14 Muharram 1444 H / Jumat, 12 Agustus 2022
Lagi, Pelecehan Mahasiswi Diduga Dilakukan Dosen Gunadarma Depok
nusantara | Jumat, 5 Agustus 2022
Editor : apitrajaya | Penulis : PE/CNN

Ilustrasi:Kasus pelecehan seksual yang dialami belasan mahasiswi Universitas Gunadarma Depok terjadi melalui pesan dan telepon WhatsApp. (int)

JAKARTA -- Belasan mahasiswi Universitas Gunadarma, Depok, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh salah seorang dosen Fakultas Ekonomi berinisial HP.

Hal itu diungkap oleh akun Instagram Anak Gundar Creative Media (@anakgundardotco) pada Kamis (4/8). Salah satu pengelola akun, A, mengatakan kasus pelecehan itu terjadi melalui pesan dan telepon WhatsApp.

"Pelecehan yang terjadi ke banyak mahasiswa, belasan hingga puluhan melalui pesan dan voice call WhatsApp," kata A, yang namanya minta disamarkan, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Kamis (4/8-2022) malam.

A mengungkapkan para korban mengaku menerima pesan berisi kalimat tak senonoh dari pelaku seperti "buka celana", "buka baju", hingga ajakan untuk menjadi istri kedua. A berujar korban umumnya dilecehkan ketika sedang berkonsultasi perihal perkuliahan. Pelecehan itu pun disebut telah berlangsung sejak 2020.

"Banyak yang mendapat kalimat 'buka celana' dan 'buka baju', godaan 'cantik' dan 'istri kedua'," tutur A.

Tak hanya itu, pelaku juga disebut kerap mengajak para korban untuk bertemu di luar. A mengatakan korban umumnya diajak bertemu di tempat makan, akan tetapi tak ada satupun korban yang menerima ajakan tersebut.

"Banyak mahasiswi yang diajak bertemu oleh pelaku. Mahasiswi yang sudah pernah dilecehkan melalui pesan/voice call WhatsApp maupun belum. Namun sampai saat ini belum ada aduan pelecehan seksual secara langsung," tuturnya.

Kasus pelecehan ini nyatanya terus berlanjut hingga tahun ini. Salah satu korban, kata A, ada yang mengadukan pelecehan pada Juli lalu. Oleh sebab itu, A belum bisa memastikan berapa jumlah korban dari aksi pelecehan sang dosen.

"Ada yang Juli 2022," ujar dia.

Universitas Gunadarma telah buka suara terkait kasus pelecehan yang terjadi di institusinya. Pihak kampus menyatakan telah mengklarifikasi dan menindak tegas yang bersangkutan. Dosen berinisial HP pun disebut mengakui perbuatannya dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari kampus.

"Menindaklanjuti kasus oknum dosen yang viral dalam dua hari ini, setelah melakukan klarifikasi, yang bersangkutan mengakui kesalahannya dan mengundurkan diri sebagai dosen Universitas Gunadarma," tulis keterangan resmi Universitas Gunadarma seperti dikutip dari akun Instagram @gunadarma, Kamis.

"Universitas Gunadarma telah menindaklanjuti informasi tersebut dan telah memberikan tindakan tegas sesuai dengan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021," demikian keterangan universitas.


Sumber: CNN Indonesia



Artikel Terbaru
pelalawan | Kamis, 11 Agustus 2022

Anggota DPRD Pelalawan Komisi II H. Abdullah berusaha menyampaikan persoalan PT TUM sampai ke.


riau | Rabu, 10 Agustus 2022

Seluruh jemaah haji Riau sudah kembali ke tanah air. Adalah jemaah haji dari Kloter 12 BTH.


politik | Rabu, 10 Agustus 2022

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan 17 dari 22 partai politik yang mendaftar telah lengkap.


pelalawan | Selasa, 9 Agustus 2022

Bupati Pelalawan H. Zukri Misran menyatakan sikapnya sikap dan kebijakannya akan berpihak kepada.


pasar | Selasa, 9 Agustus 2022

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan revisi Peraturan Presiden.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Tim Khusus (Timsus) tidak menemukan fakta.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Arman Hanis selaku kuasa hukum istri mantan Kadiv Provam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri.


pekanbaru | Selasa, 9 Agustus 2022

Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah.


pasar | Selasa, 9 Agustus 2022

Harga kelapa sawit periode 10 sampai 16 Agustus 2022 mengalami kenaikan pada setiap kelompok.


