14 Muharram 1444 H / Jumat, 12 Agustus 2022
Orang Tua Korban Tolak Outopsi
Tenggelam di Lubang Galian, Dua Bocah akhirnya Meninggal 
bengkalis | Minggu, 13 Maret 2022
Editor : red | Penulis : PE*

Ilustrasi:

PINGGIR--  Angger Elfino (6) dan M Brama Setiawan (4), dua bocah laki-laki yang ditemukan tenggelam dibekas penggalian tanah di Jalan Lingkar, Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (12/3) sekitar pukul 21.15 WIB. Dua korban sempat ditemukan masyarakat dalam kondisi masih bernapas, namun akhirnya meninggal di RSUD Minas.

Peristiwa naas ini berawal pada Sabtu (12/3/2022) sekitar pukul 15.00 WIB, ibu korban yang khawatir dan  mencari kedua anaknya, karena tidak kunjung pulang ke rumah.

Hingga sore, sekira pukul 17.00 WIB, kedua orang tua korban tidak juga menemukan anak-anaknya tersebut. Kemudian mereka minta tolong kepada warga untuk membantu mencari anaknya yang tak kunjung pulang.

Pada saat warga melakukan pencarian dan dibantu Babinkamtibmas Kelurahan Balai Raja Aipda Yushendri sekira pukul 21.14 WIB kedua bocah  tersebut berhasil ditemukan.

Setelah dilakukan pencarian, Angger Elfino ditemukan mengapung di bekas penggalian tanah yang berada di Jalan Lingkar, Kelurahan Balai Raja. Kemudian warga langsung masuk ke dalam air dan mengangkatnya. Di tempat yang sama M Brama Setiawan juga ditemukan dalam posisi masih dalam keadaan tenggelam di air.

Pada saat M Brama Setiawan diangkat dari dalam air, kondisinya masih bernafas dan langsung dilarikan warga ke RSUD Mandau. Sementara Angger Elfino dibawa ke rumah orang tuanya. Namun pada saat di rumah, Angger diketahui masih ada detak jantungnya dan segera dilarikan ke RSUD Mandau.
 
Sesampainya di RSUD Mandau, Tim Medis mengatakan bahwa kedua anak laki-laki Angger dan Brama sudah meninggal dunia.

Mendapat kabar itu, sekira pukul 21.30 WIB, Kapolsek Pinggir Kompol Maitertika bersama petugas piket Pawas AKP Jurianto dan piket Reskrim beserta Intelkam mendatangi TKP, kemudian  melihat kondisi dua bocah laki-laki tersebut di RSUD Mandau.

Kapolsek Pinggir Kompol Maitertika mengatakan, sekitar pada pukul 23.00 WIB pihak RSUD Mandau yang dipimpin dr Saleh Wahyudi melakukan visum terhadap kedua jenazah.

“Dari hasil visum kedua korban tenggelam tidak dijumpai kaku, tidak ada tanda-tanda trauma dan tidak ada patah tulang. Sementara penyebab kematian tidak dapat diketahui karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam,”  ujarnya.

Kapolsek Pinggir menyarankan untuk dilakukan autopsi, tapi pihak keluarga menolak.

“Ya, kami sudah menyarankan agar dilakukan autopsi kepada kedua korban, namun pihak keluarga menolaknya dengan membuat pernyataan,” ujar Maitertika.

Setelah melalui proses visum di RSUD Mandau, kedua  jenazah bocah tersebut dibawa pulang ke rumah orang tuanya dengan menggunakan Ambulance RSUD Kecamatan Mandau.



Artikel Terbaru
pelalawan | Kamis, 11 Agustus 2022

Anggota DPRD Pelalawan Komisi II H. Abdullah berusaha menyampaikan persoalan PT TUM sampai ke.


riau | Rabu, 10 Agustus 2022

Seluruh jemaah haji Riau sudah kembali ke tanah air. Adalah jemaah haji dari Kloter 12 BTH.


politik | Rabu, 10 Agustus 2022

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan 17 dari 22 partai politik yang mendaftar telah lengkap.


pelalawan | Selasa, 9 Agustus 2022

Bupati Pelalawan H. Zukri Misran menyatakan sikapnya sikap dan kebijakannya akan berpihak kepada.


pasar | Selasa, 9 Agustus 2022

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan revisi Peraturan Presiden.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Tim Khusus (Timsus) tidak menemukan fakta.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Arman Hanis selaku kuasa hukum istri mantan Kadiv Provam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri.


pekanbaru | Selasa, 9 Agustus 2022

Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah.


pasar | Selasa, 9 Agustus 2022

Harga kelapa sawit periode 10 sampai 16 Agustus 2022 mengalami kenaikan pada setiap kelompok.


