, 19 Mei 2022

Bupati Pelalawan H Zukri Misran menyurati Presiden Joko Widodo. Ia meminta presiden agar.


riau | Kamis, 19 Mei 2022

Dalam acara sosialisasi penerima bantuan bagi usaha mikro bersumber dari dana anggaran.


pekanbaru | Kamis, 19 Mei 2022

Wali Kota Pekanbaru Dr. H. Firdaus mendapat penghargaan atas komitmen dan dukungan dalam.


riau | Kamis, 19 Mei 2022

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 18 sampai 24 Mei 2022 mengalami kenaikkan.



nusantara | Kamis, 19 Mei 2022
.

nusantara | Kamis, 19 Mei 2022

Penceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) merespons santai tudingan Singapura yang menganggapnya pro.


pasar | Kamis, 19 Mei 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite tidak.


nusantara | Selasa, 17 Mei 2022

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker..


Mei 2022
20

Pegawai ASN dan Swasta Dilarang Cuti Nataru | Son Ye-jin Bakal Bintangi Drama Baru, '39' | PT IJA/JCI Sukses Laksanakan Vaksinasi Tahap II | PT IJA/JCI Siap Jadi Pilot Project Sistem Pengamanan Objek Vital | Gaya Hidup Mewah, YLBHI Dorong KPK Telusuri Asal Usul Harta Fedrik Adhar | Angka ODP Rohil Terus Menurun, PDP Nihil | Bupati Rohil Bangga Prestasi Atlet Sepatu Roda |

Ardhito Pramono

Pernah Depresi dan Berniat Bunuh Diri

wajah | Rabu, 12 Januari 2022
Editor : Putrajaya | Penulis : Republika

JAKARTA - Pemeran utama film Story of Kale: When Someone's In Love, Ardhito Pramono yang ditangkap Polres Metro Jakarta Barat menandai kesekian kalinya selebritas tersandung kasus penyalahgunaan narkoba. Dia diamankan bersama barang bukti berupa ganja.

Musisi sekaligus aktor ini sebelumnya dikabarkan pernah mengonsumsi psikotropika karena masalah keluarga. Hal itu diungkap Ardhito tatkala menjadi bintang tamu di acara Ngobrol Bareng Musisi (Ngobam) besutan Gofar Hilman pada 2019 silam.
 
Tak hanya itu, Ardhito juga mengaku pernah mengalami gangguan kesehatan mental depresi. Dia memeriksakan diri ke RSK Jiwa Dharmawangsa, Jakarta, untuk mengetahui kondisinya dan mendapat penanganan dari profesional medis.

Dia bercerita bahwa dirinya diminta melakukan sejumlah tes. Setelah menjalani semuanya, dokter mendiagnosis Ardhito mengidap depresi dan memberikan obat.

Fase tersebut dialami Ardhito sekitar 1,5 tahun hingga  pertengahan 2015. Dia mengaku kerap menyendiri di kegelapan, bahkan sempat tiga hari tidak makan.

Ardhito juga pernah menyalahgunakan obat dari dokter. Musisi 26 tahun itu pun pernah berniat bunuh diri.
Ketika hendak meminta bantuan lewat hotline bantuan bunuh diri di Indonesia, Ardhito diarahkan ke RSJ sehingga dia urung meminta bantuan. Dia menyayangkan hal itu karena saat menempuh studi di Sydney, Australia, hotline bantuan sangat mudah diakses.

"Akhirnya telepon hotline Aussie dari sini," kata pelantun lagu "I Just Couldn't Save You Tonight" itu pada tayangan video.

Ardhito ditangkap di rumahnya di Duren Sawit, Jakarta Timur pada Rabu (12/1/2022). Polisi mengonfirmasikan bahwa hasil tes urinenya positif narkoba dan ia memakai ganja. *

Sumber: Republika.co.id


Artikel Terbaru

pekanbaru | Kamis, 19 Mei 2022

Menjelang akhir masa jabatan (AMJ) Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Firdaus-Ayat, sejumlah.


pelalawan | Kamis, 19 Mei 2022

Bupati Pelalawan H Zukri Misran menyurati Presiden Joko Widodo. Ia meminta presiden agar.


riau | Kamis, 19 Mei 2022

Dalam acara sosialisasi penerima bantuan bagi usaha mikro bersumber dari dana anggaran.


pekanbaru | Kamis, 19 Mei 2022

Wali Kota Pekanbaru Dr. H. Firdaus mendapat penghargaan atas komitmen dan dukungan dalam.


riau | Kamis, 19 Mei 2022

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 18 sampai 24 Mei 2022 mengalami kenaikkan.



nusantara | Kamis, 19 Mei 2022
.

nusantara | Kamis, 19 Mei 2022

Penceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) merespons santai tudingan Singapura yang menganggapnya pro.


pasar | Kamis, 19 Mei 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite tidak.


nusantara | Selasa, 17 Mei 2022

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker..