28 Safar 1444 H / Minggu, 25 September 2022
Wajah
wajah
politikus
politik
pasar
hukum
nusatara
otomotif
Faisal Abdul Naser: Jangan Berbohong
wajah | Kamis, 18 Agustus 2022
Editor : Putrajaya | Penulis : Antonius Sitanggang
Brigjen Pol (Purn) Adv Drs Faisal Abdul Naser, MH

SEKECIL apapun kesalahan atau kekurangan, tetaplah untuk berlaku jujur dan berterus terang. Karena, sebuah kebohongan, biasanya akan diikuti kebohongan-kebohongan yang lain.

Kebohongan hanya akan menghancurkan semua kepercayaan yang sudah dibangun. Dan kebohongan mampu menghancurkan pondasi hubungan yang kokoh yang telah dibangun. Kebohongan hanya akan menghasilkan satu kekecewaan yang mampu meruntuhkan semua kebanggaan yang sudah dibangun.

Ungkapan itu diucapkan Brigjen Pol (Purn) Adv Drs Faisal Abdul Naser, MH, baru-baru ini di ruang kerjanya, Jalan Medan-Tanjung Morawa, KM. 12,8, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNN Aceh Nanggroe Darussalam periode 2017 – 2019 juga menyinggung soal peristiwa penembakan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J yang penuh rekayasa dan kebohongan tersebut.

Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) 1991 yang kini sudah purnawirawan itu bersyukur, peristiwa kematian Brigadir J berhasil terungkap.

“Sangat disesalkan, ternyata salah seorang pimpinan Polri diduga merupakan dalang dari cerita bohong dibalik peristiwa kematian Brigadir J,” ungkap Alumni Akpol 1984 itu.

Ironisnya, kebohongan tersebut dilakukan secara bersama-sama yang melibatkan aparat berpangkat tamtama bintara, perwira pertama, perwira menengah hingga perwira tinggi.

“Sangat disesalkan lagi, kebohongan itu dilakukan secara bersama-sama,” ungkap purnawirawan yang pernah menjabat Kabagrenmin Div TI  Mabes Polri yang pernah memimpin pembuatan master Plan IT Polri itu.

Menurut jenderal kelahiran 23 Oktober 1961 di Medan, Sumatera Utara itu, merujuk pada kamus bahasa Indonesia, berbohong memiliki makna menyatakan sesuatu tidak benar, atau tidak sesuai dengan yang sebenarnya yang dilakukan dengan sengaja.

“Bohong merupakan perkara yang berbahaya dan keburukan yang mudah menular dan menurun,” ucap lulusan Sespim Polri 1999 itu.

Alumni Dikbang Sespim LAN pada 2013 itu menuturkan, bahwa sebuah kebaikan biasanya akan selalu diikuti oleh kebaikan-kebaikan lainnya. Sebaliknya, kejahatan juga akan diikuti kejahatan berikutnya. “Na’uzubillah…” ungkap Faisal Abdul Naser, MH.

Peraih tanda jasa Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun, Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun, Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun dan Satya Lencana Bhayangkara Nararya itu mengaku memiliki kenangan manis bersama Irjen Pol Drs Adityawarman, SH, MH, Kapolda Aceh periode 2009 hingga 2010.
 
Kenangan indah sempat dituangkannya dalam sebuah buku dengan judul “Kalau bersungguh-sungguh, Pasti Bisa!” Memimpin Ala Adityawarman.

Menurut Faisal, buku itu merupakan catatan harian saat dia masih berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) bersama Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Adityawarman SH MH.

Di matanya, Irjen Pol Drs Adityawarman SH MH merupakan sosok pemimpin yang bersahaja, berwibawa, tegas dan lugas. Sebagai seorang Kapolda, Irjen Pol. Adityawarman menerapkan dan “membangun” misi kejujuran dan tidak berbohong kepada personil.

Pada halaman 75 hingga 77, di bukunya itu, Faisal menulis “JANGAN BERBOHONG”.  Menurutnya, hal itu sesuai dengan karakter Pak Adit, panggilan akrab Irjen Pol. Adityawarman, yang tidak menyukai para anggota, berbohong dalam laporan dan pelaksanaan tugas, termasuk rencana pekerjaan yang akan dikerjakan.

“Pak Adit tidak ingin pekerjaan itu dikerjakan dengan cara berbohong atau mengakal-akali atau dengan cara-cara di luar aturan yang kesemuanya itu agar pekerjaan itu dikatakan benar, lancar dan hebat,” kata Faisal.

Dalam kesehariannya, baik sebagai anggota Polri maupun Kapolda, Pak Adit selalu menerapkan prinsip “Tidak membudayakan sikap bohong” baik kepada atasan, anggota, teman ataupun kepada orang lain. “Sebab, Pak Adit menilai, berbohong itu secara tidak langsung, juga telah membohongi diri sendiri,”

“Semoga Allah menghindarkan kita dari perbuatan yang penuh dusta dan tipu muslihat ini. Amin,” tutur mantan Kasat Reserse Poltabes Medan, Sumatera Utara ini.