Agu 2022
12


Ilustrasi:

Orang Tua Korban Tolak Outopsi

Tenggelam di Lubang Galian, Dua Bocah akhirnya Meninggal 

bengkalis | Minggu, 13 Maret 2022
Editor : red | Penulis : PE*

PINGGIR--  Angger Elfino (6) dan M Brama Setiawan (4), dua bocah laki-laki yang ditemukan tenggelam dibekas penggalian tanah di Jalan Lingkar, Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (12/3) sekitar pukul 21.15 WIB. Dua korban sempat ditemukan masyarakat dalam kondisi masih bernapas, namun akhirnya meninggal di RSUD Minas.

Peristiwa naas ini berawal pada Sabtu (12/3/2022) sekitar pukul 15.00 WIB, ibu korban yang khawatir dan  mencari kedua anaknya, karena tidak kunjung pulang ke rumah.

Hingga sore, sekira pukul 17.00 WIB, kedua orang tua korban tidak juga menemukan anak-anaknya tersebut. Kemudian mereka minta tolong kepada warga untuk membantu mencari anaknya yang tak kunjung pulang.

Pada saat warga melakukan pencarian dan dibantu Babinkamtibmas Kelurahan Balai Raja Aipda Yushendri sekira pukul 21.14 WIB kedua bocah  tersebut berhasil ditemukan.

Setelah dilakukan pencarian, Angger Elfino ditemukan mengapung di bekas penggalian tanah yang berada di Jalan Lingkar, Kelurahan Balai Raja. Kemudian warga langsung masuk ke dalam air dan mengangkatnya. Di tempat yang sama M Brama Setiawan juga ditemukan dalam posisi masih dalam keadaan tenggelam di air.

Pada saat M Brama Setiawan diangkat dari dalam air, kondisinya masih bernafas dan langsung dilarikan warga ke RSUD Mandau. Sementara Angger Elfino dibawa ke rumah orang tuanya. Namun pada saat di rumah, Angger diketahui masih ada detak jantungnya dan segera dilarikan ke RSUD Mandau.
 
Sesampainya di RSUD Mandau, Tim Medis mengatakan bahwa kedua anak laki-laki Angger dan Brama sudah meninggal dunia.

Mendapat kabar itu, sekira pukul 21.30 WIB, Kapolsek Pinggir Kompol Maitertika bersama petugas piket Pawas AKP Jurianto dan piket Reskrim beserta Intelkam mendatangi TKP, kemudian  melihat kondisi dua bocah laki-laki tersebut di RSUD Mandau.

Kapolsek Pinggir Kompol Maitertika mengatakan, sekitar pada pukul 23.00 WIB pihak RSUD Mandau yang dipimpin dr Saleh Wahyudi melakukan visum terhadap kedua jenazah.

“Dari hasil visum kedua korban tenggelam tidak dijumpai kaku, tidak ada tanda-tanda trauma dan tidak ada patah tulang. Sementara penyebab kematian tidak dapat diketahui karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam,”  ujarnya.

Kapolsek Pinggir menyarankan untuk dilakukan autopsi, tapi pihak keluarga menolak.

“Ya, kami sudah menyarankan agar dilakukan autopsi kepada kedua korban, namun pihak keluarga menolaknya dengan membuat pernyataan,” ujar Maitertika.

Setelah melalui proses visum di RSUD Mandau, kedua  jenazah bocah tersebut dibawa pulang ke rumah orang tuanya dengan menggunakan Ambulance RSUD Kecamatan Mandau.


Artikel Terbaru

pelalawan | Kamis, 11 Agustus 2022

Anggota DPRD Pelalawan Komisi II H. Abdullah berusaha menyampaikan persoalan PT TUM sampai ke.


riau | Rabu, 10 Agustus 2022

Seluruh jemaah haji Riau sudah kembali ke tanah air. Adalah jemaah haji dari Kloter 12 BTH.


politik | Rabu, 10 Agustus 2022

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan 17 dari 22 partai politik yang mendaftar telah lengkap.


pelalawan | Selasa, 9 Agustus 2022

Bupati Pelalawan H. Zukri Misran menyatakan sikapnya sikap dan kebijakannya akan berpihak kepada.


pasar | Selasa, 9 Agustus 2022

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan revisi Peraturan Presiden.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Tim Khusus (Timsus) tidak menemukan fakta.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Arman Hanis selaku kuasa hukum istri mantan Kadiv Provam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri.


pekanbaru | Selasa, 9 Agustus 2022

Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah.


pasar | Selasa, 9 Agustus 2022

Harga kelapa sawit periode 10 sampai 16 Agustus 2022 mengalami kenaikan pada setiap kelompok.