Agu 2022
12


Ilustrasi:Kasus pelecehan seksual yang dialami belasan mahasiswi Universitas Gunadarma Depok terjadi melalui pesan dan telepon WhatsApp. (int)

Lagi, Pelecehan Mahasiswi Diduga Dilakukan Dosen Gunadarma Depok

nusantara | Jumat, 5 Agustus 2022
Editor : apitrajaya | Penulis : PE/CNN

JAKARTA -- Belasan mahasiswi Universitas Gunadarma, Depok, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh salah seorang dosen Fakultas Ekonomi berinisial HP.

Hal itu diungkap oleh akun Instagram Anak Gundar Creative Media (@anakgundardotco) pada Kamis (4/8). Salah satu pengelola akun, A, mengatakan kasus pelecehan itu terjadi melalui pesan dan telepon WhatsApp.

"Pelecehan yang terjadi ke banyak mahasiswa, belasan hingga puluhan melalui pesan dan voice call WhatsApp," kata A, yang namanya minta disamarkan, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Kamis (4/8-2022) malam.

A mengungkapkan para korban mengaku menerima pesan berisi kalimat tak senonoh dari pelaku seperti "buka celana", "buka baju", hingga ajakan untuk menjadi istri kedua. A berujar korban umumnya dilecehkan ketika sedang berkonsultasi perihal perkuliahan. Pelecehan itu pun disebut telah berlangsung sejak 2020.

"Banyak yang mendapat kalimat 'buka celana' dan 'buka baju', godaan 'cantik' dan 'istri kedua'," tutur A.

Tak hanya itu, pelaku juga disebut kerap mengajak para korban untuk bertemu di luar. A mengatakan korban umumnya diajak bertemu di tempat makan, akan tetapi tak ada satupun korban yang menerima ajakan tersebut.

"Banyak mahasiswi yang diajak bertemu oleh pelaku. Mahasiswi yang sudah pernah dilecehkan melalui pesan/voice call WhatsApp maupun belum. Namun sampai saat ini belum ada aduan pelecehan seksual secara langsung," tuturnya.

Kasus pelecehan ini nyatanya terus berlanjut hingga tahun ini. Salah satu korban, kata A, ada yang mengadukan pelecehan pada Juli lalu. Oleh sebab itu, A belum bisa memastikan berapa jumlah korban dari aksi pelecehan sang dosen.

"Ada yang Juli 2022," ujar dia.

Universitas Gunadarma telah buka suara terkait kasus pelecehan yang terjadi di institusinya. Pihak kampus menyatakan telah mengklarifikasi dan menindak tegas yang bersangkutan. Dosen berinisial HP pun disebut mengakui perbuatannya dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari kampus.

"Menindaklanjuti kasus oknum dosen yang viral dalam dua hari ini, setelah melakukan klarifikasi, yang bersangkutan mengakui kesalahannya dan mengundurkan diri sebagai dosen Universitas Gunadarma," tulis keterangan resmi Universitas Gunadarma seperti dikutip dari akun Instagram @gunadarma, Kamis.

"Universitas Gunadarma telah menindaklanjuti informasi tersebut dan telah memberikan tindakan tegas sesuai dengan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021," demikian keterangan universitas.


Sumber: CNN Indonesia


Artikel Terbaru

pelalawan | Kamis, 11 Agustus 2022

Anggota DPRD Pelalawan Komisi II H. Abdullah berusaha menyampaikan persoalan PT TUM sampai ke.


riau | Rabu, 10 Agustus 2022

Seluruh jemaah haji Riau sudah kembali ke tanah air. Adalah jemaah haji dari Kloter 12 BTH.


politik | Rabu, 10 Agustus 2022

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan 17 dari 22 partai politik yang mendaftar telah lengkap.


pelalawan | Selasa, 9 Agustus 2022

Bupati Pelalawan H. Zukri Misran menyatakan sikapnya sikap dan kebijakannya akan berpihak kepada.


pasar | Selasa, 9 Agustus 2022

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan revisi Peraturan Presiden.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Tim Khusus (Timsus) tidak menemukan fakta.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan.


hukum | Selasa, 9 Agustus 2022

Arman Hanis selaku kuasa hukum istri mantan Kadiv Provam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri.


pekanbaru | Selasa, 9 Agustus 2022

Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah.


pasar | Selasa, 9 Agustus 2022

Harga kelapa sawit periode 10 sampai 16 Agustus 2022 mengalami kenaikan pada setiap kelompok.