Saat menjabat Kepala BNN Provinsi NAD, Jenderal bintang satu yang pernah menjabat Wakapolres Tanah Karo, Wakapolres  Deli Serdang itu, dianggap sebagai sosok yang diteladani masyarakat setempat. 

“Dalam waktu 1 tahun lamanya, Brigjen. Pol. (Purn) Adv. Drs. Faisal Abdul Naser, MH saat aktif bertugas dengan jabatan Kepala BNN Propinsi Aceh, telah menjerat 30 tersangka atas kasus narkoba dengan hukuman mati. Ini merupakan sejarah Institusi BNN Propinsi Aceh dalam proses hukum atas kasus pemberantas narkotika,” kata Yaqin.

Setelah tidak bertugas di kepolisian, Brigjen. Pol. (Purn) Adv. Drs. Faisal Abdul Naser, MH kini dipercaya mengemban amanah sebagai Executif Liasion Officer di PT. Indojaya Agri Nusa (IJA)/PT. Japfa Comfeed Indonesia (JCI), Tbk-Sumatera.

Selain itu, dia juga dipercaya sebagai Kasatgas Covid-19 di PT. IJA/PT JCI, Tbk-Sumatera, untuk  melaksanakan dan mensukseskan program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, khususnya dilingkungan kerja perusahaan PT.IJA/JCI, Tbk - Sumatera.

“Alhamdulillah, kita berhasil mensukseskan pelaksananan program pemerintah yakni program vaksinasi massal, khususnya di lingkungan dan disekitar wilayah kerja PT.IJA/JCI, Tbk – Sumatera,” kata Faisal.

Dilansir: satyabhaktionline.com
 



Artikel Terbaru
Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Bakal Mengguyur Riau
Hari Ini, Satu Warga Pekanbaru Meninggal Dunia Akibat Covid-19
Capaian Vaksinasi II di Riau 70,92 %
PT Arara Abadi Kucurkan CSR Untuk masyarakat Konsesi Perusahaan
Membludak, Masyarakat Hadiri Launching Paket Umrah Sulthan Silversilk Group
×
Faisal Abdul Naser: Jangan Berbohong
wajah | Kamis, 18 Agustus 2022
Editor : Putrajaya | Penulis : Antonius Sitanggang
Brigjen Pol (Purn) Adv Drs Faisal Abdul Naser, MH

SEKECIL apapun kesalahan atau kekurangan, tetaplah untuk berlaku jujur dan berterus terang. Karena, sebuah kebohongan, biasanya akan diikuti kebohongan-kebohongan yang lain.

Kebohongan hanya akan menghancurkan semua kepercayaan yang sudah dibangun. Dan kebohongan mampu menghancurkan pondasi hubungan yang kokoh yang telah dibangun. Kebohongan hanya akan menghasilkan satu kekecewaan yang mampu meruntuhkan semua kebanggaan yang sudah dibangun.

Ungkapan itu diucapkan Brigjen Pol (Purn) Adv Drs Faisal Abdul Naser, MH, baru-baru ini di ruang kerjanya, Jalan Medan-Tanjung Morawa, KM. 12,8, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNN Aceh Nanggroe Darussalam periode 2017 – 2019 juga menyinggung soal peristiwa penembakan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J yang penuh rekayasa dan kebohongan tersebut.

Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) 1991 yang kini sudah purnawirawan itu bersyukur, peristiwa kematian Brigadir J berhasil terungkap.

“Sangat disesalkan, ternyata salah seorang pimpinan Polri diduga merupakan dalang dari cerita bohong dibalik peristiwa kematian Brigadir J,” ungkap Alumni Akpol 1984 itu.

Ironisnya, kebohongan tersebut dilakukan secara bersama-sama yang melibatkan aparat berpangkat tamtama bintara, perwira pertama, perwira menengah hingga perwira tinggi.

“Sangat disesalkan lagi, kebohongan itu dilakukan secara bersama-sama,” ungkap purnawirawan yang pernah menjabat Kabagrenmin Div TI  Mabes Polri yang pernah memimpin pembuatan master Plan IT Polri itu.

Menurut jenderal kelahiran 23 Oktober 1961 di Medan, Sumatera Utara itu, merujuk pada kamus bahasa Indonesia, berbohong memiliki makna menyatakan sesuatu tidak benar, atau tidak sesuai dengan yang sebenarnya yang dilakukan dengan sengaja.

“Bohong merupakan perkara yang berbahaya dan keburukan yang mudah menular dan menurun,” ucap lulusan Sespim Polri 1999 itu.

Alumni Dikbang Sespim LAN pada 2013 itu menuturkan, bahwa sebuah kebaikan biasanya akan selalu diikuti oleh kebaikan-kebaikan lainnya. Sebaliknya, kejahatan juga akan diikuti kejahatan berikutnya. “Na’uzubillah…” ungkap Faisal Abdul Naser, MH.

