'
28 Safar 1444 H / Minggu, 25 September 2022
Wajah
wajah
politikus
politik
pasar
hukum
nusatara
otomotif
Kekhawatiran Atas Kasus Sambo: Pegang Kartu 'Truf' Bisa Vonis Hukuman Ringan
hukum | Selasa, 20 September 2022
Editor : apitrajaya | Penulis : PE/DL
Ferdy Sambo tersangka kasus kematian Brigadir J.

JAKARTA-- Pakar hukum dari Universitas Trisakti Azmi Syahputra  mengatakan, meski telah dijerat pidana secara berlapis, Ferdy Sambo diduga masih memegang 'kartu truf' dalam menjalani proses hukumnya. Pakar hukum dari Universitas Trisakti pun mengkhawatirkan, perkara obstruction of justice lebih dulu maju ke pengadilan daripada kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Menurut Azmi, bila perkara obstruction of justice lebih dulu disidangkan maka patut diduga bertujuan agar Sambo dapat sanksi pidana lebih dulu. Sehingga, di kasus persidangan pembunuhan tidak dapat lagi dijatuhi pidana maksimal.

"Karena pada pengadilan sebelumnya dalam hal ini perkara obstruction justice yang lebih dulu diajukan sudah ada pemidanaan, sehingga bisa saja nantinya FS terhindar dari pidana mati dan seumur hidup," ujar Azmi, belum lama ini. 

Jika ini terjadi ini, Azmi menilai sebagai upaya menghindari pidana maksimum sekaligus 'penyeludupan hukum'. Padahal, Azmi menyinggung sebenarnya unsur 340 KUHP dari kasus kematian Brigadir J sudah voltoid atau terjadi tindak pidana tersebut sepenuhnya. 

"Yang didialektikakan dan simpang siur saat ini adalah motifnya, padahal motif tidak masuk dalam unsur," ucap Azmi. 

Di sisi lain, Azmi menduga ada alasan tersembunyi lain atau faktor lainnya dalam kasus ini bila sidang obstruction of justice terhadap Sambo didahulukan. Padahal menurutnya, hal ini tidak berdasarkan asas due process of law.

"Apakah adanya kekuatan tangan yang tidak terlihat (invicible hand), karena jika FS  tidak dibantu dikhawatirkan ia akan bongkar- bongkar fakta yang lebih besar dan pihak- pihak lain yang ikut mendapatkan manfaat dari kinerjanya selama ini atau ada peristiwa lainnya melibatkan pihak lain yang berfungsi sebagai pengendali kontrol," ungkap Azmi. 

Azmi meyakini Sambo sudah memperkirakan keadaan ini secara cermat. Azmi menduga Sambo masih berusaha menjadi 'ancaman'  karena bisa mengungkap fakta-fakta lain.

 "Seolah ia (Sambo) punya kartu truf dan karenanya pula bisa jadi ia nantinya jalani pemidanaan sampai berkekuatan hukum tetap hanya di tahanan Mako Brimob," ujar Azmi.


Sumber: Republika.coid



Artikel Terbaru
Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Bakal Mengguyur Riau
Hari Ini, Satu Warga Pekanbaru Meninggal Dunia Akibat Covid-19
Capaian Vaksinasi II di Riau 70,92 %
PT Arara Abadi Kucurkan CSR Untuk masyarakat Konsesi Perusahaan
Membludak, Masyarakat Hadiri Launching Paket Umrah Sulthan Silversilk Group
×
Kekhawatiran Atas Kasus Sambo: Pegang Kartu 'Truf' Bisa Vonis Hukuman Ringan
hukum | Selasa, 20 September 2022
Editor : apitrajaya | Penulis : PE/DL
Ferdy Sambo tersangka kasus kematian Brigadir J.

JAKARTA-- Pakar hukum dari Universitas Trisakti Azmi Syahputra  mengatakan, meski telah dijerat pidana secara berlapis, Ferdy Sambo diduga masih memegang 'kartu truf' dalam menjalani proses hukumnya. Pakar hukum dari Universitas Trisakti pun mengkhawatirkan, perkara obstruction of justice lebih dulu maju ke pengadilan daripada kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Menurut Azmi, bila perkara obstruction of justice lebih dulu disidangkan maka patut diduga bertujuan agar Sambo dapat sanksi pidana lebih dulu. Sehingga, di kasus persidangan pembunuhan tidak dapat lagi dijatuhi pidana maksimal.

"Karena pada pengadilan sebelumnya dalam hal ini perkara obstruction justice yang lebih dulu diajukan sudah ada pemidanaan, sehingga bisa saja nantinya FS terhindar dari pidana mati dan seumur hidup," ujar Azmi, belum lama ini. 

Jika ini terjadi ini, Azmi menilai sebagai upaya menghindari pidana maksimum sekaligus 'penyeludupan hukum'. Padahal, Azmi menyinggung sebenarnya unsur 340 KUHP dari kasus kematian Brigadir J sudah voltoid atau terjadi tindak pidana tersebut sepenuhnya. 

"Yang didialektikakan dan simpang siur saat ini adalah motifnya, padahal motif tidak masuk dalam unsur," ucap Azmi. 

Di sisi lain, Azmi menduga ada alasan tersembunyi lain atau faktor lainnya dalam kasus ini bila sidang obstruction of justice terhadap Sambo didahulukan. Padahal menurutnya, hal ini tidak berdasarkan asas due process of law.

"Apakah adanya kekuatan tangan yang tidak terlihat (invicible hand), karena jika FS  tidak dibantu dikhawatirkan ia akan bongkar- bongkar fakta yang lebih besar dan pihak- pihak lain yang ikut mendapatkan manfaat dari kinerjanya selama ini atau ada peristiwa lainnya melibatkan pihak lain yang berfungsi sebagai pengendali kontrol," ungkap Azmi. 

Azmi meyakini Sambo sudah memperkirakan keadaan ini secara cermat. Azmi menduga Sambo masih berusaha menjadi 'ancaman'  karena bisa mengungkap fakta-fakta lain.

 "Seolah ia (Sambo) punya kartu truf dan karenanya pula bisa jadi ia nantinya jalani pemidanaan sampai berkekuatan hukum tetap hanya di tahanan Mako Brimob," ujar Azmi.


Sumber: Republika.coid

riau | Sabtu, 24 September 2022
Capaian Vaksinasi II di Riau 70,92 %
Inspiratif
inspiratif | Sabtu, 17 September 2022
Cara Atasi Ketiak Bau, walau Sudah Pakai Deodoran
inspiratif | Sabtu, 17 September 2022
Ini Makanan Enak, tapi Berpotensi Sebabkan Usus Buntu

Wajah
wajah | Kamis, 18 Agustus 2022
Faisal Abdul Naser: Jangan Berbohong
wajah | Rabu, 12 Januari 2022
Pernah Depresi dan Berniat Bunuh Diri
Wanita
wanita | Jumat, 5 Agustus 2022
Istiqomah Bersama dan Bermanfaat buat Umat
wanita | Sabtu, 18 Juni 2022
Penyebab Bibir Merah Warnanya
wanita | Minggu, 24 April 2022
Tampil Cantik di Hari Idul Fitri
Berita Unggulan
pekanbaru | Senin, 19 September 2022
Pra UKW SPS-PWI Riau Disambut Antusias Peserta
Berita Pilihan
pelalawan | Selasa, 20 September 2022
BKPSDM Pelalawan Data Ulang Seluruh Tenaga Honorer