Peraih tanda jasa Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun, Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun, Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun dan Satya Lencana Bhayangkara Nararya itu mengaku memiliki kenangan manis bersama Irjen Pol Drs Adityawarman, SH, MH, Kapolda Aceh periode 2009 hingga 2010.
 
Kenangan indah sempat dituangkannya dalam sebuah buku dengan judul “Kalau bersungguh-sungguh, Pasti Bisa!” Memimpin Ala Adityawarman.

Menurut Faisal, buku itu merupakan catatan harian saat dia masih berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) bersama Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Adityawarman SH MH.

Di matanya, Irjen Pol Drs Adityawarman SH MH merupakan sosok pemimpin yang bersahaja, berwibawa, tegas dan lugas. Sebagai seorang Kapolda, Irjen Pol. Adityawarman menerapkan dan “membangun” misi kejujuran dan tidak berbohong kepada personil.

Pada halaman 75 hingga 77, di bukunya itu, Faisal menulis “JANGAN BERBOHONG”.  Menurutnya, hal itu sesuai dengan karakter Pak Adit, panggilan akrab Irjen Pol. Adityawarman, yang tidak menyukai para anggota, berbohong dalam laporan dan pelaksanaan tugas, termasuk rencana pekerjaan yang akan dikerjakan.

“Pak Adit tidak ingin pekerjaan itu dikerjakan dengan cara berbohong atau mengakal-akali atau dengan cara-cara di luar aturan yang kesemuanya itu agar pekerjaan itu dikatakan benar, lancar dan hebat,” kata Faisal.

Dalam kesehariannya, baik sebagai anggota Polri maupun Kapolda, Pak Adit selalu menerapkan prinsip “Tidak membudayakan sikap bohong” baik kepada atasan, anggota, teman ataupun kepada orang lain. “Sebab, Pak Adit menilai, berbohong itu secara tidak langsung, juga telah membohongi diri sendiri,”

“Semoga Allah menghindarkan kita dari perbuatan yang penuh dusta dan tipu muslihat ini. Amin,” tutur mantan Kasat Reserse Poltabes Medan, Sumatera Utara ini.

Saat menjabat Kepala BNN Provinsi NAD, Jenderal bintang satu yang pernah menjabat Wakapolres Tanah Karo, Wakapolres  Deli Serdang itu, dianggap sebagai sosok yang diteladani masyarakat setempat. 

“Dalam waktu 1 tahun lamanya, Brigjen. Pol. (Purn) Adv. Drs. Faisal Abdul Naser, MH saat aktif bertugas dengan jabatan Kepala BNN Propinsi Aceh, telah menjerat 30 tersangka atas kasus narkoba dengan hukuman mati. Ini merupakan sejarah Institusi BNN Propinsi Aceh dalam proses hukum atas kasus pemberantas narkotika,” kata Yaqin.

Setelah tidak bertugas di kepolisian, Brigjen. Pol. (Purn) Adv. Drs. Faisal Abdul Naser, MH kini dipercaya mengemban amanah sebagai Executif Liasion Officer di PT. Indojaya Agri Nusa (IJA)/PT. Japfa Comfeed Indonesia (JCI), Tbk-Sumatera.

Selain itu, dia juga dipercaya sebagai Kasatgas Covid-19 di PT. IJA/PT JCI, Tbk-Sumatera, untuk  melaksanakan dan mensukseskan program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, khususnya dilingkungan kerja perusahaan PT.IJA/JCI, Tbk - Sumatera.

“Alhamdulillah, kita berhasil mensukseskan pelaksananan program pemerintah yakni program vaksinasi massal, khususnya di lingkungan dan disekitar wilayah kerja PT.IJA/JCI, Tbk – Sumatera,” kata Faisal.

Dilansir: satyabhaktionline.com
 

riau | Sabtu, 24 September 2022
Capaian Vaksinasi II di Riau 70,92 %
Inspiratif
inspiratif | Sabtu, 17 September 2022
Cara Atasi Ketiak Bau, walau Sudah Pakai Deodoran
inspiratif | Sabtu, 17 September 2022
Ini Makanan Enak, tapi Berpotensi Sebabkan Usus Buntu

Wajah
wajah | Kamis, 18 Agustus 2022
Faisal Abdul Naser: Jangan Berbohong
wajah | Rabu, 12 Januari 2022
Pernah Depresi dan Berniat Bunuh Diri
Wanita
wanita | Jumat, 5 Agustus 2022
Istiqomah Bersama dan Bermanfaat buat Umat
wanita | Sabtu, 18 Juni 2022
Penyebab Bibir Merah Warnanya
wanita | Minggu, 24 April 2022
Tampil Cantik di Hari Idul Fitri
Berita Unggulan
pekanbaru | Senin, 19 September 2022
Pra UKW SPS-PWI Riau Disambut Antusias Peserta
Berita Pilihan
pelalawan | Selasa, 20 September 2022
BKPSDM Pelalawan Data Ulang Seluruh Tenaga Honorer